JANGAN SENTUH WANITA KU

JANGAN SENTUH WANITA KU
otw singapura


__ADS_3

keesokan paginya seperti biasa Sofi lebih awal bangun dari pada Leon, dia mengalihkan tangan leon yang memeluk erat tubuhnnya.


Lalu di beranjak ke mandi dan mempersiapkan bajunya dan beberapa barang yang akan ia bawa ke singapura hari ini.


Dirasa semua sudah ia siapakan dari baju dan lain sebagainya dia beranjak keluar kamar dan menuju dapur nampak saat itu Irma dan Maya sedang berada di dapur.


"Eh kalian tidur disini yah, " seru sofi ada Maya saat menuruni anak tangga.


"Ya mau gimana lagi lagian jarak gak terlalu jauh jadi gak masalah buat aku , kamu pagi -pagi udah rapi aja mau kemana,? " tanya Maya.


"Aku ikut kesingapura hari ini, " jawab Sofi.


"Sebegitu paniknya ya takut lepas tuh, " goda Roy yang baru muncul dari balik kamar tamu.


"Apanya, aku tuh ikut karna dia yang mau bukan karna aku yang mau ikut, " jelas Sofi seraya membantu Irma menyiapkan piring untuk sarapan.


"Alasan aja bilang aja panik nanti Leon tergoda sama cewek disana, kan cewek-cewek sana cantik semua bening-bening gimana gitu, " cetus Roy.


"Kenapa gak kamu aja yang pergi ke sana, heran banget dari kemarin yang di bahas cewek sana mulu, " sahut Maya.


"Mampus," cetus Sofi.


Beberapa saat kemudian nampak leon yang baru bangun sedang berjalan menuruni anak tangga menghampiri Sofi.


"Pagi, " sapa Leon.


"Mmm"


Tanggapan Sofi pada Leon masih sama seperti sebelum nya cuek dan ngambek, alasan utama Sofi memutuskan untuk ikut adalah dia sangat penasaran dengan gadis itu.


"Udah dong jangan ngambek gitu kan udah minta maaf, " rengek Leon.

__ADS_1


"Siapa yang ngambek, udah bantuin mama nyiapin ini sana, " titah Sofi.


"puuffttt..!!! "


Roy terkekeh karna melihat Leon yang di suruh -suruh oleh Sofi padahal dulu tidak ada yang berani menyuruh dia.


Setelah semua makanan siapa mereka berkumpul di ruang makan dan sarapan bersama layaknya keluarga, Sofi merasa seneng karna meskipun ia tidak dapat merasakan kehangatan keluarga kandungnya setidaknya dia merasakan kehangatan keluarga Leon.


Setelah selesai sarapan Leon beranjak mandi sedangkan Sofi mencuci piring di bantu oleh Maya.


"Hei Sofi "seru Maya.


"Iya kenapa, " jawab Sofi.


"Gimana perasaan kamu padanya,? " tanya Maya.


"Maksudnya " jawab Sofi pura-pura gak tau.


Hati Sofi tergertak dengan perkataan Maya, karna mau di tutupi bagaimanapun Sofi tidak dapat membohongi dirinya kalah pada kenyataannya dia menyukai Leon.


Setelah mencuci piring mereka berdua duduk di ruang keluarga bersama Irma dan Roy mengobrol santai sambil menunggu Leon.


"Sofi jaga diri di sana yah mama khawatir kalau kamu kenapa-napa di sana, " seru Irma.


"Mama tenang saja, aku bakalan jaga diri baik -baik kok " jawab Sofi.


"Anggap aja tante ini bulan madu mereka supaya cepet dapat dede bayi, " seru Roy.


"Betul banget pernikahan kalian udah lama gak ada rencana mau cepet punya anak,? " tanya Irma.


"Belum ma, lagian kita kan baru jalani satu bulan belum ada kepikiran kesitu, " jawab Sofi.

__ADS_1


"Mangkanya suruh Leon gercep masa kalah sih sama karyawannya udah ada yang punya anak, " seru Roy.


"Dari pada kamu gak nikah-nikah perjaka tua, " sahut Leon saat menuruni anak tangga dan mendengar ucapan Roy.


"Yeh malah ngejek balik, aku sih siap 86 Leon tapi yang jadi masalah itu betinanya yang belum mau, " jawab Roy melirik ke arah Maya , Maya yang menyadari arah lirikan Roy mendadak menjadi salting.


"Udah -udah kenapa jadi bahas itu sih, kamu udah siap, " ucap Sofi pada Leon.


"Udah dong gimana udah ganteng kan, " ucap Leon.


"Sama aja " jawab Sofi seraya menari koper bajunya berjalan keluar di iringi dengan Roy yang terkekeh bersama Maya.


Leon tampak lesu karna jawaban Sofi membuat mamanya mendapati wajah Leon saat masih kecil.


"Udah sana gak usah cemberut gitu mama yakin dalam hati Sofi dia sudah mabuk cinta sama kamu, " ucap Irma seraya menggandeng Leon keluar dari rumah.


Nampak mobil sudah terpakrir di depan rumah menandakan perpisahan mereka , Maya memeluk erat tubuh sahabatnya itu karna ini kali pertama mereka akan terpisah jauh.


"Hati-hati ya inget kata aku tadi sebelum terlambat, " ucap nya seraya melepas pelukan.


Sofi hanya mengangguk dan beralih memeluk Irma yang bersender di dekat dinding.


"Ma sofi pergi ya mama jaga kesehatan, jangan telat makan, istirahat yang cukup kalau ada apa -apa buruan telfon Maya atau Roy, " ucap Sofi.


"Iya mama bakalan baik-baik aja disini kok mama titip Leon ya, " ucap Irma .


"Hmm pasti " jawab Sofi


"Kalian ikutin dari belakang mobil ini biar aku yang bawa ke bandara " ucap Leon pada anak buahnya seraya menaiki mobil itu di iringi oleh Sofi.


"kalian berdua tempati rumah ini selagi kami pergi, " ucap Leon pada Roy dan Maya.

__ADS_1


perpisahan di akhiri dengan lambaian tangan saat mobil beranjak pergi.


__ADS_2