JANGAN SENTUH WANITA KU

JANGAN SENTUH WANITA KU
gedung


__ADS_3

Sofi beranjak bangun di dapati Leon sedang sibuk dengan baju dan sembari menatap ke arah hpnya terus menerus.


"Udah bangun" ucap Leon.


"Emm" jawab Sofi.


Sofi menutupi tubuhnya dengan selimut, perlahan turun dan beranjak ke kamar mandi.


Saat dia berjalan ke kamar mandi lagi-lagi Leon mengikutinya dari belakang.


"Ngapain " tanya Sofi.


"Mandi" jawab Leon santai.


Sofi menatap sebal ke arah Leon sedangkan Leon mengalihkan pandangannya seolah-olah tidak melihat Sofi.


Leon mandi seperti biasa sambil sesekali melirik Sofi yang sedang keramas menyadari Leon melihatnya Sofi berbalik melihat dan Leon berbalik.


Perang canggung terjadi diantara keduanya, Sofi sebal dengan Leon yang menatapnya dengan tatapan mesum, sedangkan Leon sebal melihat Sofi yang cemberut saja sejak tadi.


Setelah keduanya selesai mandi dan bersiap untuk ke pesta Sofi terdiam sesaat.


"Kenapa? " tanya Leon.


"Aku takut " ucap Sofi.


"Tidak bisa di biarkan istri Ceo tidak boleh merasa takut kau tau itu" ucap Leon.


"Memangnya istri Ceo bukan manusia, bisa -bisanya berpikir begitu" ucap Sofi.


"Kenapa marah " ucap Leon.


"Aku gak marah " ucap Sofi.


"Ih masa itu tuh keliatan makin gendut deh" ucap Leon menggoda Sofi.


"Memangnya kenapa kalau aku makin gendut, ini kerjaan siapa yang ngasih aku makan terus, apa kalau aku gendut aku gak cantik" cetus Sofi.


Leon tersenyum dia merasa senang karna hubungannya dan Sofi semakin dekat dan semakin menyantu .


Beberapa saat kemudian Kevin datang dan bersiap untuk berangkat, Leon menghampiri Sofi mencium keningnya nampak jelas dari wajah Leon ada rasa khawatir pada Sofi.


"Kamu hati -hati " ucap Leon.


"Iya-iya aku bukan anak kecil lagi tau " ucap Sofi.


"Bukan soal itu tapi "


Perkataan Leon terhenti ketika Sofi mencium pipinya.


"Kan ada Kevin , ya kan Vin" ucap Sofi.

__ADS_1


"Betul nona, tuan tidak perlu khawatir saya akan menjaga nono dengan mempertaruhkan nyawa saya" ucap Kevin.


"Udah tugas kamu begitu " ucap Leon, dengan pipi memerah itu di cium oleh Sofi membuatnya menjadi salting.


Sofi berjalan pergi mendahului Leon karna rencana dari awal Leon, Sofi berangkat lebih dulu dari pada dia.


Setelah Sofi pergi Leon dengan cepat menyambung telfon dengan Kevin tanpa sepengetahuan Sofi.


Kevin melaju mobilnya dengan kecepatan sedang hingga tiba di sebuah gedung.


Mika dan Lanjut yang menyadari Sofi datang bergegas menghampirinya .


"Wah gadis ini benar-benar datang, dasar bodoh, kau pikir ini acara untuk orang miskin apa" ejek Lani.


"Aku tidak ada urusan dengan kamu " jawab Sofi ketus.


"Beraninya kau bicara ketus padaku, kau pikir kau siapa " ucap Lani.


"Aku kesini hanya menghormati wanita itu, yang mengundangku" ucap Sofi menatap sinis pada Mika.


Erwin melihat kegaduhan itu berjalan mendekat, jaraknya cukup dekat ceban Sofi hal itu langsung di waspadai oleh Kevin.


"Maaf tuan bisakah anda tidak dekat-dekat dengan nona " ucap Kevin.


"Minggir kau pikir kau siapa" ucap Erwin.


"Anda yang siapa " cetus Sofi.


