
(Singapura)
"Gila, orang asing itu bikin aku gak tenang " ucap Leon seraya menyusun dokumen masalah yang kacau dengan cepat bisa Leon bereskan, walau ke adaan belum pulih dan kemungkinan ada serangan lagi.
"Dia pasti punya orang dalam sehingga bisa tau ke amanan di tempat kita, " seru Leon.
Karyawan Leon semuanya saling pandang dan tidak ada yang mau mengaku, Leon mengabaikan hal itu dan tidak terlalu memikirkannya.
Hari masih cerah padahal sudah memasuki sore hari, Leon beranjak pergi dari kantor dan menuju mall pusat perbelanjaan dia ingin belanja beberapa barang dan kebutuhannya sehari hari.
Setiba di mall Leon menuju sebuah tempat bahan pokok lalu berbelanja seperti orang normal hingga pandangannya tertuju pada seorang gadis berambut pendek.
Gadis itu sedang duduk sembari bermain hp,Leon sangat tidak asing dari tubuh dan wajah gadis itu, Leon meletakan troli belanjaannya dan beranjak menghampiri gadis itu.
"Sarah." seru Leon.
Gadis itu menoleh dan terpekik melihat Leon, sesaat gadis itu terdiam dan berakhir memeluk Leon.
"Leon, " ucap Sarah.
Tentu mall bukan tempat tersembunyi di saat adegan pelukan itu paparazi memotret dan menjadikan vidio berita utama.
Sedangkan Leon melepas pelukan erat dari Sarah lalu beranjak menariknya duduk di kursi, paparazi tidak diam sampai di situ mereka masih terus mengikutinya Leon.
"Leon aku rindu kamu, " seru Sarah yang berniat ingin memeluk Leon, namun Leon tersentak ketika bayangan Sofi memenuhi hatinya apalagi senyum dari Sofi yang membuatnya hampir gila hari ini karna tak melihat senyumnya, dia pun menghindari pelukan itu.
"Maaf aku sudah menikah , " ucap Leon.
Tentu sarah terpekik dengan hal itu, sahabatnya dulu yang pernah menaruh hati padanya kini sudah mempunyai istri.
"Wau siapa wanita itu, yang berhasil menaklukan hati mu apa kau yakin dia istri kesayanganmu, " seru Sarah.
"Dia bukan hanya kesayangan ku dia istri pertama dan terakhir dalam hidup ku, " seru Leon.
__ADS_1
"Hei kulkas dua pintu ini sudah bucin yah, aku jadi semakin penasaran siapa istri mu dari keluarga mana dan derahatnya apa, " seru Sarah.
"Itu semua tidak penting buat ku" jawab Leon.
"Wau, apa istri mu di sini, dimana aku ingin tahu, " seru Sarah.
"Dia tidak di sini aku meninggalkannya saat mendengar ada masalah di kantor sini, mungkin dalam waktu dekat ini dia akan kesini, "jawab Leon.
" Kenapa kau tidak mengajaknya?, "tanya Sarah.
" Gak papa cuma aku khawatir dia kenapa -kenapa karna di sini banyak paparazi, "jawab Leon.
" Oh, "
"Kalau begitu aku pergi dulu, aku masih harus berbelanja, " seru Leon.
"Boleh gak aku temenin soalnya aku gak tau mau ngapain nih" ucap Sarah.
"Tidak usah sebaiknya kalau memang tidak tau mau ngapain mending pulang " jawab Leon seraya beranjak pergi meninggalkan Sarah.
####
(Kantor)
*Di beritakan seorang Leon Khan tertangkap sedang berada di pusat perbelanjaan dengan seorang gadis, mereka saling berpelukan dan mengobrol bersama akan kah tuan Leon Khan memiliki ke kasih*
Berita itu membuat Roy dan Maya yang tadinya ribut kini tercengkang kaget dan beranjak pergi menyusul Sofi.
"Beritanya udah viral di mana -mana gimana kalau Sofi lihat, "seru Maya.
" Coba deh kamu telfon Sofi "seru Roy.
" Udah ku coba tapi gak bisa nih, "jawab Maya.
__ADS_1
Roy meraih hpnya yang berada di kantong celana, sambil Fokus menyetir dia menghubungi Leon.
Leon " apa "
Roy"Kau sudah lihat berita "
Leon "Hah? berita apa emang "
Roy "Coba deh cari tau "
Telfon di matikan saat itu juga, Leon bergegas mencari tau berita yang viral dan menjadi trending nomer satu, padahal baru beberapa menit.
"Biadap" pekik Leon yang langsung beranjak pergi dari mall dengan di bantu pengawalnya untung menghalau gadis -gadis di depannya.
Leon beranjak pulang ke apartemennya menelfon Roy yang saat ini sedang fokus menyetir .
Leon "Apa Sofi sudah melihat berita itu "
Roy"Saat ini aku dan Maya pergi ke rumahmu untuk memastikan karna sore tadi Sofi pulang "
Roy"Cepat selesaikan masalah ini, walaupun kamu sahabatku jika kamu membuat Sofi menangis karna hal itu aku tidak akan memaafkanmu "
Roy mematikan telfon dan melaju mobil lebih cepat dari biasanya, kelemahan Roy adalah air mata wanita, dan Roy sudah menganggap Sofi seperti adiknya sendiri.
Setiba di rumah Maya langsung mengetuk dan memencet bel hinggal berulang kali sampai akhirnya Sofi keluar.
"Buset kalian ini keroyokan di rumah orang apa gimana gedor nya kayak mau maling, " ucap Sofi.
"Kamu gak papa kan,? " tanya Maya.
"Lah emangnya aku kenapa, " seru Sofi yang beranjak masuk mengajak Roy dan Maya masuk.
Melihat dari gelagat Sofi Roy meyakini bahwa Sofi masih belum mengetahui kabar itu.
__ADS_1
Bersambung
Neks part.