JANGAN SENTUH WANITA KU

JANGAN SENTUH WANITA KU
AWAL DARI SEMUA


__ADS_3

Tepat jam 10 malam Maya pulang dan mendapati Sofi menangis di sofa, Maya langsung menghampiri dan memeluknya dia juga melihat memar di pipi Sofi.


"Ada apa Sofi kenapa kamu menangis? "


"Wanita itu kemari" jawab Sofi, Maya pun menyadari siapa yang di maksud oleh Sofi karena mereka sudah bersahabat sejak kecil.


"Maaf, harusnya aku menemani mu " ucap Maya.


"Sudahlah lupakan saja, aku lelah dan ingin istirahat" ucapnya seraya beranjak ke kamar mandi membersihkan badannya.


setelah selesai mandi, saat hendak masuk ke dalam kamar, Sofi teringat akan barang yang di bawa kelvin, dia kembali duduk di sofa dan melihat barang itu.


Ia sedikit terkejut melihat isinya, baju dan sepatu itu mahal-mahal dia menemukan secarik kertas di selipan baju.


(pakai ini untuk menemuiku besok, ini salah satu hukuman jika kau tidak mau kau aku pecat)


"Sial, sial, sial bos macam apa dia menindas karyawannya " seru Sofi mengacak-acak kertasnya lalu membuangnya.


Dia beranjak masuk kamar dan tidur di samping Maya yang sudah lelap tertidur bahkan sampai mendengkur, berbeda dengan Sofi yang masih membuka matanya, sulit baginya tidur dengan lelap ketika bertemu dengan Mika,Sofi menutup matanya mengingat kejadian 12 tahun yang lalu saat ia berusia 10 tahun.


(12tahun lalu)


"Aku lelah hidup miskin " ucap Mika.


Sofi menyaksikan sendiri kedua orang tuanya bertengkar hebat, karena hutang ayahnya yang semakin menumpuk.


"Bukankan semua hutang itu karna kamu yang selalu mementingkan shoping dan hidup seperti orang kaya, kamu selalu menuntut ku banyak uang kau tau sendiri pekerjaanku di bengkel bagaimana bisa memenuhi kebutuhanmu seperti orang kaya itu".


"Aku mau kita cerai mas Sofi ikut sama aku " ucap Mika.


Disaat itu juga penyakit jantung ayahnya kambuh dan harus di rawat di rumah sakit,selama ayahnya sakit, Sofi kecil lah yang merawatnya sedangkan Mika sibuk berkencan dengan Martin.


Hingga pada suatu hari Ayahnya, dinyatakan meninggal, Sofi terpukul jelas ditinggalkan seorang Ayah yang ia sayangi siapa yang tidak sedih.

__ADS_1


Kesedihannya bertambah ketika ibunya memutuskan untuk menikah dengan pria itu ,padahal Ayahnya baru saja meninggal dan kejamnya lagi keluarga itu tidak menerima Sofi dengan alasan sudah mempunyai 2 anak perempuan, dan di situlah ibunya Sofi meninggalkan Sofi menitipkan pada orangtua Maya.


Setiap bulan Ibunya memberi uang namun selalu di tolak oleh orang tua Maya dengan jawaban "Kami mampu merawatnya tanpa bantuan wanita seperti itu".


####


Jika di ingat itu menyakitkan dan membuat Sofi menangis lagi, tapi Sofi bukanlah wanita yang lemah, di tengah malam itu dia beranjak ke dapur membuat teh lalu duduk di sofa dengan pikiran yang kemana-mana.


"Ayah aku lelah...." lirihnya dan perlahan dia tertidur di sofa.


###


"Sofi bangun ini sudah pagi, tidak biasanya kamu bangun terlambat " ucap Maya, Sofi terpenjat kaget dia pun langsung melihat rupanya sudah jam 7 , sedangkan jam 8 dia harus sudah menemui Leon.


"Wahh gawat aku akan terlambat" pekik Sofi seraya bergegas mandi lalu bersiap, melihat Sofi yang sibuk berdandan , Maya sedikit heran karena tampilan Sofi benar-benar berbeda dari yang biasanya.


"Wah apa kau ingin berkencan, dari mana semua itu, baju mahal, sepatu mahal dari mana kau dapatkan benda itu, dengan siapa kau pergi" tanya Maya.


"Tuan Leon" jawab Sofi.


"Tutup mulutmu, aku sendiri bahkan tidak tau dia ingin apa, dia hanya menyuruhku datang ke alamat yang ia berikan itu " ucap Sofi.


"Dimana ? " tanya Maya, Sofi menunjukan kartu yang di berikan Leon kemarin, lagi -lagi Maya terkejut.


"Hooohhh.....!! itu kan rumah tuan " Jawab Maya, ketika Sofi hendak bicara, ucapannya terhenti karena Kelvin mengetuk pintu rumah Sofi


"Maaf nona tuan meminta saya untuk menjemput anda " ucap Kelvin.


"Oh benarkah merepotkan sekali, kalau gitu aku berangkat ya Maya kamu hati-hati, jangan lupa kunci semua pintu dan jendela saat kamu berangkat kerja nanti " ucap Sofi seraya berjalan menuju Kelvin yang sedang menunggunya.


"Sudah siap nona".


"Sudah " jawab Sofi.

__ADS_1


Mobil pun melaju menuju rumah Leon, letak rumah Leon lumayan jauh dari kantor dan rumahnya.


("Untuk apa memberikan alamat jika dia malah menyuruh orang menjemput")


Selama perjalanan Sofi memandangi sekeliling dan ia baru menyadari kalau pemandangannya sangat indah, rupanya Leon memilih rumah jauh dari kota dan banyak pepohonan di sepanjang jalan, benar-benar pemandangan yang indah.


Setelah menempuh perjalanan lumayan lama akhirnya sampailah mereka di rumah Leon, Sofi tertegun sesaat melihat rumah Leon, rumahnya besar dan juga rapi pemandangan diluar terhubung langsung dengan indahnya pantai.


"Mari nona tuan sudah menunggu " ucap Kelvin , Sofi mengangguk dan berjalan mengikuti Kelvin, nampak saat dia masuk Leon menunggunya di ruang tamu.


"Lambat " cetus Leon.


"Hehee maaf tuan tadi aku bangun kesiangan" ucap Sofi.


"Alasan, cepat kemari ikut aku" ucap Leon seraya berjalan ke arah meja makan , Sofi pun mengekorinya mengikuti kemana Leon pergi.


"Duduk" titah Leon, Sofi manggut-manggut lalu duduk di kursi samping Leon, saat Sofi sudah duduk pelayan pun membawakan makanan mewah ke meja makan.


"Makan" ucap Leon.


"Tidak- tidak aku tidak lapar tuan".


"Ini hukuman, cepat makan".


("Memangnya ada hukuman seenak ini "cetus Sofi dalam hati) Sofi meraih sendok dan melahap makanan yang ada di depan matanya itu.


" Enaaakkkk.....!! "cetus Sofi melanjutkan makanannya.


" Bocah"gumam Leon lirih.


"cepat selesaikan makan mu siang ini kita akan pergi ke suatu tempat " ucap Leon.


"Kemana".

__ADS_1


"Jagan banyak tanya selesaikan makan mu segera makan kau akan tau".


__ADS_2