
Roy terkekeh lalu duduk di sofa sambil meneguk air yang di beli Leon tadi, Leon semakin kesal melihat Roy yang seenaknya saja itu.
"Jangan bikin kesabaran ku habis " cetus Leon.
"Nyeyeyey lihatlah dia itu sangat pelit" cetus Roy.
"Berisik tau" cetus Leon.
"Apa mau gelut ".
"Siapa takut sini maju" sahut Leon.
Ditengah suasana tegang itu HP Sofi berbunyi itu adalah telfon dari Mika ibunya.
"Sofi kudengar kau masuk rumah sakit" cetus Mika.
"ya".
"Itu akibatnya jika kamu membantah ucapan ku" seru Mika, Leon yang melihat wajah Sofi suram merebut hpnya dan mengeraskan suara agar dia bisa mendengar semuanya.
"Aku tau itu perbuatan Dan preman itu kan, jika kau tidak mau di kejar kejar oleh dia maka menikah lah dengan pria itu, hahahah" tawa Mika memekang di telinga Leon, tangannya mengepal sempurna.
"Sudah puas anda tertawa, anda tenang saja hutang itu sudah ku lunasi dan tidak perlu harus menikahi orang itu " cetus Sofi.
__ADS_1
"Mustahil, bagaimana bisa kamu melunasi hutang itu kecuali jika kamu menjual tubuhmu " cetus Mika.
"Dari mana saya dapat uang bukan urusan anda, sebaiknya cepat katakan apa tujuan anda menelfon ku" tanya Sofi.
"Sebentar lagi Lani ulangtahun aku sepesial mengundangmu untuk datang, kau tau acara ini akan di hadiri oleh orang kaya dan suamiku juga mengundang orang paling kaya dan ternama di kota ini, kamu beruntung dapat menghadiri pesta ini" seru Mika.
Leon tersenyum tipis penuh arti, begitu juga Roy yang menaikan alis ke pada Leon sahabatnya, Roy sangat tau Leon pasti orang yang di sebut dan Roy juga tau apa rencana Leon.
"Terserah anda" jawab Sofi menutup telfon dan meletakan HP di nakas.
"Aku tidak akan datang " ucap Sofi.
Leon memukul halus kepala Sofi "Bodoh sekali kau harus datang kali ini kau datang bersamaku " ucap Leon.
"Tuan tidak mungkin, seharusnya orang lain tidak boleh melihat kita bersama " ucap Sofi.
"Setuju kali ini kau tidak usah menolak" ucap Leon.
Beberapa saat kemudian kevin datang bersama dengan seseorang yang pasti penghulu yang akan menikahkan Sofi dan Leon , wajah Sofi berubah drastis mendadak pucat sedangkan Leon seolah olah sudah siap dan langsung duduk di kursi.
Tanpa menunggu lama -lama keduanya pun di persatukan /di nikahkan, dan kini keduanya resmi menjadi suami istri Leon memotret buku nikahnya dan mengirim pada Irma, Irma senang bukan kepalanh saat itu.
Leon melirik jam dinding dan melihat sekarang sudah pukul 10.22 Leon bergegas mengambil kemejanya dan mendekat ke arah Sofi.
__ADS_1
"Mungkin aku akan pergi sampai malam Roy akan disini menemanimu, jaga dirimu jika tidak ingin aku membunuh orang " jelas Leon , Roy tertegun saat Leon menyebut namanya.
"Dan kau, jika terjadi apa -apa padanya maka kau berhak memilih mati seperti apa " cetus Leon pada Roy.
"Eeeeee kenapa begitu ".
Roy celingukan mendengar ucapan Leon yang menyeramkan itu walaupun ia tau tidak mungkin Leon akan benar-benar membunuhnya tapi ucapannya itu bikin jantung serasa mau lepas.
Leon pun beranjak keluar rumah sakit bersama dengan Kevin menuju kantor karna hari ini ada miting sangat penting untuk proyek di Singapure proyek ini harus di menangkan olehnya karna proyek itu rumahnya sampai terbakar Leon pun sudah mengetahui pelakunya tinggal tunggu tanggal mainnya saja.
Sudah 1 jam sejak Leon pergi suasana di ruangan Sofi masih canggung sunyi senyap bahkan hanya terdengar suara detikan jam jika ada pensil jatuh pasti suaranya bergema.
"Anu ".
Sofi angkat bicara membuat Roy yang sedari tadi mengotak-atik hpnya terhenti dan mendongak ke arah Sofi.
"Em anu aku ingin ke toilet bisa tolong lepaskan selang di belakang pundakku " pinta Sofi.
Roy berjalan mendekat ke arah Sofi dan membungkuk untuk melepas selang itu , saat bersamaan Desi datang karna mendengar kabar Sofi masuk rumah sakit melihat hal yang di lakukan Roy muncul sebuah ide di otak picik Desi, dia memotret Roy dan menyimpan Foto itu jadi posisi Roy saat melepas itu menunduk seolah olah mereka berciuman dan berpelukan.
"Sudah, kau bisa sendiri ke toilet " ucap Roy.
"Tentu bisa " jawab Sofi yang langsung ke toilet karna kebelet.
__ADS_1
Disatu sisi Desi mengirim Foto itu pada Leon dengan nomer samaran agar tidak diketahui bahwa pengirimnya itu dia.
###