
setelah Leon pergi Sofi mengajak Maya beristirahat sejenak Sofi menyeduh teh yang biasanya ia minum dengan Maya saat di kos dulu ,keduanya duduk di balkon sambil mengenang masalalu.
"Bahkan aku tidak menyangka kalau kau akan secepat ini menikah " ucap Maya. memulai pembicaraan sambil meminum teh yang di buat Sofi.
"Aku sendiri tidak percaya akan hal itu, bahkan aku tidak yakin bisa sejauh ini melangkah mengambil keputusan, Maya apakah yang aku lakukan salah" ucap Sofi.
"Tidak benar dan tidak salah, aku tidak yakin dengan ucapan ku, tapi entah kenapa aku merasa tuan Leon memperlakukan kamu sepesial dari pada yang lain, apa kamu tidak menyadari hal itu" seru Maya dan dibalas celengan kepala dari Sofi.
"Kita sudah lama bekerja di perusahaan itu kau harusnya juga tau, bukan sembarangan wanita boleh mendekati apa lagi menyentuh tuan,orang yang berani melakukan itu siap -siap untuk lenyap, tapi tatapan tuan saat menatapmu itu berbeda perhatiannya juga berbeda " ucap Maya.
"Kau hanya mengarang cerita " jawab Sofi.
"Itu menurutku entah kamu percaya atau tidak itu terserah kamu, dan apa kau ada acara? " tanya Maya.
"Yah, besok wanita itu mengundangku ke ulang tahun Lani awalnya aku tidak ingin datang tapi tuan bilang kalau aku harus datang " ucap Sofi.
"Apa kau lupa kejadian masalalu dimana kamu di permalukan layaknya sampah oleh keluarga itu " ucap Maya.
"Kau bodoh, bagaimana aku bisa lupa dengan hal itu " ucap Sofi.
"Kalian tenang saja kali ini Leon pasti punya rencana " ucap Roy yang tiba -tiba muncul di belakang keduanya,Maya yang kaget memukul kepala Roy cukup keras hingga terasa.
"Aduhh....!!"
"Bodoh kau ini mau buat kita jantungan apa gimana " seru Maya.
"Loh Roy kau balik lagi ada apa , apakah ada barang mu yang tertinggal " tanya Sofi.
"Bukan barang ku, tapi nyawaku hampir tercabut karna suamimu , dia menelfon ku hingga ratusan kali mengirim pesan, karna aku abaikan dia datang ke rumah ku dan mengamuk hingga meja patah, bukan hanya itu dia bahkan mencabik -cabik wajahku " ucap Roy.
"Oh" jawab Sofi dan Maya secara bersamaan.
"Oh oh oh hanya itu, Tuhan cabutlah nyawaku "seru Roy.
"Memangnya ada apa " tanya Sofi.
"Dia memintaku mengantarmu belanja, alasan aku menolak adalah aku sangat takut kau akan jatuh cinta pada ketampanan ku ini, wajarlah ketampanan ku ini sudah tidak bisa di ukur, takutnya kamu terpesona dan malah menceraikan Leon, sebagai sahabat yang baik aku tidak ingin itu terjadi " oceh Roy.
__ADS_1
"Oy oy jangan bicara ngelantur siapkan saja mobilnya kami akan bersiap-siap"cetus Maya, Maya menarik tangan Sofi masuk kedalam kamar me. buka koper besar yang sudah di siapkan.
" Sejak kapan koper itu ada di atas sana"cetus Sofi.
"Sudah kurangi bicara percepat tindakan, sana ganti baju gak usah dandan ntar malah di telan hidup-hidup sama Leon" ucap Maya seraya berjalan keluar menghampiri Roy membawakan secangkir kopi.
"Aku gak tau kamu biasanya minum apa jadi aku buatin ini" ucap Maya.
"Hmm" jawab Roy, Maya menyerit menunduk memandangi wajah Roy.
"Kenapa " tanya Maya.
"Entahlah firasat ku tidak enak " ucap Roy meraih hpnya dan mengotak atik dia mengirim pesan pada seseorang, Maya pun tidak tau siapa orangnya .
