JANGAN SENTUH WANITA KU

JANGAN SENTUH WANITA KU
bibit cinta pertama


__ADS_3

Saat sedang asik memasak di dapur Leon menghampiri Sofi dan memeluknya dari belakang.


"Eh tuan " seru Sofi.


"Kau ini kenapa, aku sendiri belum pernah mencicipi makananmu tapi kau sudah menawarkan pada pria lain " cetus Leon angkat bicara.


"Jadi karna itu Tuan begini"jawabnya sambil terkekeh.


" Apanya yang lucu "seru Leon membalik badan Sofi dan melepas ****** ********.


" Tuan jangan disini "seru Sofi.


"Aku mau melakukannya disini"ucap Leon tanpa pemanasan apa-apa Leon Langsung pada titik utama.


Dengan susah payah Sofi menahan suaranya agar tidak terdengar hingga keluar , Leon menyelesaikan urusan batinnya dengan cepat-cepat karna takut Roy atau Maya masuk ke dapur.


"Oy oy Sofi apa perlu ku bantu" ucap Maya beranjak masuk ke dalam dapur beruntungnya Sofi dan Leon sudah selesai dengan batin mereka.


"Tidak usah, ini sudah hampir selesai sebentar lagi kau tak usah khawatir " jawab Sofi, Leon ikut membantu Sofi memotong sayur.


"Begini " tanya Leon.


"Hemm Iyah begitu " jawab Sofi, Leon mengangguk memasukan potongan sayur ke dalam wadah lalu duduk di kursi memandangi Sofi yang lihay memasak di dapur, sekilas Sofi pun mendengar ucapan Leon.


"Istri idaman ".


Pipinya memerah mendengar hal itu walau samar-samar tapi jelas Leon menyebut hal itu, setelah berperang di dapur akhirnya makanan pun jadi Sofi meraih sendok dan mengambil sedikit sayur dan menyodorkan pada Leon.


"Aaaaaaa" ucapnya sambil menyodorkan sendok ke mulut Leon, Leon membuka mulutnya melahap makanan yang di sodorkan oleh Sofi.

__ADS_1


"Gimana tuan" tanya Sofi.


"Enak loh" jawab Leon.


"Syukurlah, tuan suka" ucap Sofi.


"Aku panggil mereka dulu"sambung Sofi.


" Jangan sebaiknya kau mandi dulu, bukan apa yah soalnya tadi kan ems itu loh"seru Sofi.


Sofi yang menyadari maksud dari Leon beranjak ke kamar mandi, membersihkan dirinya sejak tadi dia tersipu dengan kelakuan Leon , setelah selesai mandi semua makanan sudah di rapikan dan di dusun di meja makan oleh Leon , Sofi tersenyum manis menandakan kalau dia sangat berterimakasih dengan Leon,dia bergegas duduk di samping Leon dan menyantap makanan yang ada di meja semua makanan enak sehingga baru beberapa saat sudah habis, soal masak Sofi nomer satu.


"Tuan, apa hari ini sudah tidak ke kantor lagi? " tanya Sofi.


"Tidak kenapa " Leon balik bertanya sambil menyeka bibirnya dengan tisu.


"Anu tuan itu".


"Ada apa, bicara yang bener dong" ucap Leon geram.


"Aku ingin berkemah di pantai " jawab Sofi lantang, Leon menatapnya sesaat lalu menyentil dahinya.


"Baru juga sembuh udah mau keluyuran aja, gak, gak, gak " jawab Leon.


"Tuan " seru Sofi dengan tatapan imut memelas.


"Sekali ku bilang enggak ya enggak, paham" cetus Leon.


"Tuan menyebalkan aku bisa pergi sendiri" jawab Sofi seraya masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Kau ini " pekik Leon.


Roy dan Maya saling pandang dan bingung dengan situasi itu, ingin ketawa tapi takut di hantam oleh Leon.


"Kau ini Leon, mungkin istrimu ingin keheningan butuh hiburan kan jenuh di rumah sakit " ucap Roy.


Leon menatap Roy seperti biasa tatapan cuek, dia meletakan cangkir yang ia pegang lalu beranjak menghampiri Sofi di kamarnya.


Saat Leon masuk Sofi membuang muka tak ingin menatap ke arah Leon, Leon menghela nafas panjang lalu menghampirinya.


"Sudah ngambeknya" ucap Leon.


"*****"Sofi masih enggan membuka mulut untuk bicara pada Leon.


Leon memeluk tubuh mungil Sofi di atas kasur tempat Sofi duduk itu.


" Di Pantai mana , kau tau udara pantai itu kalau sore dingin, kamu orangnya gampang banget sakit, nanti pulang dari pantai kamu sakit gimana, kita juga ada acara besok kan "ucap Leon.


" Tapi kan cuma sebentar tuan, nanti kalau udah mulai sore masuk ke dalam tenda lagian aku juga gak mau sakit, dan soal acara besok kalau perlu aku gak ikut dateng"ucap Sofi.


"Kok gitu sih, istri aku gak boleh begitu loh" cetus Leon.


Deg!.


Ucapan itu seperti menghantam jantung Sofi,Leon berbicara aneh hari ini.


"Tuan " seru Sofi, Leon tak menjawab dia hanya mencubit pipi Sofi lalu berdiri dan baru berkata.


"Ke pantai mana, yok" seru Leon.

__ADS_1


Tentu Sofi girang bukan main reflek memeluk erat tubuh Leon, tawanya ceria sekali dengan semangat dia menyiapkan peralatan, Leon tersenyum manis sekali.


"Sesimpel ini kah buat kamu bahagia"batinnya.


__ADS_2