
Setiba di kantor Leon pun mulai memeriksa ada masalah apa yang membuat nya harus melihat secara langsung.
Mata Leon terbelalak sebuah berkas itu menunjukan anjloknya perusahaan rapuhnya perusahaan dan perusahaan nya bisa di bilang di ujung tanduk.
"Apa -apaan ini. " cetus Leon marah melihat berkas itu.
"Itu sebabnya tuan, kami tidak mengetahui masalah ini saat kami memeriksa ulang ternyata sudah berantakan begini."
"Kalian ini bisa kerja gak sih kalau kayak gini terus kita bisa bangkrut. " ucap Leon.
"Maaf tuan. "
Leon melempar kertas itu ke arah karyawannya dan dia berjalan masuk ke dalam ruangannya.
"Bedebah mana sih yang ngusik ketenangan ku ." ucap Leon.
xxx(Hai Leon)
Sebuah pesan masuk di HP Leon, awalnya ia kira itu dari Sofi tapi saat ia buka rupanya dari nomer tak di kenal.
Leon(Siapa kau)
xxx(Kau sudah melupakan aku)
Leon (Tidak usah banyak bacot cepat bilang ada perlu apa)
Xxx(kamu memang tidak pernah berubah masih sama seperti dulu)
Leon menyerit melihat pesan itu, dia bertanya -tanya siapa yang mengirim pesan dan apakah mereka saling kenal.
Pikirannya semakin pusang dengan masalah kantor di tambah pesan dari orang asing itu.
Xxx(Apa kantormu sedang bermasalah)
__ADS_1
Xxx(Apa kamu terancam bangkrut dan jatuh miskin)
Leon (Oh, apa ini ulah kau)
xxx(Leon ini baru awal)
Pesan itu berakhir sampai di situ, Leon mencoba menghubungi nomer itu tapi tidak di angkat.
"Jatuh miskin, gila aja masalah kayak gini mana bisa buat aku jatuh miskin ." Cetus Leon.
#####
Jam makan siang telah tiba, Sofi dan Maya beranjak pergi ke cafe tempat biasa mereka nongkrong, beberapa saat setelah mereka memesan makanan Roy datang yang sepertinya mengetahui dia mana pun Maya berada.
"Heyy..!!!. " kejut Roy.
"Permisi dulu kek atau gimana ini enggak ngagetin aja bisanya, " ucap Maya.
"Dih marah padahal seneng aku dateng ke sini kan ." ucap Roy.
"Ya elah kelihatan banget tuh dari wajahnya kalau seneng aku dateng ke sini. " goda Roy.
"Cerewet banget, lagian kamu ngapain sih ke sini kantor kamu jauh loh jauh dari sini sempet -sempetnya keluyuran kesini. " oceh Maya.
"Ya sempet lah, apalagi tujuannya ketemu sama kamu. " jawab Roy.
"Gak berharap kamu nemuin aku. " sahut Maya.
"Eheemmmm, ya tros , terusin aja gak ada orang di sini ," potong Sofi.
"Eh ada cewek cantik di sini," seru Roy
Sepontan Maya menepuk punggung Roy hingga suaranya terdengar jelas.
__ADS_1
"Mulut gak bisa di jaga istri orang ocol itu kamu mau emang pas suaminya pulang di telan hidup -hidup. " ucap Maya.
"Ya tapi gak di pukul gitu juga kalau Maya sakit lah, gak punya hati banget sih " seru Roy.
"Cowok di pukul gitu doang masa sakit." seru Maya.
"Mau coba sini ku pukul balik. "
"Dih kasar, belum jadi suami aku aja mau kasar, gimana kalau udah jadi suami aku nanti, "
Ucapan Maya itu justru membuatnya di tertawakan oleh Roy.
"Memangnya aku mau nikahin kamu " ucap Roy.
Maya pun menjadi salting karna ucapannya sendiri, beberapa saat makanan yang di pesan pun tiba mereka menikmati makanan bersama, nampak saat itu wajah Sofi menjadi sedikit lesu.
"Gini nih kalau buaya di tinggal pawangnya. " seru Roy.
"Gak mau nyusul aja Sofi, dulu kamu sebelum ada tuan Leon apa aja di depan mata di makan, sekrang udah jatuh cinta ya sampai selera makanya hilang gitu " goda Maya.
"Siapa juga yang jatuh cinta, " elak Sofi.
Walau bibirnya berkata tidak tapi raht wajah Sofi tidak bisa membohongi kalau dia jatuh cinta pada Leon.
Setelah selesai makan mereka bertiga di antar Roy kembali ke kantor, setelah Sofi turun dari mobil Marsel menarik tangannya entah dari mana dia muncul.
Roy yang melihat hal itu dengan gercap menghampiri dan menari Sofi .
"Singkirkan tangan mu dari dia. " pekik Roy.
"Siapa lagi dia, Sofi kau ini dekat dengan berapa banyak pria " ucap Marsel.
"Apa urusannya dengan mu, kau tidak ingat berapa parahnya keluarga mu memperlakukan Sofi, mereka mempermalukan Sofi di depan banyak orang lantas sekrang untuk apa kau orang asing muncul di sini, " Seru Maya .
__ADS_1
"Kau yang orang asing, aku masih termasuk bagian dari keluarganya " Jelas Marsel melangkah maju ke arah Maya.
"Siapa pun dirimu dari mana asalmu jika kau menyentuh dua wanita ini tak kan ku biarkan kamu pulang hidup -hidup," ucap Roy seraya menarik tangan Maya dan Sofi masuk ke dalam kantor.