
Di pagi harinya saat Leon terbangun dia melihat Sofi yang masih tertidur tatapan Leon tertuju pada benda yang empuk, kancing baju Sofi terbuka saat itu susah payah Leon mengalihkan pandangan tapi tetap saja matanya tertarik melihat itu.
"Sial seksi sekali " cetus Leon meneguk liur , Leon berjalan mendekati Sofi dan menggoyangkan tubuh Sofi agar bangun dari tidurnya, setelah beberapa saat akhirnya Sofi terbangun.
"Emmm aaaaaaa" uap Sofi.
"Tidak sopan " cetus Leon.
"Eheheh".
"Kau mau sarapan apa? " tanya Leon.
"Apa saja " jawab Sofi.
Leon berjalan keluar saat itu sekitar pukul 6 pagi ada sebuah warung bubur Leon membeli 2 porsi bubur dan susu hangat setelah membayar dia pun kembali ke ruangan nampak Sofi yang sedang berusaha turun dari kasur.
"Cari mati" cetus Leon, seketika Sofi berbalik dan menatap Leon, Leon berdecak berjalan menghampiri Sofi meninggikan kasur Sofi dan menyuapi nya makan
"Aku bisa makan sendiri " ucap Sofi merebut sendok yang ada di tangan Leon karna hal itu sendok itu patah, karna sendok dari penjual biasanya hanya sendok yang mudah patah.
__ADS_1
"Ehhhhhhh kenapa patah " cetus Sofi.
"Ck " seru Leon seraya mengambil sendok yang lain.
"Sendok nya cuma sisa satu " ucap Leon, Sofi meraih sendok itu dan menyuapi Leon.
"Aaa.. aaa " Seru Sofi.
"Kau kira aku anak kecil " Cetus Leon membuka mulutnya dan melahap bubur yang di sodorkan Sofi, lalu Sofi menyuap untuk dia sendiri , setelah selesai makan Leon mengemasi semua bekas makanan tadi, setelah selesai Leon menyodorkan susu ke arah sofi, Sofi meraih susu itu dan meminumnya secara cepat sehingga tumpah ke tepian bibirnya, pipi Leon bersemi merah melihat hal itu.Leon beranjak membuka laci di situ terdapat obat obatan yang harus di minum oleh Sofi.
"Sudah cepat minum obat " cetus Leon.
"Memangnya kau anak kecil dengan obat begini saja tidak mau minum, sudah jangan banyak alasan " ucap Leon menyodorkan pil ke pada Sofi, namun Sofi terus menghindar dan menolak pil itu Leon yang geram memasukkan pil itu ke dalam mulutnya yang di isi air penuh lalu menegukanya ke mulut Sofi, setelah obat tertelan Leon tidak melepas ciuman justru semakin buas bermain di bibir mungil Sofi tangannya mulai memainkan gumpalan daging itu hingga tiba-tiba.
"Oyyy pagi ".
Siapa menyangka Roy benar -benar datang saat itu, melihat hal itu Roy jdi terdiam.
"Emm anu itu ee" seru Roy gagap.
__ADS_1
"Berisik, penganggu ,ada apa kau pagi -pagi sudah kesini terlalu pagi untuk menjenguk pasien " ucap Leon.
"Yoo kau lupa aku kesini memberitahu kamu, bukankah hari ini kau minta pernikahanmu di lakukan " ucap Roy, Sofi tersentak seketika dia tidak tau kalau Leon benar -benar mengatur pernikahannya itu.
"Lakukan saja di sini, Sofi belum boleh keluar dari rumah sakit, suruh penghulunya ke sini " ucap Leon.
"Kevin jemput " titah Roy.
"Baik ".
"Hei memangnya dia asistenmu seenaknya saja menyuruh -nyuruh" cetus Leon.
"Hehehe " cetus Roy seraya berjalan menghampiri Sofi dan menatap Sofi dari dekat mengelus pipi lembut Sofi.
"Cantik sekali, kenapa kau mau menikah dengan dia, bagaimana jika menikah dengan ku " ucap Roy, Leon benar-benar kesal dengan hal itu, melihat Roy semakin dekat dengan wajahnya Sofi pun berteriak
"Tuaannn...... dia cabul sekali " cetus Sofi seraya menjauhkan wajahnya dari Roy dan menutupi dengan selimut.
Leon yang kesal pun penarik kra baju Roy dan menepuk halus pundaknya.
__ADS_1
"Oy sudah ku bilang dia tidak tertarik dengan lelaki sepertimu" ucap Leon.