
prang!!!!
"apa yang kamu lakukan?." Fahri membentak Jasmine yang melemparkan piring kearahnya saat dia tiba di ambang pintu rumah.
"harusnya aku yang bertanya mas, apa yang kamu lakukan diluar sana sampai media memberitakan hal sedemikian. aku tidak pernah hadir dalam acara perusahaan karena kamu yang melarangnya. apa salahku?."
"kamu mau tahu? karena kamu tidak bisa memberiku keturunan!." fahri melemparkan jasnya ke sofa
"tidak mas, aku tidak mandul. kamu lihat sendiri hasil pemeriksaan dokter. rahimku sehat, aku baik-baik saja."
"lalu apa buktinya? sampai sekarang kamu tidak bisa memberiku anak. kamu tahu apa artinya? artinya kamu harus mau dimadu."
"mas, jangan gila kamu! aku tidak mau dimadu."
"kalau begitu ayo kita bercerai!."
tubuh jasmine sudah tak bisa berdiri tegak saat suaminya, pria yang tiga tahun lalu menikahinya, pria yang sangat lembut pada awalnya saat ini memintanya untuk bercerai.
mas, kenapa kamu seperti ini? kenapa kamu berubah mas? dulu kamu begitu lembut dan baik. kenapa saat kamu memiliki segalanya, kamu mengabaikanku? dulu, anak tidaklah jadi masalah buatmu. kamu bilang, rela menunggu sampai saatnya kita diberikan kesempatan untuk memilikinya, tapi kenapa sekarang malah seperti ini? jasmine menangis tersedu melihat kepergian suaminya yang sudah berganti pakaian.
"kamu tega mas, kamu tega. dulu aku bahkan meninggalkan pria yang begitu mencintaiku hanya demi kamu, kamu berubah mas!!!! aksa, ma'afkan aku... aku begitu bodoh meninggalkanmu hanya untuk menikahi laki-laki br*ngs*k seperti dia." jasmine meringkuk dibalik selimut dan terus menangis meratapi kesedihannya.
************
Jogja
"rin..."
"iya bu, masuk aja!."
"wah,,, anak gadis ibu prepare banget mau nikah besok."
"ih, ibu apaan sih."
"ini buktinya," bu Rita menunjuk kasur karin yang sudah rapi dengan sprei berwarna pink.
"ya kan udah biasa bu aku ganti sprei kayak gini."
"tapi yang ini beda, kayak ada manis manisnya gitu." bu rita semakin menggoda karin
"ibu.. udah dong jangan godain aku terus."
"eh rin, bener kan omongon ibu. kalo bangun kesiangan, jodohnya om om."
"tapi aku seneng bu dapetnya om om, apalagi kayak abang."
"em, bucin."
karin duduk di samping ibu rita, dan menggenggam kedua tangan ibu yang sudah melahirkan dan membesarkannya penuh dengan kasih sayang.
"makasih ya bu, aku bahagia bisa menjadi anak ibu."
"iya, besok setelah kamu menjadi istri aksa, semua tanggung jawab kami sebagai orang tua akan berpindah kepadanya. artinya, kamu harus patuh kepada suamimu tidak boleh membangkang, harus melayaninya dengan sepenuh hati."
"iya bu, aku akan menjadi istri yang baik buat abang."
"bagus, dan ingat! kamu harus pintar memberikan kepuasan agar aksa tidak jajan diluar sana."
"maksud ibu?."
"karin, karin, kamu itu sudah dewasa masak omongan seperti itu harus ibu jelaskan secara rinci?."
__ADS_1
"tapi, aku benar-benar tidak mengerti bu." karin menjawab dengan wajah polosnya.
"kamu, harus memberikan pelayanan terbaik saat di k*asur." bisik bu rita, membuat kedua pipi karin merona.
"tapi, aku takut bu. dari yang aku dengar kalau pertama kali melakukan itu akan sakit."
"betul, tapi awalnya aja. selebihnya bakal ketagihan." bu rita terkekeh
"astaga bu, ibu membuat otak polosku ternoda."
"makanya, dinikmati saja. jangan dibuat beban, dan segera beri kami cucu yang banyak."
"sudah, jangan dilanjutkan lagi bu!."
"baiklah, kamu istirahat karena besok pagi akadnya jam tujuh, dan tukang rias akan datang jam lima. selamat menikmati malam terakhirmu sebagai seorang gadis, anakku."
bu rita meninggalkan karin yang tergugu di atas kasurnya, akan seperti apa malam pertamanya? apa sakit? karin berulang kali mencoba memejamkan matanya namun terasa sangat sulit.
ting!
