JANGAN SENTUH WANITA KU

JANGAN SENTUH WANITA KU
masalah baru


__ADS_3

Pagi hari telah tiba, saat Sofi membuka matanya dia melihat Leon masih terlelap tidur mengingat dia baru saja tidur karna pekerjaan.


Sofi beranjak turun dari ranjang dan menuju dapur membuat secangkir kopi lalu duduk menikmati pagi.


Secangkir kopi mulai habis dia beranjak mengeluarkan bahan sayur dan beberapa potong daging untuk di masak.


Saat asik dengan masakan terdengar suara ketukan pintu, dia beranjak mematikan kompor dan keluar membuka pintu matanya terbelalak melihat siapa yang berdiri di hadapannya.


"Kak Marsel " cetus Sofi.


Rupanya setelah ke jadian di pesta itu Marsel mengikuti kepergian Leon dan Sofi untuk mengetahui di mana rumah nya Sofi.


"Apa yang kakak lakukan di sini" ucap Sofi.


Marsel enggan menjawab tiba -tiba saja dia memeluk Sofi dan entah kenapa dia terlihat sedih.


"Sejak kapan kau menikah" tanya Marsel.


"Sudah lama memangnya kenapa ?" tanya Sofi.


"Kau harus ikut aku " ucap Marsel seraya menarik tangan Sofi.


Sofi pun menepis tangan itu dan mundur dari hadapan Marsel.


"Aku tidak mau " ucap Sofi.


Marsel terus memaksa dengan menarik tangan Sofi ,kegaduhan itu terdengar oleh Leon, dia beranjak bangun untuk memeriksa, dan di lihatnya Marsel sedang menarik paksa tangan Sofi.


"Apa yang kalau lakukan " ucap Leon saat menuruni anak tangga.


Sofi panik dia takut Leon salah paham dan mengira bahwa dia membawa lelaki lain masuk ke dalam rumah.


"Aku bisa jelaskan, aku tidak tau dari mana dia tapi tiba -tiba saja dia kesini" ucap Sofi.


"Diam , aku tidak bertanya padamu" ucap Leon saat berdiri tepat di hadapan Marsel.


Leon sangat familiar dengan wajah lelaki yang kini berdiri di hadapannya, ya lelaki yang pernah ia temui saat di cafe.

__ADS_1


"Kau orang waktu itu, ada apa kau kemari menggangu istri ku" ucap Leon.


"Bukan urusan mu aku hanya ingin membawanya pergi dari mu, karna aku tidak mau dia kenapa-kenapa saat berada di dekat pria sepertimu" ucap Marsel.


"Ini menjadi urusanku karna bersangkutan dengan istri ku " ucap Leon.


"Kau itu pria asing yang baru ia kenal sedangkan aku ini sudah lama mengenalnya" ucap Marsel.


"Tidak perduli seberapa lama kau mengenalnya tapi saat ini dia adalah istriku dan itu tanggung jawabku untuk menjaga nya" ucap Leon.


"Aku ini kakaknya dan aku akan membawanya pergi " ucap Marsel.


"Kakak "


"Sebaiknya kamu segera pergi " ucap Leon.


"Sebaiknya kak Marsel pergi saja" ucap Sofi.


"Sofi berpikirlah jernih, jika kau berada di dekatnya makan kau akan berada dalam bahaya " ucap Marsel.


"pikirkan itu lagi, aku akan kembali lain waktu dan pastikan kamu berubah pikiran" ucap Marsel.


Marsel pun beranjak pergi dari depan rumah Leon, sesaat setelah Marsel pergi Leon masih diam tanpa bicara beranjak masuk dan berbalik di Sofa.


Melihat Leon yang hanya diam saja membuat Sofi pun menjadi panik karna tidak biasanya Leon demikian.


"Tuan, apa tuan marah ? " tanya Sofi.


Leon tidak menjawab dia menatap Sofi yang panik itu rasanya ia ingin sekali mencubit pipinya dan mencium nya.


"Tuan " ucap Sofi.


Leon masih mempertahankan ngambeknya itu walaupun tidak tahan karna sifat imut Sofi.


"Bagaimana ini " gumam Sofi dalam hati hingga terlintas sebuah ide di benak Sofi, pipinya terlihat menyemai merah perlahan dia mendekat ke arah Leon.


"Sa... yang" ucap Sofi gagap.

__ADS_1


"hmm" jawab Leon yang masih sedikit kesal bercampur bahagia , senang bukan main saat Sofi memanggilnnya begitu .


"Ya sudah lah, mau masak " cetus Sofi.


Melihat Sofi yang tak lagi membujuknya membuat Leon makin sebal lalu menariknya hingga jatuh di pelukannya.


"Ehhh aku mau masak " ucap Sofi.


"Panggil aku kayak tadi lagi baru aku lepasin " ucap Leon.


"Hah panggil kayak apa gak ada aku mau masak loh " ucap Sofi.


"Gak mau tau, cepet " ucap Leon


"Sayang, sayang ,sayang ,sayang, sayang.sayang"


Kata-kata Sofi terputus saat Leon mencium keningnya.


"Nah gitu dong" seru Leon.


"Tapi aku masih belum sepenuhnya memaafkan kamu ya , bisa-bisanya ngajak cowok lain masuk ke rumah" ucap Leon.


"Dia yang datang sendiri kok aku yang di marahin" cetus Sofi.


"Gak mau tau " ucap Leon.


Beberapa saat kemudian HP Leon berbunyi itu adalah telfon dari kantor cabang di Singapura mendadak wajah Leon menjadi serius, Sofi bisa membedakan wajah Leon berbeda sekali saat sedang serius.


"Ada apa " tanya Sofi saat telfon sudah mati.


"Ada masalah di kantor cabang " jawab Leon.


"Masalah apa " tanya Sofi.


"masalah ini"


thor:makin penasaran simak terus cerita mereka sampai tuntas

__ADS_1


__ADS_2