JANGAN SENTUH WANITA KU

JANGAN SENTUH WANITA KU
ceo galak


__ADS_3

"Bagaimana ini? " tanya Sofi pada sahabatnya Maya.


"Aku bisa menebak apa yang saat ini kau pikirkan " jawab Maya singkat.


"Pekerjaan ini menumpuk, aku harus menyelesaikannya akhir minggu ini, kenapa harus aku " ucap Sofi.


"kalau bukan kau siapa lagi, kau kan asisten tuan Leon " ucap Maya.


"Dimana dia, pasti saat ini dia sedang asik bermain dengan jelang-jelang itu" ucap Sofi.


"Siapa yang kau maksud".


Sebuah suara mengejutkan mereka, perlahan Sofi menoleh kebelakang dan di dapati Leon sedang memandangi nya dengan tatapan yang cukup menakutkan.


"Tuu.. tuan ".


"Kamu keruangan ku sekarang " titah Leon seraya berjalan pergi.


"Aahhkkkk.....!! masalah baru lagi " seru Sofi mengacak acak rambutnya, dengan terpaksa dia berjalan lesu keruangan Leon, sesampainya di ruangan dia berdiri diam kikuk di depan pintu.


"Kemari dan duduk" ucap Leon.


Sofi dengan lesu mengikuti kemauan Leon berjalan ke arah kursi dan duduk dengan menatap Leon.


"Siapa namamu? " tanya Leon.

__ADS_1


"Sofi anavita".


"Aku baru tau, perusahaan seterkenal ini mempunyai karyawan sepertimu, membicarakan atasan saat jam bekerja " cetus Leon, Sofi hanya diam jantungnya bedugup kencang, dia takut kalau dia akan di pecat karena hal itu, padahal dia sangat membutuhkan uang untuk melunasi hutang almarhum ayahnya.


"Maaff tuan " ucap Sofi.


"Kau layak di hukum temui aku di alamat itu " ucap Leon seraya memberikan sebuah kartu ke pada Sofi.


"Sekarang kau boleh keluar " ucap Leon.


"Baiklah" jawab Sofi seraya berjalan keluar.


Sofi kembali ke meja kerjanya duduk sambil memandangi kartu alamat yang di berikan Leon tadi.


"Entah bahaya apa yang akan aku hadapi sekarang ini hufft..!!!, aku seperti berdiri di atas duri " seru Sofi.


"Alay sudah lanjutkan pekerjaan mu atau kau akan di telan hidup -hidup oleh tuan, jangan lupa kita punya ceo yang galak" seru Maya.


Dengan wajah yang tertekan Sofi melanjutkan lagi pekerjaannya, hari mulai beranjak malam perlahan tumpukan dokumen selesai di kerjakan oleh Sofi, setelah membereskan semuanya dia meraih tasnya dan pulang, kali ini dia pulang sendiri karena Maya pulang di jemput oleh pacarnya, demi menghemat biaya kos, dia menyewa kos bersama dengan Maya.


Setiba di kos, dia di kejutkan oleh mobil yang terparkir di depan kosnya


"Siapa itu tidak mungkin itu Maya setahuku mobil pacarnya tidak seperti itu "cetus Sofi dalam hati .


Dia beranjak masuk dan di dapati wanita yang ia benci sedang duduk di Sofa ruang tamu, yah Mika ibu kandungnya.

__ADS_1


" Sedang apa anda disini"cetus Sofi.


"Bukankah tidak sopan bicara begitu dengan ibumu " ucap Mika.


"Ibu ck, anda terlalu naif, benarkah anda seorang ibu, jika benar seorang ibu tidak akan tega membuang anak kandungnya darah dagingnya sendiri hanya untuk harta dan seorang pria berengsek" jawab Sofi.


"Dasar anak tidak tahu diri, harusnya kau berterimakasih tanpa aku kau tidak akan ada di dunia ini" cetus Mika.


"Harusnya anda seorang nyonya tidak pantas bukan berada di kos kecil seperti ini, tentu anda boleh pergi pintunya masih di tempat yang sama " ucap Sofi.


ucapan Sofi membuat Mika kesal dan menampar nya, tepat saat itu kelvin Asisten(orang kepercayaan Leon) melihat hal itu.


"Permisi" seru kelvin.


Mika tercengang lalu beranjak pergi dari rumah Sofi, Sofi masih terdiam di tempat.


"Nona boleh lah saya masuk" ucap Kelvin.


"ya".


kelvin pun masuk dan duduk di sofa menjelaskan kedatangannya, dia datang di suruh Leon untuk mengantar baju, sepatu dan beberapa riasan yang harus di pakai Sofi untuk besok.


"Letakkan saja itu di sana, dan tinggalkan aku sendiri" ucap Sofi.


kelvin yang menyadari keadaan tidak memungkinkan pun bergegas pergi.

__ADS_1


__ADS_2