"Itu baru istri ku " gumam Leon.


Erwin tidak terima dengan ucapan Sofi mendekat dan menampar pipi Sofi .


Kevin seketika berbalik dan meninju pipi Erwin.


"Kau ini hanya seorang pelayan beraninya memukul ayah ku , memangnya di bayar berapa sih" ucap Lani


"Tidak perlu tau berapa gaji saya, yang pasti anda sendiri tidak akan mampu membayar " ucap Kevin.


"Dasar kau jelang membuat masalah saja " ucap Lani.


Wajah leon yang awalnya biasa saja saat mendengar ucapan yang di lontarkan, kini berubah menjadi wajah datar dingin, leon sangat tidak suka jika ada yang menyebut Sofi jelang.


"Cepat " ucap Leon pada Supir.


"Memangnya aku ngapain " ucap Sofi.


"Hei nona, anda akan kena masalah jika anda tidak dapat menutup mulut Anda "ucap Kevin.


" Wanita jelang begini untuk apa di hormati"ucap Lani.


"Anda memang tidak tau siapa wanita yang Anda ajak bicara" ucap Kevin.

__ADS_1


"Memangnya dia punya derajat apa " cetus Mika angkat bicara.


"Nona Sofi memeng tidak punya derajat apa-apa tapi, suami nona Sofi bukan lelaki sembarangan " ucap Kevin.


"Cih wanita jelang seperti dia sudah menikah, rupanya ada lelaki yang mau sama dia " ucap Mika.


"Kenapa" Sebuah suara dari arah depan terdengar jelas ke telinga mereka, sepontan mereka berbalik dan melihat ke arah depan.


Leon berjalan masuk dengan tatapan redu dan wajah datar melangkah masuk berdiri tepat di belakang Sofi .


"Tuan Leon, anda datang " ucap Mika.


"Maaf tuan anda datang di saat suasana begini, tuan tunggu saja kami akan menyelesaikan urusan ini "ucap Martin.


Lani dengan genitnya menempel pada Leon di depan Sofi, Sofi sangat kesal saat itu melihat Leon di sentuh oleh Lani.


" Kau tau ayah menjodohkan aku dengan tuan Leon "ucap Lani bangga.


Sofi berjalan ke arah meja, mengambil segelas win dan berjalan ke arah Lani menyimpan win itu ke tubuh Lani.


" Kau tau dia itu suamiku "ucap Sofi seraya membanting gelas itu.


" Kau ini terlalu halu, kau fikir tuan Leon mau dengan wanita sepertimu"cetus Mika.


Beberapa orang di sekitar pun menertawakan Sofi, mereka menganggap perkataan Sofi hanya omong kosong.


"Kalian terlalu berisik, terlalu naif, munafik " ucap Sofi dengan nada sedikit tinggi


"Istri ku gak ada obat deh" batin Leon.


Mika yang geram berjalan mendekat ke arah Sofi mengayunkan tangan berniat untuk menampar Sofi hal itu langsung di tepis oleh Leon.


"Tangan mu terlalu kotor untuk menyentuh istri ku " ucap Leon.


Sontak mereka yang tadinya tertawa itu terdiam mendengar ucapan Leon .


"Tuan pasti bercanda " ucap Lani.


"Ouh kau yang menyebut nya jelang, sekarang siapa yang jelang menyentuh suami orang sembarangan " ucap Leon.


"Tuan Leon anda sedang bercanda bukan " cetus Martin.


"Butuh ribuan tahun bagi kalian untuk bisa menyakiti istri ku " jawabnya Lagi seraya berjalan mendekati Sofi dan merangkul nya.


Martin, Mika dan Lani terdiam menelan ludah, tawanya tak terdengar lagi terdiam membisu begitu.


"Sofi kau tidak bilang pada ibu jika sudah menikah " ucap Mika.


"Memangnya anda siapa " ucap Sofi seraya berjalan pergi keluar dari gedung.


"Kevin bersihkan" ucap Leon seraya beranjak menyusul Sofi pergi.

__ADS_1


thor:waduh main bereskan yah tuan leon


__ADS_2