Jangan Panggil Aku Om!

Jangan Panggil Aku Om!
Rencana (1)


__ADS_3

ceklek


clara datang bersama shinta di belakangnya. karin langsung melepaskan pelukannya, sedangkan aksa mendengus kesal. karin memberikan isyarat agar aksa tidak bersikap demikian dan bersikap manis kepada clara.


"abang harus bisa melancarkan rencana kita. bersandiwaralah dengan apik. aku baik-baik saja." ucap karin berbisik dan menjauh dari aksa.


"sayang, siapa dia?." tanya clara dengan intonasi tinggi, karin langsung menghampiri clara.


"hai kak, kenalkan! aku kerabat om aksa."


"oh, kirain siapa pake acara peluk-peluk segala."


ucap clara judes. sedangkan aksa langsung menatap clara dengan tatapan tak suka. shinta yang sudah mengetahui kebiasaan atasannya itu hanya bisa pasrah, karena tidak bisa menahan clara untuk tidak masuk ke dalam ruangan aksa.


"ma'afkan saya tuan. tapi nona clara memaksa untuk masuk."


"eh eh eh.. beraninya ya... aku tu calon istri aksa. aku berhak dong keluar masuk perusahaan ini, tanpa harus minta izin kamu. lagian cuma sekretaris aja sok nya minta ampun." shinta hanya menunduk tanpa berani memandang orang di sekitar mereka.


"cla...! enough!," aksa sedikit membentak clara. clara dengan manja merangkul lengan Aksa, menyenderkan kepalanya pada bahu kekar aksa. aksa melihat kearah karin, pandangan mereka bertemu. karin dengan cepat memutuskan pandangan mereka dan beralih menghampiri shinta.


"sayang, kenapa kamu malah membentakku. apa kamu rela kekasihmu ini diremehkan oleh bawahanmu?."


"duduklah!." clara segera menuruti permintaan aksa. karin meraih tangan shinta untuk keluar dari ruangan aksa.


"eh kamu!." ucapan clara membuat mereka berdua menoleh.


"iya nona." jawab shinta


"bukan kamu, tapi kamu." ucap shinta menunjuk karin. karin langsung menunjuk mukanya sendiri.


"saya?."


"iya kamu, siapa lagi?."


"ada apa?."


"gue gak suka lo deketin aksa, walaupun kalian kerabat gue gak peduli! kalo lo wanita baik-baik jauhi calon suami gue!."


"cla, hentikan! kamu keterlaluan!." bentak aksa


"hei, kenapa kamu membelanya? aku tidak suka ada wanita yang mendekatimu. siapapun itu, aku tidak peduli." clara mulai emosi dan memandang karin tajam.


"baik nona, kami permisi." aksa melihat punggung karin yang menghilang dibalik pintu, sungguh dia tidak mau melakukan ini. kalau bukan karena rencana mereka. aksa tidak akan segan menampar mulut comberan clara.

__ADS_1


aksa duduk berseberangan dengan clara. mencoba mengatur ekspresi mukanya, karena emosi aksa saat ini seperti sudah tidak dapat ia kontrol.


"ada apa kamu kesini?."


"aku rindu sayang, kemarin aku ke rumahmu. tapi kata tante erin kamu sedang pergi ke luar negeri. kamu kapan sampai?."


mama bilang aku keluar negeri? pasti mama sengaja mengerjai wanita rubah ini. ucap aksa dalam hatinya.


"tadi pagi."


"apa kamu tidak merindukanku sayang? kita sudah lama tidak bertemu." clara menirukan gaya anak kecil merajuk, mencoba menggoda aksa.


cih, aku ingin muntah melihat tingkahnya. aksa hanya melirik datar clara.


clara mengamati seluruh isi kantor aksa. sekali lagi dia berdecak kagum, semua interior ruangan aksa terlihat sangat berkelas. mulai dari pilihan warna ruangan, set sofa yang dia duduki juga koleksi beberapa patung antik aksa menambah kesan mewah ruangan ini.


"sayang, nanti malam ikut aku ya. teman kuliahku dulu ulang tahun, dan mengundangku ke klub."


"aku tidak janji."


"ayolah sayang, masak nanti aku sendirian disana? kan gak lucu. mau ya, ya?." clara berpindah tempat duduk ke samping aksa.


