
Leon membawa segelas air putih dari dapur berjalan menuju sofa di mana Sofi berbaring dalam keadaan yang masih pingsan.
Sedikit demi sedikit Maya mencoba menyadarkan Sofi, dengan mengoleskan minyak angin ke hidung dan perutnya dan akhirnya Sofi sadar juga.
"Akhirnya sadar juga " seru Maya, bernafas lega.
"Au sakit " rintih Sofi sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sedikit berat .
"Berbaring saja jika masih tidak enak " ucap Maya.
"Aku di mana? " tanya Sofi.
"Kau di rumah " jawab Maya, sembari menceritakan apa yang baru saja terjadi.
"Bodoh, harusnya aku tau dia tidak mungkin sebaik itu " ucap Sofi.
Leon berjalan mendekat dan memberikan segelas air untuk Sofi, Sofi meraih gelas itu dan meneguk air putih segar dari Leon.
Setelah minum, Sofi meletakan gelas di meja, sedangkan Leon berjalan mendekat dan duduk di sofa tepat di samping Sofi.
Leon duduk, sambil memijit sedikit demi sedikit kepala Sofi agar lebih rileks, Sofi yang kebetulan saat itu memang sakit kepala merasa ke nikmatin ketika Leon memijit kepalanya, karna enak dia menyenderkan kepalanya di tubuh Leon.
"Kalau gitu saya kembali ke kantor tuan " ucap Maya.
"Oke " jawab Leon yang melirik Roy dengan sigap bersiap.
"Aku antar " ucap Roy.
"Memangnya tidak merepotkan?" tanya Maya.
"Gak pernah " jawab Roy cepat.
Leon terkekeh sambil terus memijit kepala Sofi, sambil memandangi kepergian Maya dan Roy.
Setelah Maya dan Roy pergi Leon merangkul tubuh istrinya yang masih lemas.
__ADS_1
"Mau ke dokter? " tanya Roy.
"Enggak tuan aku kan cuma pusing" ucap Sofi.
"Kamu , mulai sekarang berhenti panggil aku tuan Oke" ucap Leon.
"Bagaimana bisa, orang lain aku curiga jika aku tidak begitu''ucap sofi.
"Kalau depan banyak orang sih terserah tapi kalau lagi berdua gak boleh "ucap Leon.
" Heh kok gitu sih "ucap Sofi.
Leon memeluk erat tubuh Sofi sambil berbisik pada nya.
"Aku cinta kamu" ucap Leon yang langsung beranjak pergi masuk ke dalam kamar.
Sofi sedikit bingung kenapa, hingga ia tersentak menyadari apa yang di ucap Leon tadi.
Dia berjalan ke arah kamar memastikan apa yang di ucapkan Leon barusan apakah ia salah dengar atau memang kenyataan.
"Tuan " ucap Sofi.
"Kamu manggil siapa " cetus Leon .
Sofi mengingat apa yang di ucapkan Leon beberapa menit yang lalu, mendadak pipinya memerah, dia memikirkan apa dan harus manggil dengan sebutan apa?itu yang ia pikirkan.
"Anu yang tadi ka,, mu ucap, itu benar " seru Sofi.
"Yang apa? " tanya Leon.
"Kalau tuan, ah Mksdx kamu mencintai ku" ucap Sofi.
"Aku tidak ingin mengulang kata yang baru ku ucap " seru Leon melepas sepatu dan kaos kakinya.
"Tapi aku tidak mendengar dengan benar " ucap Sofi.
__ADS_1
"Mau bukti " cetus Leon seraya berjalan mendekat ke arah Sofi.
Leon menggendong tubuh mungil Sofi dan merebahkan di kasur mencium kening Sofi , turun ke pipi , hidung dan bibir Sofi.
Leon buas seperti biasa jika dalam urusan ******* bibir, sambil perlahan membuka baju nya.
Di tengah-tengah adegan itu Leon berhenti dan menatap Sofi.
"Sofi" ucap Leon,pertama kali Leon menyebut nama Sofi.
"Hmm" jawab Sofi.
"Aku ingin kau juga menikmatinya, bukan melakukannya karna terpaksa oleh ku, melakukan itu seharusnya berdasarkan kenikmatan tidak adil jika aku saja yang menikmatinya sedangkan kau terpaksa, jadi aku tidak akan memaksa mu lagi " ucap Leon seraya beranjak turun dari kasur dan menuju kamar mandi.
"Leon " cetus Sofi dengan bibir kakunya, akhirnya dia menyebut nama itu.
Leon berhenti melangkah, berbalik karna namanya di sebut oleh Sofi.
Perlahan Sofi bicara dengan berbalik wajah, merasa malu menatap ke arah Leon.
"Aku,,, aku,, aku tidak terpaksa melakukannya "ucap Sofi terbata-bata, melihat wajah Sofi begitu Leon menjadi mesum berbalik kembali menatap Sofi.
" Kau panggil aku apa tadi "ucap Leon.
" Aku lupa"cetus Sofi.
Leon tersenyum dan kembali aktif seperti sebelumnya .
Singkat cerita olahraga ranjang terjadi di sore itu lemas letih bercampur bahagia Leon rasakan di sore itu.
Setelah olahraga ranjang Leon meraih hpnya menelfon Kevin menyiapkan semua yang di perlukan untuk berangkat ke pesta ulang tahun.
Senyum ciri khas Leon terukir saat itu, rencana rupanya di susun rapi oleh Leon.
thor:bucinnya mulai kelihatan yah , gimana tuh , emangnya rencana Leon apa sih
__ADS_1