Beberapa saat kemudian Sofi keluar dari kamar dan menghampiri Roy dan maya yang saling membisu itu.
"Sudah nih" ucap Sofi.
"Ya udah ayok " jawab Roy seraya menarik tangan Maya, Sofi terdiam sesaat melihat Maya yang di gandeng oleh Roy dia pun dengan cepat tersadar dari lamunan dan menyusul keduanya.
"Maaf aku salah pegang aku kira tadi Sofi" ucap Roy.
"Dasar bodoh" ucap Maya yang langsung masuk ke dalam mobil, diikuti oleh Roy dan Sofi, melihat Maya cemberut Sofi terkekeh mencolek pipinya.
"Kamu cemburu yah, jangan cemberut gitu dong" goda Sofi.
"Idih siapa juga yang cemburu pacar aku lebih ganteng" ucap Maya, membuat Roy melirik nya dari kaca mobil.
"Iya iya deh pacaran mulu di nikahin enggak " goda Sofi.
"Sofi ihh iya, iya penganten baru " Maya tak mau kalah.
"Kalian diem bisa gak" ucap Roy , sesaat keadaan mulai hening Roy melaju mobil menuju pusat perbelanjaan atau bahasa kekinian nya Mall, memang ini bukan pertama kalinya bagi Sofi ke mall dulu dia pernah ke mall berasama dengan Muka yang sedang Shoping.
Perjalanan yang di tempuh tidak lama beberapa saat saja tidak terasa mereka sudah sampai di mall Roy memarkirkan mobil di parkiran VIP yang hanya untuk Bos besar saja, setelah urusan parkir selesai mereka bertiga masuk ke dalam.
"Mau kemana dulu" tanya Roy.
__ADS_1
"Baju lah itu kan yang paling penting" ucap Maya.
"Kalian bisa kan belanja sendiri soalnya aku laper mau makan " ucap Roy.
"Serahkan saja padaku" ucap Maya yang langsung menarik Sofi ke sebuah toko baju yang mewah, ketika mereka masuk pelayan menatap mereka dengan tatapan yang meremehkan.
"Cari apa yah di sini gak ada barang diskon hanya ada barang import" ucap pelayan itu dengan ketus, hal itu benar -benar membuat Sofi tidak nyaman.
"Kami mau baju untuk ke pesta tenang kami punya uang" jawab Maya.
"Maaf yah di sini itu mahal -mahal " ucap pelayan itu, pandangan Sofi tertuju pada gaun yang terletak di kaca mewah , pelayan itu menyadari kemana arah pandangan Sofi.
"Itu gaun sangat mahal di buat oleh perancang nomer satu, menjual ginjal pun kamu tidak akan mampu" ucap pelayan ketus.
"Maya kita pergi saja yuk " ucap Sofi
"Eh mbak gak usah sombong gitu kenapa sih, kalau kami kesini mau beli berarti kami punya uang " ucap Maya.
"Sudah Maya kita pergi saja " ucap Sofi.
"Kenapa" tanya Roy yang muncul tiba-tiba.
"Orang ini gak mau ngasih gaun yang di mau Sofi " jelas Maya.
"Memang kenapa " tanya Roy melirik karyawan itu.
"Barang disini mahal -mahal tidak ada kata murah, apalagi dari tadi dia melirik baju yang ada di kaca itu, dari desainer terkenal" cetus Karyawan itu.
"Kau kira kau itu bicara dengan siapa, kau kira wanita di depanmu itu wanita sembarangan " ucap Roy.
"Alah lihat saja pakaiannya itu kumuh pasti tidak punya uang" ucap Karyawan itu.
"Sudah Roy sebaiknya kita pergi dari sini " ucap Sofi.
"Ya sudah sana pergi hus hus" seru karyawan itu.
"Tunggu Sofi, aku sudah merekam semuanya dan dalam hitungan detik suamimu akan kesini" ucap Roy tersenyum licik.
__ADS_1