"kita lihat saja nanti." aksa tidak bisa berkonsentrasi memerankan drama ini, pikirannya tertuju pada kekasihnya yang entah sekarang bagaimana keadaannya.


"em, apa kau sudah selesai, kalau sudah aku ada urusan diluar."


"ck, aku sengaja membolos dari kantorku hanya untuk bertemu denganmu. tapi kamu malah mengabaikanku." aksa sungguh merasa frustasi dan langsung meninggalkan clara yang tetap duduk di sofa.


clara dengan tidak tau dirinya tetap diam di ruangan aksa. beberapa menit kemudian terdengar suara pintu dibuka, ternyata karin datang membawakannya minuman.


abang kemana? kenapa wanita rubah ini sendirian? pikir karin mendekati clara.


"ini nona, silahkan diminum." terlihat dua gelas cangkir teh dengan asap yang sedikit mengepul.


"em, kamu kerabat aksa dari siapa?."


"dari papa arya." ucap karin sambil mendudukkan badannya di sofa yang sama dengan clara


"eits, beraninya duduk disitu. walaupun kamu kerabat aksa, kamu harus jaga jarak! status kita berbeda, mengerti!."


"iya nona."


"bagus, aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan aksa." karin mengangguk

__ADS_1


"oh ya, ada satu hal yang mau aku beritahukan kepadamu."


"apa?."


"mendekatlah!." clara tersenyum sinis, lalu berbisik kepada karin.


"kau tahu, aku wanita pertama yang berhasil tidur bersama aksa dan aku wanita pertama yang berhasil mengambil kep*rjakaannya. kau tau, pertama kali dia melakukannya? dia sangat kaku. untung saja aku bisa mengimbanginya, dan membuatnya mahir bermain di atas ranjang." karin yang ternganga karena ucapan clara dengan cepat menutup mulutnya dan mencoba bersikap biasa saja.


"oh selamat nona, kalau begitu saya izin kembali ke ruangan saya" clara kesal dengan respon karin yang biasa saja.


karin segera keluar, sebenarnya dia tidak ingin percaya dengan ucapan clara. namun hatinya juga tidak bisa memungkiri kalau sebenarnya dia begitu penasaran, benarkah apa yang baru saja diucapkan clara kepadanya?


karin yang mengetahui kalau aksa adalah mantan playboy, tidak pernah terlintas di benaknya kalau aksa sudah pernah melakukan hal itu. karin kemudian teringat tentang masa pubertas laki-laki yang pernah dibacanya.


ting! karin merogoh ponselnya, terlihat notifikasi pesan dari aksa.


kamu dimana? karin hanya membacanya


aku ke ruanganmu, tapi kamu tidak disana. angkat telepon ku! lagi-lagi mengabaikan pesan aksa dan mereject panggilannya.


sayang, please. jangan begini.. karin sekali lagi hanya membaca pesan aksa.


aksa yang sedari tadi mondar mondir di dalam ruangan karin, membuat rio hanya mampu menahan nafasnya. rio berpikir, entah kesalahan apa yang ia perbuat sampai bosnya bak setrikaan mondar mandir tidak jelas di ruangannya.


"apa kamu tidak tau kemana karin pergi?."


"tidak pak." ucap rio


aksa menghubungi pengawas cctv perusahaannya, tidak berapa lama dia mendapat kabar kalau karin berada di rooftoop.


dengan langkah seribu, aksa menaiki lift menuju rooftoop. saat diatas, aksa melihat karin sedang menatap nanar langit dibawah terik matahari.


"sayang..." karin menoleh ke sumber suara. aksa menghampiri karin dan hendak memeluknya.


"stop! berhenti disitu!." perintah karin membuat aksa mengangkat kedua tangannya bak pencuri yang sedang terciduk oleh polisi.


"sayang, kamu kenapa?."


"aku ingin sendiri, bisakah abang memberiku waktu?."


"katakan padaku apa masalahnya? bukankah kita berdua sudah sepakat untuk saling terbuka dan tidak memandam masalah?."


karin bingung bagaimana cara dia menanyakan hal yang mengganjal di dalam hatinya. bukan hanya bingung, karin sangat malu membicarakan hal se intim itu.

__ADS_1


"apa abang.....?


__ADS_2