
'bruuuuuuukkk'
clara terjatuh tak sadarkan diri membuat akdhan, aksa dan karin kaget. bukannya tadi dia sangat bersemangat menggoda aksa?
"astaga!!! minuman itu ternyata....." aksa dan akdhan sontak menoleh ke arah karin bingung.
"apa yang dia minum? apa ini alasanmu tadi menyuruhku berteriak berpura pura melihat kecoak?", tanya akdhan, karinpun mengangguk
flashback on
saat clara mengatakan akan ke kamar mandi, karin langsung mengikutinya.
"kamu berikan obat ini pada minuman pria yang berjas disana, dia harus menjadi milikku seutuhnya", ucap clara memberikan serbuk putih kepada seorang waiter dan menunjuk aksa yang berada di mini bar.
"tapi....", waiter tadi terlihat ragu tapi tak dapat dipungkiri ketakutan menyelimutinya.
"ingat, kerjakan dengan baik dan halus. dan satu lagi, kau harus berhasil". dengan seringai licik clara memberikan cek kepada sang waiter dan segera pergi ke kamar mandi.
di kamar mandi karin yang mengikuti clara sedari tadi memperhatikan clara yang sedang merapikan riasannya.
dasar wanita licik!
karin segara pergi ke tempat waiter tadi, dilihatnya sang waiter celingukan melihat kesana kemari. dua gelas yang dibuatnya sama rasanya, namun dengan jeli karin dapat melihat. minuman yang akan diberikan kepada aksa lebih sedikit daripada milik clara.
aku harus menggagalkan rencana rubah itu. tapi bagaimana caranya?
kehawatiran karin semakin menjadi, saat minuman itu sudah berada di dekat aksa dan clara.
akdhan? ya aku harus mengiriminya pesan
dengan cepat karin meminta akdhan menukar gelas yang ada di depan aksa dan clara.
"aaaaaaa" teriak akdhan. membuat aksa dan clara kaget. akdhan menunjuk bagian bawah kursi clara dan clarapun berdiri untuk melihat apa yang ada dibawah kursinya. saat itulah dengan cepat akdhan menukar minuman clara dan aksa.
"hon, minumlah!". dengan cepat aksa meneguk minuman itu, begitu juga clara, seringai licik samar tercetak dari bibir clara. namun, tiba tiba pandangannya sedikit kabur. mencoba tetap fokus namun tidak berhasil. clara jatuh dan tak sadarkan diri.
flashback off
"om, bantu aku mengangkatnya". karin sebal karena aksa tidak membantunya mengangkat clara malah hanya terbengong.
"kenapa tidak kita biarkan saja dia".
"ish, kita memang tidak menyukainya tapi bukan berarti kita tidak memiliki sikap kemanusiaan. bagaimana kalau dia mati?".
itu lebih baik, karena aku tidak perlu repot repot bersandiwara dengannya. batin aksa.
"om, jangan bilang kalo om emang beneran kepengen dia mati?". aksa hanya nyengir kuda dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"ayo kita bawa dia ke apartemennya", aksa mengangkat tubuh clara. entah kenapa hati karin merasa tercubit melihat perlakuan aksa. padahal tadi dia yang mengatakan bahwa kita harus memiliki sikap kemanusiaan. tapi kenapa hatinya terasa sakit saat aksa menggendong clara.
sabar rin, kamu tidak boleh egois. om aksa tidak mencintaimu, tekan perasaanmu. fokuslah membantu arsyi. berkali kali aku meyakinkan hatiku untuk melupakannya, namun saat aku berjuang mati matian, kenapa malah semakin mendekat? karin menyemangati dirinya sendiri dan menyusul aksa yang membopong clara.
"kamu yang mengemudi", aksa melemparkan kuncinya kepada akdhan. karin yang mengikuti mereka, tidak percaya aksa duduk dibelakang dengan clara yang terlihat begitu nyenyak di pahanya. karinpun langsung duduk di depan, disamping akdhan.
sepanjang perjalanan akdhan dan karin tidak berhenti berceloteh, membuat aksa jengah mendengarkan obrolan mereka.
mereka berempat langsung menuju apartemen clara.
__ADS_1
"rin ikut aku!", dengan malas karin mengekori aksa.
"ada apa?", tanya karin ketus. aksa membalikkan tubuhnya menghadap karin. ada apa dengannya? sepertinya tadi baik baik saja? kenapa sekarang jadi ketus begini? aksa memperhatikan mimik muka karin yang terlihat jutek.
"apa kita akan mencari bukti itu sekarang mumpung clara sedang tidur".
"not bad, ayo kita cari!", langkah karin terhenti saat aksa menarik pergelangannya.
