
Marsel adalah anak pertama Martin suami baru Mika, diketahui sejak kecil Marsel di besarkan di luar negri sehingga tidak pernah kelihatan, Marsel dan Sofi pernah bertemu saat Mika mengajak Sofi jalan-jalan,itu sudah sangat lama dan terakhir kali bertemu saat Mika mengundang Sofi ke acara ulangtahun Reni(anak kedua Martin), disitu Sofi di permalukan bahkan Mika tidak sudi membela Sofi, hanya Marsel yang mau menerima Sofi dan entah kenapa Marsel malah jatuh cinta, karna hal itu Marsel sempat ingin memperkosa Sofi hal itu meninggalkan kesan buruk buat Sofi.
"Siapa dia " tanya Leon.
"Bukan siapa-siapa" jawab Sofi, Marsel berjalan mendekat ke arah Sofi dan menarik tangannya.
"Singkirkan tanganmu" cetus Leon.
"Kau siapa berhak mengatur ku " jawab Marsel.
"Aku ".
"Sudah sebaiknya kita pergi" Sofi memotong ucapan Leon dan menarik Leon kembali ke rumah sakit, setiba di rumah sakit dan kembali ke ruangan nampak Maya membantu Roy mengompres lebam di pipinya, Leon menatap sekilas kalau berbalik tidak ada rasa bersalah sedikit pun.
"Oy tidak kah kau ingin minta maaf" cetus Roy.
"Lemah begitu saja sudah tumbang, bagaimana kau bisa menjaga istrimu nanti, Maya sebaiknya kau jauh-jauh dari dia, aku tidak yakin kalau dia itu pria " cetus Leon, Roy geram memukul kepala Leon.
"Oy sakit bego " cetus Leon.
"Sini maju, kalau kau kalah ceraikan Sofi" ucap Roy.
__ADS_1
"Mimpi saja sana" ucap Leon.
Sofi terkekeh melihat tingkah kocak Leon dan Roy sedangkan Maya berbisik pada Sofi karna dia tidak paham dengan ke adaan saat ini.
"Sofi kau dan tuan sudah menikah" tanya Maya, Sofi mengangguk Maya tersentak saat itu pipinya memerah seketika.
"Rumah akan sepi jika tidak ada kau " ucap Maya.
"Bagaimana jika aku temani" cetus Roy.
"Eeeeeto tidak perlu, aku berani sendiri kok di rumah" ucap Maya.
"Lalu kau akan tinggal di mana?" tanya Maya ada Sofi dan di jawab Leon.
Maya mengangguk tanda paham dengan apa yang di ucapkan Leon , suasana di dalam ruangan itu menjadi hening saat jam menunjukan pukul 14.13 perut Sofi berbunyi dia lapar saat itu, Leon terkekeh lalu menarik tangan Roy keluar dari ruangan dan beranjak mencari makanan karna Leon tau Sofi jenuh makan bubur di setiap harinya, karna dokter bilng keadaannya sudah membaik Leon beranjak mencari makanan yang enak di luar, sekalian untuk makan bersama.
Leon dan Roy tiba di sebuah restoran mewah dan tanpa ragu dia masuk dan memesan makanan banyak untuk di bungkus, sembari menunggu dia dan Roy minum secangkir kopi bersama, dan matanya tertuju pada seseorang wanita dengan anak laki-laki yang ia benci mereka adalah istri/pelakor yang merebut ayahnya dari mamanya, dan anak laki-laki nya Hans tangan Leon mengepal sempurna musuh yang sangat ia benci itu kini menampakkan diri lagi dihadapannya.
Dengan langkah penuh amarah Leon menghampiri dan menonjok Hans, dia sangat benci dengan kakak tirinya itu andai Hans tidak ada mungkin Ayahnya masih bersama irma.
"Bang**t " pekik Hans membalas tonjokan itu, Hans terpekik melihat ternyata itu Leon.
__ADS_1
"Cih rupanya adik tidak tau diri sepertimu yang menyentuhku" cetus Hans.
"Siapa yang kau maksut bajingan, yang tidak tau diri itu siapa kau dan ibumu".
"Leon, jangan begini kita ini keluarga juga" ucap wanita itu tanpa rasa bersalah sedikit pun.
"Keluarga apa, kau itu pelakor, kau wanita murahan kau ".
Roy menarik tangan Leon dan mendekap nya, dia meminta Hans membawa ibunya pergi.
"Cih".
setelah Hans dan wanita itu pergi makanan yang dipesan sudah siap Roy membayarnya dan menarik Leon kemabli ke rumah sakit, setiba di rumah sakit Sofi dan Maya yang saat itu sedang asik bercanda di buat terkejut melihat pipi Leon lebam.
"Tuan " pekik Sofi turun dari ranjang dan menghampiri Leon, saat itu tatapan Leon kosong.
"Apa yang terjadi " tanya Maya ikut panik.
Roy pun menceritakan semuanya pada Sofi dan Maya, setelah mendengar hal itu Sofi mengusap lembut kepala Leon.
"Tak apa tuan, masih ada aku kok " ucap Sofi.
__ADS_1
Mendadak Leon merangkul Sofi dan menangis sesenggukan di pelukan Sofi, pemandangan ini langka sekali , melihat Leon menangis itu mustahil bagi orang lain, tapi kini Leon menangis di depan seorang gadis, Roy mencolek Maya dan mengajaknya keluar ruangan dan membiarkan Sofi di dalam untuk menenangkan Leon.