JANGAN SENTUH WANITA KU

JANGAN SENTUH WANITA KU
iri


__ADS_3

"Bukan buat kamu, " seru Leon.


Sofi merasa senang karna Leon tidak bergeming pada Sarah walau Sarah adalah orang di masa lalunya, kali ini dia tidak mau kalah dengan Sarah, dia meraih sendok lalu menyendok kue dan menyodorkan ke mulut Leon.


"Suapan pertama untuk suami tercinta, " ucap Sofi dengan senyum manisnya itu.


Leon paling tidak tahan melihat senyum Sofi yang manis dengan cepat dia melahap kue itu.


"Gimana enak gak? " tanya Sofi.


"Kuenya udah manis enak, di suapin sama kamu tambah manis " seru Leon.


Sarah menjadi kesal melihat Leon yang menggoda Sofi dengan wajah yang tampan dan jarang ia melihat Leon tersenyum begitu.


"Kue nya kayaknya enak, Leon bisa tolong pesan kan untuk ku kue yang seperti itu, " pinta Sarah.


Sofi yang kesal dan tidak tahan dengan sikap Sarah yang kecentilan akhirnya angkat bicara.


"Jarak antara sini ketempat pemesanan gak jauh, gak perlu minta orang, apa kamu gak punya kaki, " cetus Sofi.


Sarah terkejut karna tidak menyangka kalau Sofi akan berani bicara begitu, dan bukan hanya Sarah yang terkejut begitu juga dengan Leon.


"Aku hanya tidak tau apa nama kue itu jadi minta di pesankan, " ucap Sarah.


"Bukankah tadi kau bilang ini kue favoritmu, bagaimana bisa kue favorit tidak ingat namanya " cetus Sofi.


"Baiklah aku pesan dulu, " seru Sarah seraya beranjak pergi saat Sarah beranjak pergi untuk memesan kue Leon mendadak mencium pipi Sofi di tempat umum beberapa pasang mata melihat ke arah situ dan ini emang keinginan Leon tidak ada lagi pernikahan rahasia antara dia dan Sofi.


"Leon banyak orang disini " ucap Sofi

__ADS_1


"Biarkan mereka tau aku tidak ingin lagi ada pernikahan rahasia di antara kita Oke sayang, " seru Leon seraya mencolek hidung Sofi.


"Kau yakin dengan itu, nanti gak ada lagi cewek yang ngejar ngejar kamu loh, " cetus Sofi.


"Itu gak penting buat aku, yang penting bagiku itu kamu dan masa depan kita " seru Leon.


Kata -kata Leon membuat Sofi menjadi wanita yang terlahir kembali dan tidak ada lagi keraguan dalam dirinya.


Beberapa saat kemudian Sarah kembali dan mendapati Leon yang menggoda Sofi membuatnya menjadi semakin kesal.


"Kalian romantis banget sih udah ada rencana mau punya anak gak, " ucap Sarah.


"Udah " jawab Leon lantang membuat Sofi hampir tersedak dengan ucapan Leon itu.


"Wah Leon kamu semangat banget pasti kamu sayang banget sama istri kamu kan " ucap Sarah dengan senyum palsunya.


"Tentu sayang karna dia tidak membuang cintaku demi uang " ucap Leon.


"Bagus deh kalau gitu " ucap Sarah.


"Sayang aku ke toilet dulu ya," ucap Leon.


"Oke " jawab Sofi


Saat Leon pergi ke toilet senyum yang ada di wajah Sarah pun menghilang itu dilihat jelas oleh Sofi.


"Aku tidak menyangka wanita biasa sepertimu bisa mendapat perhatian khusus dari Leon, dan aku yakin hubungan kalian hanya di atas kertas kan " ucap Sarah.


"Memang kau benar di atas kertas buku nikah ku dan Leon, " jawab Sofi dengan santai sambil mi minum susu coklatnya.

__ADS_1


"Kau pikir kau itu hebat, aku yakin sebentar lagi kamu bakalan di dibuang oleh Leon, biasanya Leon hanya memakai wanita selama sebulan saja " cetus Sarah dengan logatnya.


"Mungkin tidak karna aku dengannya sudah lebih dari satu bulan, dan bahkan pulang dari sini kami fokus untuk cepat punya anak " ucap Sofi.


Sarah di buat diam oleh ucapan Sofi yang menampar hati itu.


Keadaan kembali seperti tadi saat Leon datang, tanpa keduanya ketahui kalau Leon merekam pembicaraan mereka tadi di hp yang ia selipkan di dekat tas Sofi.


Setelah selesai makan kue Leon mengajak Sofi untuk pulang karna hari juga sudah mulai malam.


"Kalian mau pulang cepet banget kan baru jam segini " seru Sarah.


"Ini sudah malam jadi sebaiknya kamu juga pulang tidak baik wanita seperti mu jam segini berada di luar, apalagi kamu sendirian, " ucap Leon.


"Kalau begitu aku boleh kan numpang sampai depan " seru Sarah.


"Boleh banget kok, " sahut Sofi.


Mereka beranjak masuk ke dalam mobil, Leon merasakan aura tidak enak dari Sofi yang mendadak memberikan tumpangan pada Sarah.


Benar sekali dugaan Sofi pasti Sarah akan betingkah saat di dalam mobil, beberapa kali dia mencoba menggoda Leon tapi Leon tidak bergeming dan malah merayu Sofi.


"Kayaknya enak deh punya anak kembar, "ucap Leon.


" Kamu yakin, kamu mau buat aku pingsan gitu kah "seru Sofi.


" Gak gitu sayang tapi kan pasti seru rame gitu, "ucap Leon


Sarah menjadi kesal dengan obrolan antara Leon dan Sofi yang sama sekali seolah-olah tidak menganggapnya ada.

__ADS_1


bersambung


neks part


__ADS_2