JANGAN SENTUH WANITA KU

JANGAN SENTUH WANITA KU
Leon cemburu


__ADS_3

"Memangnya siapa suami mu , muka biasa seperti mu memang bisa dapat orang kaya" ucap Pelayan itu, karna geram Maya menampar keras wajah pelayan itu


"Kenapa dia kesini" seru Sofi, terdengar dari luar toko suara orang menjerit -jerit heboh hingga terdengar nyaring di telinga


"Yosh sekak mat " ucap Roy


Karyawan itu melihat fokus ke arah depan dan Leon dengan tatapan suram berjalan masuk menghampiri Sofi dan meragap tubuhnya.


"Aku suaminya " cetus Leon


"Tuan Leon, ti ti dak mungkin" cetus karyawan itu terduduk lemas, tentu dia mengenal jelas Leon siapa, bahkan pemegang saham tertinggi di mall ini Leon, bisa di sebut dia pemilik tanah berdirinya mall ini.


"Kau bersikap seenaknya saja, kau pikir dirimu itu siapa membeli seluruh isi toko ini hal enteng bagiku sombong sekali kamu" cetus Leon


"Roy cari tau pemilik toko ini lancang sekali karyawan ya merendahkan istriku , bahkan tubuhmu mampu di beli dengan harga receh, akan ku pastikan dimana pun kau berada akan sengsara, dan jangan harap kamu bisa bahagia " ucap Leon


"Maafkan aku tuan " seru Karyawan itu


"Minta maaf, kepadaku najis, minta maaf pada istriku " cetus Leon


"Omg tuan leon " pekik Maya terkagum


"Tuan sudahlah sebaiknya kita pergi saja " ucap Sofi


"Baju mana yang kau mau " ucap Leon, Sofi masih enggan menjawab , tapi Maya sudah tau baju yang mana yang di inginkan Sofi dia pun meraihnya dan memberikan pada Leon

__ADS_1


Sofi menunduk di hadapan karyawan itu dan dengan entengnya Sofi tersenyum dan memaafkan karyawan itu.


"Maafkan saya nona " ucap karyawan itu


"Iyah aku maafin kok "


"Mungkin tampilan ku berbeda, aku kumuh dan tidak pandai berhias, tapi saat aku memasuki sebuah toko, ketika aku berani masuk maka aku merasa mampu membelinya, dan jangan pernah meremehkan orang dari pandangan mu sendiri" ucap Sofi seraya beranjak pergi di ikuti oleh Leon, suasana ramai di luar toko membuat Sofi berhenti melangkah


"Ada apa " tanya Leon


"Ramai sekali " jawab Sofi, Leon tersenyum tipis melepas kemejanya menutupi tubuh mungil Sofi lalu menggendongnya Roy dan Maya berjalan mengikuti dari belakang sedangkan pengawal Leon berusaha melindungi dari kerumunan, para gadis berteriak histeris


"Lihat siapa gadis itu "


"Romantis sekali, gadis itu siapa yah aku tidak bisa melihat wajahnya"


"Siapa dia, dari mana asalnya "


Sepanjang jalan kata -kata itu memenuhi telinga Sofi, ia harus semakin hati -hati pernikahan tersembunyi ini jangan sampai terbongkar oleh siapa pun


Setiba di parkiran mereka berempat masuk ke dalam mobil yang sama dan di kemudikan oleh Leon


"Kalian mampir ke rumah aku akan masak untuk makan siang ini, Roy kamu pasti belum pernah merasakan masakan aku kan " ucap Sofi


"Enak tau kadang aja dia yang masak terus waktu di kos" ucap Maya

__ADS_1


"Aku memang gak jago tapi bisa lah " ucap Sofi, melirik Leon yang manyun


"Tuan kenapa " tanya Sofi


"****"


"Jangan berisik " ucap Leon yang menyalakan mobil memanaskan nya sebentar lalu melajukan mobil dengan kecepatan sedang


"Memangnya apa dia, suaminya saja tak pernah mencicipi makanannya malah menawarkan pada pria lain, menyebalkan"ucap Leon dalam hati


Sesekali Sofi melirik Leon yang hanya diam sepanjang jalan, dia menjadi bingung dengan kelakuan Leon, baru beberapa menit ceria tapi mendadak menjadi suram.


Setiba di rumah Leon langsung masuk ke dalam kamar mandi dan memakai baju biasa dia menyerahkan urusan kantor pada kevin (tumbal utama)


Sedangkan Maya dan Roy mengobrol di ruang tamu, mendapati Leon tak kunjung keluar Sofi pun berjalan ke kamar dan menghampiri Leon


" Tuan "seru Sofi saat masuk kamar, nampak Leon yang sedang menyisir rambutnya


" Apa "jawab Leon


" Anu tuan mau makan apa hari ini "ucap Sofi


" Terserah"jawab Leon


Mendapat jawaban begitu Sofi beranjak pergi menuju dapur, merasa heran sekali dengan Leon yang mendadak cuek padanya

__ADS_1


__ADS_2