"kamu kenapa?", tanyanya lembut.
"kenapa memangnya?". karin balik bertanya.
"kenapa tiba tiba jutek? bukannya dari tadi biasa aja?apa aku punya salah?",
dasar om nyebelin, kenapa pake nanya segala sih? dasar ga peka!om memang tidak mencintaiku.
setidaknya jangan bermesaraan didepanku
"siapa yang jutek? aku biasa aja kok".
"tu buktinya tambah jutek". karin malas berdebat dengan aksa suasa hatinya sedang memburuk. karin segara kembali ke dalam disusul aksa yang menyusulnya.
kenapa wanita sulit sekali dimengerti?
aksa mulai mencari ke setiap sudut ruang tamu tapi menemukan apapun, begitu pula karin yang mencari di kamar clara juga tidak bisa menemukan apapun.
"kamu menemukan sesuatu?",karin menggeleng. aksa juga tidak menemukan pentunjuk apapaun. akan lebih mudah jika clara yang memberitahunya. tapi bagaimana caranya, misi hari ini gagal. mission failed karena ternyata clara memiliki ide licik yang tidak bisa mereka prediksi.
"ayo kita pulang!". ajak aksa. karin mengangguk, sangat melelahkan seharian ini mengikuti clara.
"rin, aku tadi memintamu untuk tidak salah paham mengenai apapun yang aku lakukan terhadap clara, itu murni hanya bagian dari sandiwara kita". hati karin menghangat karena memang dia sangat benci melihat aksa memperlakukan clara. sebenarnya tidak ada hak bagi karin membenci hal itu, namun hatinya menolak tidak bisa.
"em.. tidak masalah. aku biasa aja kok". jawab karin
apa perasaanmu benar benar sudah tidak ada lagi untukku? aksa melihat ke arah karin yang menatap keluar jendela.
"besok kita harus mencari cara lain, ternyata clara sengaja menjebakku agar aku bisa tidur dengannya. apa kau punya ide?".
"aku... ?aku punya". jawab karin
"apa rencanamu?". aksa melirik karin yang sedang menatap takut padanya.
"kenapa menatapku seperti itu?". lanjut aksa
"aku tidak yakin om mau".
aksa menelan ludahnya kasar, apa rencana ini harus dia yang melakukannya? jangan bilang kalau rencana kali ini lebih gila dari yang tadi. datang ke klub dan berniat membuat clara mabuk saja sudah gagal. lalu apalagi sekarang???
"coba katakan! aku akan memikirkannya". aksa berpikir sambil mengelus ujung dagunya yang mulai ditumbuhi jambang halus.
"tapi om jangan marah!", rajuk karin
kenapa firasatku tidak enak begini? aksa memijat tengkuknya.
"kita bicarakan besok saja". karin mengangguk, karena tidak ada pembicaraan diantara mereka, karinpun mulai menguap.
"kita main tebak tebakan", ajak aksa, karin melongo tapi supertinya seru
__ADS_1
"oke". karin bersemangat
"yang menang, boleh meminta apapun yang dia mau." ucap aksa
"oke siapa takut. om duluan!".
"ada ayam lima di kali dua. berapa semuanya?".
"haha.. ya lima dong om. kan yang di kali dua di darat tiga". jawab karin cepat
"ternyata itu tebakan lawas ya, sekarang kamu!". ucap aksa
"apa huruf kelima dalam 'abjad?".
"itu mah gampang, E kan? eh bukaaaann". teriak aksa
"jawabannya D". aksa tertawa setelah ia tersadar dengan jebakan karin
"kenapa orang mati merem?", tanya aksa
"orang mati semua merem kali om."
"gak tau ya jawabannya....".goda aksa
"ish, tunggu dulu".
"aku hitung sampai tiga".
"ya kalo mati meremlah. kalo gak merem berarti masih hidup". jawab karin
"salah. satu... dua..."
"aaaa. om curang".
"tiga.... gak tau kan. berarti aku menang", ucap aksa. karin hanya mengangguk pasrah
"okelah. om mau apa?".
"bakal dikabulin?". tanya aksa
"kan tadi juga gitu bilangnya. yang kalah harus nurutin semua kemauan yang menang, tapi jangan minta yang sulit sulit om". pinta karin memelas
CUP
aksa mencium kening karin, membuat karin melotot.
"om!!!!!!".
ma'af ya temen temen belum ngasih visual karin, agak sulit nyarinya karena karin anak Indo tulen, bukan kayak si om yang bule.
hehhehe..
jangan lupa follow IG aku yah @anim_ainiyah
selamat menunaikan ibadah puasa buat kalian yang menjalankan..💜💜💜
__ADS_1