-Abang-
aku sudah sampai di jogja, aku di hotel sekarang bersama papa.
-Sayang ku-
syukurlah, kalau begitu abang istirahat! pasti abang capek.
-Abang-
kamu kenapa belum tidur? ini sudah hampir jam dua belas malam
-Sayang ku-
-Abang-
gak usah mikir macem-macem, siapkan mental dan tenaga saja.
-Sayang ku-
abang mesum!!!!
-Abang-
mesum darimananya coba? ketahuan kalo mikirnya kesitu.. 😋
-Sayang ku-
udah, aku mau tidur. selamat malam
-Abang-
selamat malam juga calon makmum.
********
pagi ini, cuaca sangat mendukung acara sakral yang akan dilaksanakan di rumah karin. acara kecil kecilan yang hanya mengundang kerabat dekat dan orang terdekat saja.
aksa, pak arya, mama erin dan riko berangkat dari hotel. sedangkan karin yang sejak tadi subuh di make over, sudah siap dengan pakaian adat jawa. menggunakan riasan paes pada wajah dan kepalanya. karin menggunakan riasan paes basahan, menyesuaikan dengan adat pernikahannya juga.
ia memakai sanggul bentuk bokor mengkurep dengan ditutup rajutan melati. dengan sembilan hiasan diatasnya.
__ADS_1
"sa, biasa aja dong." goda riko di dalam mobil.
"emang gue kenapa?."
"keliatan banget geroginya."
"beneran?."
"iya, eh liat calon bini lo. cantik banget!."
"tau darimana?."
"ini, Kinan ngirim gambar ke gue." dengan cepat aksa merebut ponsel riko, benar apa yang barusan riko bilang. karin terlihat sangat cantik, bahkan terkesan manglingi membuat aksa tidak sabar untuk segera sampai ke rumah karin. tapi, sesaat dia berpikir kenapa malah sepupunya duluan yang melihat foto calon istrinya itu. dengan cepat aksa menghapus foto karin.
"eh buaya, kenapa lo hapus?."
"dia calon bini gue, kenapa lo yang sewot."
"idih, cemburuan akut lo."
pak arya dan mama erin hanya mendengarkan perdebatan dua pria itu, sampai tidak terasa kalau mereka sudah sampai di depan rumah karin.
aksa berkali kali mencoba mengendalikan tangannya yang sedikit gemetar karena gerogi. disambut oleh kedua calon mertua, dan beberapa kerabat karin, aksa tersenyum kearah mereka.
sampai di dalam rumah, sudah ada pak penghulu yang menunggunya. aksa dipersilahkan duduk berhadapan dengannya, didampingi pak arya dan pak santoso.
"nak aksa, apa sudah siap?." aksa mengangguk
"apa perlu berlatih dahulu?."
"tidak pak."
"baiklah, kita mulai ya bapak bapak, ibu ibu dan para hadirin semua." pak penghulupun menjabat tangan aksa.
"bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan engkau ananda Aksa Brixton Hudaverdi dengan Karina Ayu Dewi binti Santoso dengan mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai."
"saya terima nikahnya Karina Ayu Dewi binti Santoso dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"bagaimana saksi? sah?." tanya pak penghulu
"SAH."
"Alhamdulillah, kalau begitu mari kita berdoa agar keluarga baru mereka di ridhoi, menjadi keluarga sakinah, mawaddah warahmah, dikaruniai anak soleh solehah sebagi penyejuk hati mereka."
"amin."
karin didampingi ibu dan ibu mertuanya untuk turun ke lantai bawah, dimana acara sudah selesai. puluhan pasang mata memandang takjub kearahnya. terlebih aksa, yang senyumnya tak memudar sedikitpun.
karin menghampiri aksa, meraih tangannya dan menciumnya, setelah itu aksa mencium pucuk kepala karin.
"finally, sah juga. selamat datang istriku."
"sa, jangan lama-lama lanjutin entar aja di kamar, masih banyak tamu ini." ucapan riko membuat karin menjauhkan tubuhnya.
"mony*t sialan!."
.
.
.
__ADS_1
.
Haii,,,, udah sah aja ni abang Aksa sama Karin. betewe, othor mau nanya buat malam pertama mereka gimana? skip? atau detail? jujur, othor agak deg degan bikinnya... takut kebablasan eh kebablasan, canda kebablasan..😋😋😋