JANGAN SENTUH WANITA KU

JANGAN SENTUH WANITA KU
Apapun jawaban mu akan ku anggap iya


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Sofi di bangunkan dengan aroma khas yang enak, itu jelas aroma masakan Leon aroma nya membekas jelas di hidung Sofi, dia beranjak bangun dan berjalan keluar tenda.


"Harum"cetus nya saat keluar dari tenda.


" Kau sudah bangun sayang, cepat cuci muka mu dan sarapan "ucap Leon, ini kali kedua Leon memanggil Sofi dengan sebutan sayang, dan jelas membuat Roy dan Maya menggelengkan kepala.


" Kenapa kalian menatapku begitu"seru Leon.


Leon melanjutkan lagi urusannya dengan makanan yang ada di hadapannya itu, sesekali dia melirik ke arah Sofi yang sedang membersihkan wajahnya dengan tisu.


"Kenapa tuan tidak membangunkan aku saja " ucap Sofi menyeka rambut panjangnya dan berdiri di samping Leon.


"Sudah tidak ada waktu untuk membahas hal itu , saat ini sebaiknya kita bergegas makan dan kembali pulang soalnya siang ini ada jadwal miting, dan malamnya kita ada acara"jelas Leon sambil menyusun makanan.


" Iya tuan"jawab Sofi membantunya menyusun beberapa wadah.


Setelah siap mereka pun sarapan pagi bersama, sambil sesekali mengobrol membahas beberapa kegiatan, setelah selesai makan mereka bersama-sama merapikan tenda dan membersihkan tempat yang mereka pakai berkemah.


Setelah semua rapi mereka berkumpul di tempat memarkir mobil dan berpisah di situ.


"Sofi aku pulang yah " seru Maya.


"Sedih harus berpisah begini" ucap Sofi dengan gaya alay itu.


"Iya, pasti kos sepi banget gak ada kamu " ucap Maya.


"Soal biaya kos kamu tenang aja, semua biar aku yang membayarnya" ucap Leon.


"Baik tuan " ucap Maya.


Maya menatap Sofi yang saat ini matanya kaca-kaca .


"Jangan cengeng lah udah jadi istri masih aja cengeng gitu" ucap Maya.


"Kalian lebay tau gak sih,di kantor tiap hari bakalan ketemu kan " seru Leon mencubit pipi Sofi.


"Udah weh, ada miting loh" ucap Leon menarik Sofi masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Dah Maya jaga diri ya" ucap Sofi.


"Kaya mau ke mars aja" cetus Leon dengan sengaja menggoda Sofi.


Setelah perpisahan itu , Leon melaju mobilnya tidak ke rumah tapi langsung ke arah kantor.


"Kok langsung ke arah kantor tuan? " tanya Sofi.


"Buru-buru " jawab Leon.


"Tapi kan belum mandi loh tuan " seru Sofi


"Mandi kantor aja " jawab Leon, matanya masih fokus ke jalan.


"Tapi bajunya".


"Gampang" ucap Leon.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju kantor setiba di kantor Leon turun terlebih dahulu, sedangkan Sofi memastikan keadaan aman baru keluar dari mobil.


Saat masuk keduanya berjalan bersama seolah -olah tidak ada ikatan apa -apa, tentu karyawan tidak ada yang curiga karna mereka berlaga seolah sedang membicarakan bisnis.


"Kak kenapa baru kelihatan" serunya.


"Hei, iya soalnya ada urusan " ucap Sofi.


"ku dengar anda cuti karna menikah " ucap gadis itu polos.


"Hah..! kau tau dari siapa? " tanya Sofi.


"Semuanya sudah tau dari HRD" ucapnya.


Leon melirik ke arah Kevin, tapi dia juga ragu tidak mungkin Kevin yang memberitahunya.


"Ini semua ulah tuan Roy " bisik Kevin.


"Cepat ikut " cetus Leon seraya berjalan mendahului Sofi, Sofi pun dengan cepat mengikuti Leon, dan keduanya masuk ke dalam ruangan Leon.

__ADS_1


Saat di dalam Leon menelfon Roy.


"Kau membocorkan semuanya" ucap Leon.


"Apa maksudmu? " tanya Roy.


"Tentang pernikahan ini " seru Leon.


"Itu hanya status Sofi, lagian aku tidak membocorkan dengan siapa dia menikah semuanya masih ku simpan rapi, aku cuma tidak mau saja , kalau dia hamil nanti namanya jadi rusak " ucap Roy.


tut..!! tut..!!


"Aku tidak kepikiran sampai kesitu " ucap Leon seraya memeluk Sofi.


"Tuan tenang saja kita percayakan saja pada Roy " ucap Sofi.


Leon mengantuk lalu melepas pelukan dan beranjak ke kamar mandi, saat tiba di kamar mandi Leon berhenti dan berbalik menatap Sofi.


"Mau mandi bareng" cetus Leon.


"Sempat-sempatnya di tempat seperti ini berfikiran mesum" cetus Sofi.


"Tapi kau mau kan " goda Leon.


"Tentu saja tidak" ucap Sofi seraya duduk di sofa, Leon tersenyum licik melepas satu persatu kancing bajunya dan berjalan perlahan ke arah Sofi.


"Eh tuan mau ngapain" cetus Sofi menatap mata biru yang perlahan berjalan mendekat.


Leon semakin dekat dengan Sofi, menunduk menatap wajah manis gadis di hadapannya itu lalu menggendongnya.


"Eh, tuan turunkan aku nanti ada yang melihat" ucap Sofi.


"Apapun jawabanmu aku anggap iya, lagian ini kan kantorku suka -suka aku lah " seru Leon.


"Tapi bagaimana jika ada yang melihat" ucap Sofi.


"Ya biar saja " jawab Leon dengan santainya dan tetap berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Thor:kira -kira mereka bakalan bucin gak yah


__ADS_2