JANGAN SENTUH WANITA KU

JANGAN SENTUH WANITA KU
ayo buat anak


__ADS_3

Saat Leon duduk Sofi memijit kepala Leon, kali ini baru Sofi sadari ternyata dia tidak sendiri.


"Tuan tidak sendiri" seru Sofi.


Sofi menghela nafas menceritakan semua masalalunnya dimana dia ditinggal mati oleh ayahnya dan di tinggal pergi oleh ibunya, menjalani hidup sendirian tanpa bimbingan orang tua.


"Tapi aku bisa melaluinya " ucap Sofi.


Suasana menjadi hening saat itu karna canggung Sofi bangkit niat hati inigin kembali tiduran di kasur tapi tiba-tiba tangannya di tarik oleh Leon dan Leon ******* bibirnya dengan ganas tidak seperti biasanya.


"Ayo buat anak " ucap Leon membuat Sofi terbelalak dan berusaha melepas ciuman karna dia belum siap, tapi sia sia saja dia masih lemas dan Leon pria gagah tentu kalah.


"Ahk..tuan" rintih Sofi pada saat Leon menggigit bibirnya, Leon semakin brutal dengan bermain main di gunung kembar Sofi yang bulat besar sempurna seperti idaman Leon, Leon berbalik membuat Sofi terbaring di sofa panjang , melepas kancing baju satu per satu kini sanggar jelas Leon melihat semuanya.

__ADS_1


Begitu pun dengan Leon yang sudah siap entah kenapa di pikirkan Leon ingin sekali menghamili Sofi padahal setiap melakukannya dengan wanita lain Leon selalu memakai pengaman, tapi kali ini tidak, nafsu Leon semakin memucak tak tertahan lagi dan akhirnya.


"Emm... h. hks , tuan emsk".


Keringat keduanya menyatu sama lain saling bertukar lidah satu sama lain, Leon merasakan perbedaan yang sangat jauh berbeda dimana saat dia bermain dengan wanita di bar dan saat ia bermain dengan Sofi.


Keduanya sama-sama terbuai dan terkulai lemas setelah melakukannya Sofi tertidur di pelukan Leon, Leon menutupi tubuhnya dengan kemejanya sedangkan dia beranjak mandi sambil merenungkan apa yang terjadi padanya kenapa dia bisa dibuat lemah oleh Sofi, setelah selesai mandi dia beranjak keluar mengendong Sofi ke tempat tidur sebelumnya dia memakaikan dulu bajunya lalu menyelimuti dan beranjak keluar di dapatinya Roy dan Maya yang sedang duduk di luar.


"Ee kalian masih di sini " ucap Leon.


"Makanan tadi kalian saja habiskan aku tidak lapar, aku akan pergi mengurus sesuatu kau jaga mereka " ucap Leon menunjuk Roy, lagi-lagi Roy apes di tangan Leon.


"Gunanya kau punya banyak anak buah apa, selalu saja aku yang kena impasnya" ucap Roy seraya menarik tangan Maya kembali ke dalam ruangan.

__ADS_1


"Bocah" cetus Leon seraya beranjak pergi nampak kevin sedang menunggunya.


"Selidiki tentang keluarga Martin dan cari tau siapa pria itu yang ku temui di depan cafe itu kalau tidak salah Marsel namanya aku ingin data mereka lengkap, termasuk ibunya Sofi dan seluk beluk keluarganya " ucap Leon.


"Dan jangan lupa atur ulang jadwal ku untuk besok, pastikan waktu aku mengantar Sofi pulang tidak ada yang menggangu" tambah Leon.


"Dan satu lagi awasi rumah sakit ini kalau perlu bawa satu helikopter untuk memantau dari atas, kelilingi rumah sakit ini pastikan tidak ada bahaya apapun" kau paham "ucap Leon.


" iyah baiklah tuan "jawab Kevin pasrah dengan tumpukan tugas dari Leon, dan tidak ada yang tau kemana Leon pergi.


####


" Jadi apa tujuan anda mengundang ku kesini"cetus leon di depan Martin di kediamannya , rupanya Martin mengundang leon untuk makan malam di rumahnya, dari sini saja leon sudah mengetahui tujuan Martin.

__ADS_1


"Tuan muda, sebentar lagi putriku ulang tahun dia sangat menyukai tuan muda, jika berkenan tuan muda datang ke pestanya 2 hari lagi , " ucap Martin.


"Wau pesta, siapa sih yang bakalan menolak pesta"jawab leon dengan senyum tipis penuh arti.


__ADS_2