
Setelah selesai makan Sofi melihat sekeliling rumah saat itu Leon sedang di kamarnya ,setelah keliling tepatnya sekitar jam 13.23 Leon keluar kamar dan mengajak Sofi pergi.
"Cepat ambil tasmu dan kita berangkat " ucap Leon.
Sofi mengangguk lalu meraih tas yang ia letakan di sofa lalu ia beranjak masuk ke dalam mobil,perjalanan kali ini tidak terlalu jauh setengah jam kemudian mereka tiba di sebuah rumah yang juga mewah besar, megah nuansa putih.itu adalah rumah Irma mamanya Leon, kemarin Leon mendapat kabar bahwa mamanya jatuh sakit, Leon ingin pulang dan menjenguk mamanya tapi mamanya tidak mau kecuali Leon membawa calon istrinya .
Entah dari mana tercetus ide di pikiran Leon untuk mengajak Sofi ikut bersamanya.
"Rumah siapa ini ? " tanya Sofi.
"Diam dan ikut saja " ucap Leon.
Ketika hendak masuk ke dalam tiba-tiba Leon menggandeng tangan Sofi, Sofi sedikit terkejut saat itu ,keduanya masuk kedalam dan didapati Irma sedang duduk di sofa meminum secangkir teh.
Irma menatap sinis Leon, Leon menghela nafas panjang melihat mamanya yang masih sinis padanya.
"Ma, gimana ke adaan mama" tanya Leon.
"Tidak usah banyak tanya, kamu kan memang tidak perduli pada mama" ucap Irma.
"Lagi -lagi selalu beranggapan begitu, sudahi marah mu" cetus Leon.
"Tidak akan sampai kau mau menikah" ucap Irma seraya melirik ke arah Sofi, Sofi pun membalas dengan senyum ciri khasnya.
__ADS_1
"Waahhhhhh...!!! manis sekali " ucap Irma seraya berjalan kearah Sofi dan duduk di sampingnya
"Jadi kamu pacarnya Leon , waahhhhh tidak menyangka wajah buluk Leon bisa dapat wanita cantik seperti mu " cetus Irma.
"Ehh.. tidak tan" belum selesai Sofi bicara, ucapannya di potong oleh Leon.
"Mama pura -pura sakit ya" cetus Leon.
"Ehhh aduh kepala mama pusing, mama sebaiknya istirahat ke kamar " ucap Irma seraya berjalan pergi meninggalkan Leon dan Sofi.
Saat mamanya pergi Sofi menghampiri Leon yang sedang pusang karna sikap mamanya yang tak sabaran itu.
"Tuan sebaiknya segera jelaskan pada mama tuan, kalau dia sudah salah paham" ucap Sofi.
" Jadi mulai detik ini kau wanitaku dan kau harus menuruti semua apa yang ku suruh"ucap Leon
"Tii... daakkkk, bagaimana bisa begitu, ini harus di hentikan" seru Sofi.
"Bagaimana kalau gajimu ku naikan, dengan syarat menjadi istri kontrak ku tenang aku tidak akan melakukan apapun padamu "seru Leon.
" Setuju "jawab Sofi dengan semangat sampai terpelonjat dari pangkuan Leon, Leon terdiam sesaat melihat kelakuan Sofi , Leon tersenyum licik seperti binatang buas yang melihat mangsa empuk.
Sofi tidak menyadari bahaya apa yang akan ia alami jika berdekatan dengan Leon.
__ADS_1
#######
Singkat cerita hari mulai beranjak sore, mereka pun berpamitan pulang, nampak Irma tak lagi sinis pada Leon, setelah pamitan mereka pun langsung beranjak pulang namun bukan ke arah rumah Sofi melainkan ke rumah Leon.
" Harusnya rumahku kearah sana"ucap Sofi.
"Memangnya aku ingin mengantarmu pulang" seru Leon.
"Tapi tuan aku belom bicara pada Maya dia pasti khawatir " ucap Sofi.
"Kevin " ucap Leon.
"Nona tenang saja saya sudah bicara pada non Maya " jawab Kelvin.
"Heeeeee sejak kapan " seru Sofi.
Perjalanan di hentikan dan mobil singgah ke sebuah cafe untuk makan, untuk pertama kalinya Sofi masuk ke cafe mewah dia tercengang ketika melihat harga -harga makanannya, namun demi gengsi dia pura -pura bersikap biasa saja, Leon melihat sikapnya dari ujung matanya sedikit terkekeh.
"Cepat makan" seru Leon saat makanan tiba.
Sofi masih dengan gengsinya memakan makanan yang di hadapannya dengan lemah lembut, membuat Leon tersenyum tipis.
singkatnya sampailah mereka di rumah Leon "tidurlah dimana pun kamu suka "ucapnya Leon seraya masuk ke dalam kamar dan tidak keluar lagi.
__ADS_1
Kelvin mengajak Sofi ke kamar kosong yang berada di samping kamar Leon, Sofi tersenyum lalu beranjak masuk ke dalam dan istirahat.