JANGAN SENTUH WANITA KU

JANGAN SENTUH WANITA KU
sesaat


__ADS_3

"Dia itu siapa,?" tanya Roy.


"Anak martin, suami baru ibunya Sofi, " jelas Maya.


"Kenapa dia ngejar kamu begitu,? " tanya Roy lagi.


"Dia tuh pasti suka sama Sofi aku udah nebak kelakuan binatang kayak dia itu, " ucap Maya.


"Sebaiknya kau cepat menyusul Leon ke Singapura, bukan apa -apa aku takut aja semakin lama kamu di sini, semakin jauh dari Leon akan semakin bahaya buat kamu, " jelas Roy.


"Nanti saja mikirin hal itu, setelah selesai projek ini aku akan nyusul kok, lagian kan aku udah gede bisa jaga diri sendiri, toh juga ada kevin, " seru Sofi.


"Pura -pura kuat gak berguna tau,apa yang di katakan Roy ada benarnya dan aku yakin disana ada seseorang yang pusang dan tidak fokus dengan pekerjaannya, " goda Maya.


Sofi memutar kursinya berbalik ke arah meja sembari menatap hpnya yang sama sekali tidak ada notif dari Leon.


"Biasanya di Singapura banyak cewek cantik Maya, mereka tinggi -tinggi gitu, " ucap Roy yang melanjutkan obrolan dengan Maya.


"Masa sih, " seru Maya.


walau terlihat biasa Sofi memantau pembicaraan mereka dengan telinganya itu.


"Iya dulu kalau kita lagi ada kerjaan di sana sering tuh cewek -cewek di sana pada heboh, " seru Roy.


"Kalau di sana katanya sih emang gitu, " ucap Maya.


"Mangkanya Leon milih bikin kantor utama di sini, kalau masih bertahan di sana ya gak tau deh apa yang bakalan terjadi, " ujar Roy.


Mereka dengan sengaja memancing Sofi demikian agar Sofi bergegas menyusul Leon.


Mendengar omongan Roy, Sofi mendadak kesal dan beranjak pergi dari mejanya dan duduk di bagian samping kantor,Maya dan Roy yang jahil pun merasa puas karna Sofi yang bersikap demikian.

__ADS_1


Sofi duduk di kursi yang ada dan masih menatap layar HP yang tanpa notif dari Leon.


"Dia ini kemana sih gak ada kabar gitu, " oceh Sofi .


Di satu sisi Leon sedang mengerjakan pekerjaan tangannya memang fokus ke leptop tapi matanya terus melirik ke arah hpnya.


"Masa iya aku chat duluan sih, " gumam Leon.


Leon meraih hpnya danenekan nomer Sofi bukan untuk mengirim pesan Leon langsung menggunakan nelfon Sofi.


Sofi yang memang menunggu dengan wajah lesu itu mendadak jadi bungah banget karna Leon menelfonnya .


"Kau di mana,? " tanya Leon.


"Aku masih di kantor, " jawab Sofi.


"Kau sudah makan,? " tanya Leon.


"Memangnya Roy di situ,? " tanya Leon.


"Yah, dia nyamperin Maya sih pasti " ucap Sofi.


"Kamu kapan ke sini,? " tanya Leon.


"Selesaikan dulu projek kali ini, jika semuanya berjalan lancar akan segera kesitu, jika tidak ada penghalang, " seru Sofi.


"Ku dengar yang menjadi patner itu Marsel. "


"Iyah dia jadi patner kerja sama kali ini, " jawab Sofi.


"Mamangnya tidak apa, ada dia di dekat mu,? " ucap Leon.

__ADS_1


"Gak papa, " seru Sofi.


Keduanya saling diam tidak tau ingin membicarakan apa, rasa canggung terjadi hingga tiba -tiba terdengar suara di telfon, Roy yang menggoda Sofi.


"Sofi sayang ayo, saat ini si Leon kan di singapura kita bisa selingkuh , " Seru Roy.


"Apaan sih, gila aja ya kamu Roy aku lagi telfonan sama Leon, " hertak Sofi.


"Yah jadi ke tauaan deh, " Serunya sambil tertawa .


"Hmm" Leon mendehem di telfon.


"Enggak ada, aku di kantor loh, itu Roy cuma asal omong aja gak usah di dengerin, " jelas Sofi.


"Udah tau , Roy kalau gak ada kerjaan emang nyari mati, kamu buran kesini supaya aku gak di ambil orang, " ucap Leon seraya mematikan telfon.


"Apaan sih dia " cetus Sofi sedikit kesal.


Setelah telfon mati Sofi beranjak masuk ke dalam dan kembali duduk di kursinya , saat ia duduk Maya dan Roy terus meledek dia.


"Kalian bisa kan jangan gitu dong, pacaran diluar sana, nikahin kek bukan cuma dateng kesini terus, " enek Sofi.


"Jadi ceritanya ngejek nih, lagian yah bukannya aku gak mau nikahin, tapi yang mau di nikahin gak mau, " jelas Roy.


"Udah deh jangan gangu aku "


"Gara -gara Roy telfonnya cuma sebentar " gumam Sofi.


Bukannya berhenti Roy dan Maya masih saja meledek Sofi hingga membuatnya jadi kesal dan memilih pulang ke rumah.


bersambung

__ADS_1


Neks Eps


__ADS_2