JANGAN SENTUH WANITA KU

JANGAN SENTUH WANITA KU
hari yang melelahkan


__ADS_3

Ketika Leon hendak masuk ke dalam mobil nampak kevin datang dengan wajah cemas berlari menghampiri Leon, seketika wajah kevin berubah ia terkejut melihat keadaan ya bisa di bilang kacau.


"Siapa yang menyuruhmu kesini sudah ku bilang di rumah sakit awasi Sofi" ucap Leon.


"Tapi tuan, saya khawatir " ujar Kevin.


"Bodoh" jawab Leon seraya melempar kunci mobil dan menepuk punya Kevin, kevin tersentak kaget.


"Kau ngapain ngelamun cepat bawa mobil kita ke rumah sakit " kejut Leon.


"Baik tuan " jawab Kevin.


Keduanya pun menuju rumah sakit dan meninggalkan gudang itu, Kevin memandangi wajah Leon dari kaca mobil, dia masih tidak percaya Leon turun tangan mengatasi mereka ,setiba di rumah sakit nampak wajah Maya lebih tenang dari yang tadi.


"Maaf nona bagaimana ke adaan non Sofi " tanya kevin.


"Dia sudah melewati mas keritisnya" jawab Maya.


"Bagus " sahut Leon seraya masuk ke dalam mendapati Sofi yang tidur itu , dia duduk di kursi sambil membaca buku yang ada di meja , karna membaca perlahan matanya mulai ngantuk dan dia tertidur di sofa.


Beberapa saat setelah Leon tertidur Sofi bangun melirik jam yang masih jam 14.23,dia melirik ke arah kanan dan di dapati Leon yang tidur di sofa melihat itu Sofi terkekeh, disaat itu dia menyadari kalau dia di rumah sakit.


"Kenapa aku bisa di sini".


Klik..!! (suara pintu di buka).

__ADS_1


"Sofi kau sadar" cetus Maya.


"Sttt...!!! " seru Sofi, Maya melirik ke sofa nampak Leon yang pulas tertidur dengan langkah perlahan Maya menghampiri Sofi.


"Apa kau baik -baik saja?" tanya Sofi.


"Bodoh harusnya aku yang bertanya begitu "seru Maya.


" Masih sakit tapi tidak papa".


"Syukurlah ".


"Emm Anu... siapa yang membawaku ke sini? " tanya Sofi.


Maya terkekeh menjahili Sofi "Suamimu".


"Kau ini amnesia apa gimana, punya calon suami kaya masih aja di pikirin, semua sudah di lunasi oleh Leon jadi jangan panik " jelas Maya.


"Apa.. !!! " pekik Sofi keras hingga membangunkan Leon.


"Apa kenapa dimana " seru Leon , Sofi terkekeh geli melihat tingkah lucu Leon, Leon yang menyadari kalau Sofi sudah sadar bergegas menghampiri dan mengelus kepalanya.


"Are you okey? " tanya Leon.


"Iya aku baik-baik saja kok" jawab Sofi.

__ADS_1


"Untung saja, jika tidak mereka akan tamat" cetus Leon seraya beranjak pergi, karna melihat Sofi baik baik saja Leon beranjak pergi bertemu dengan Roy dan mereka minum sampai malam.


Kali ini Roy menyerit melihat kelakuan sahabatnya yang enggan di dekati wanita dan kali ini dia minum hanya beberapa gelas tidak seperti bisanya yang sampai mabuk berat.


"Kau jatuh cinta pada gadis itu yah " seru Roy.


"Siapa maksudmu ".


"Tidak usah pura-pura aku jadi penasaran seperti apa gadis itu, katamu sekarang dia di rumah sakit aku akan menjenguknya nanti Oke jangan sedih kalau dia terpesona dengan ku" jawab Roy.


"Berhenti kepedean dia tidak akan tertarik pada lelaki sepertimu, urus saja wanitamu aku mau pulang ingat besok kau harus mengurus pernikahan itu" seru Leon , Roy hanya mengacungkan jempol.


Leon beranjak pergi ke rumah sakit saat itu dia melihat Sofi yang tidur tanyakan Leon bergerak sendiri membelai kepala Sofi dia melirik Maya yang tertidur di sofa.


Leon berpindah keluar ruangan dan duduk di kursi tunggu merebahkan kepala ke dinding.


"Hufffttt..... !!!!! " helanya entah kenapa hari ini terasa melelahkan dia bangkit kembali ke dalam ruangan, menghampiri Maya dan membangunkannya.


"Bangun".


"Eh".


"Sebaiknya kau pulang saja istirahat di rumah, soal Sofi biar aku yang urus, kevin akan mengantarmu pulang" ucap Leon


"Baik tuan".

__ADS_1


Maya beranjak keluar ruangan melihat Sofi bersama Leon dia tidak cemas dan dia percaya Leon bisa menjaganya dengan baik.


__ADS_2