JANGAN SENTUH WANITA KU

JANGAN SENTUH WANITA KU
api iri


__ADS_3

Badan Sofi di buat lemas oleh Leon yang terus menyentuh bagian-bagian sensitif nya,untuk kali ini Leon tidak bisa lagi menahan nafsunya karna belakangan ini banyak hal yang ia kerjakan sehingga tidak pernah lagi mengunjungi tempat -tempat ++, keduanya sudah tak lagi memakai baju Leon mematikan lampu sehingga suasana sedemikian, dan terjadilah.


"Akhhh...! ! (erang Sofi saat Leon menerobos selaput keperawanannya).


Sofi tak tau lagi apa yang kini terjadi keduanya terbuai di malam itu.


#####


keesokan paginya Sofi membuka matanya sekitar pukul 6 pagi, tercium bau kopi saat dia membuka matanya.


" Sudah bangun "seru Leon seraya meminum kopi yang ia buat, nampak rambutnya masih setengah basah , Sofi terdiam memandangi Leon yang santai saja padahal mereka melakukanya tadi malam.


"Emm tidak usah aku mau mandi saja " seru Sofi seraya membetulkan selimut agar menutupi badannya lalu berjalan ke kamar mandi.


"Apa yang kau tutupi aku sudah melihatnya, bahkan sudah merasakannya " cetus Leon membuat Sofi terdiam lalu bergegas masuk.


"Dasar mesum" cetus Sofi , seraya merayakan sower dan mengguyur tubuhnya , setelah selesai mandi Sofi melihat Leon yang sudah berpakaian rapi.


"Hari ini aku ada miting jika ada apa- apa telfon saja " seru Leon yang langsung berangkat pergi.


Sofi memandangi kepergian Leon yang di jemput oleh kevin itu, setelah Leon pergi Sofi masuk kembali ke kamar dan memakai baju yang sudah di siapkan oleh Leon, jika mengingat kembali kejadian itu Sofi sedikit tersipu, matanya melirik seprai yang terdapat bercak darah , baju Leon dan bajunya yang berserakan. setelah memakai baju dia berniat mengganti seprai namun saat itu terdengar suara ketukan pintu, dan rupanya itu Maya.


"Pagi" seru Maya.


"Maya, kamu udah balik " seru Sofi memeluk sahabatnya itu.


"Yah, apa kau tidak senang " ucap Maya.


"Bodoh tentu aku sangat bahagia bukannya katamu akan disana selama 5 hari" seru Sofi.


"Aku bosan di sana, lagipula pekerjaanku menumpuk nanti".

__ADS_1


Karna lelah tempat utama tujuan Maya adalah kamar, Sofi pun terpenjat dan berlari ke kamar.


"Tunggu" seru Sofi tapi, sayang Maya sudah melihat semua.


"Apa ini " Tanya Maya.


Sofi dengan pasrah menceritakan semuanya secara detail pada Maya Seketika itu Maya pun terkejut bukan main, mengetahui Sofi dan Leon hubungannya sudah sejauh ini.


"Wau baru beberapa hari aku tinggal kau begitu mengejutkan Sofi, apa kau yakin akan menikah, kau itu terlalu polos memangnya bisa jadi istri, dan juga kau dan tuan sudah ehem ehem" cetus Maya.


"..... "


"Pufftt..! aku tau kamu pasti bercanda " ucap Maya.


"Tidak ada waktu bercanda saat begini Maya " ucap Sofi.


"Huft... !!! jadi kau yakin dengan keputusanmu " tanya Maya, Sofi hanya mengangguk-anggukan kepala.


bruk.. !! bruk!!


suara ketukan pintu yang begitu kencang menghentikan obrolan Sofi dan Maya, dengan langkah sedikit cepat Sofi membuka pintu, matanya terbelalak melihat bos preman yang akan menagih hutang.


"Hai cantik" ucap bos preman itu mencolek dagu Sofi.


"Cih apa lagi kau " cetus Sofi.


"Jangan galak -galak gitu dong bukankah seharusnya aku kesini, cepat kapan kau bayar hutang ayahmu".


"Aku akan segera melunasi nya " ucap Sofi.


"Benarkah bagaimana jika bayar dengan tubuhmu".

__ADS_1


Orang itu mendorong Sofi hingga tersungkur ke lantai, Maya pun bergegas keluar.


"Kau apa yang kau lakukan, berhenti menggangu nya atau kalian terlibat dalam masalah " cetus Maya.


"Berisik banget " ucap Bos preman itu.


Sofi memberontak saat orang itu ingin menciumnya dengan keras Sofi mengigit tangannya dan menampar pipinya.


Karna kesal dan tidak terima bos itu menampar pipi Sofi hingga memar dan hidungnya berdarah, seketika Maya langsung berlari ke kamar meraih HP Sofi dan menelfon Leon.


"Tuan tolong Sofi" pekik Maya di iringi teriakan Sofi yang sangat kencang.


Akkkhhhh....!!!!


Tak sempat lagi mematikan Telfon Maya berlari keluar suara bos itu terdengar jelas di telinga Leon.


"Sofi "pekik Maya


Tanpa mematikan telfon Leon pun menuju ke rumah Sofi


" Tuan mau kemana sebentar lagi kita ada miting dan ini penting sekali tuan"cetus Desi


"Berisik banget tau " hertak Leon.


"Tapi ini penting tuan" seru Desi


"Pergi " ucap Leon seraya berjalan pergi sekilas Desi mendengar Leon berbicara pada kevin.


"Kirim beberapa orang ke rumah Sofi Sekarang " cetus Leon.


Desi menjadi semakin tidak suka pada Sofi dan semakin iri padanya, dia pun merencanakan rencana busuk.

__ADS_1


__ADS_2