JANGAN SENTUH WANITA KU

JANGAN SENTUH WANITA KU
terselububg rindu


__ADS_3

Setiba di kantor Sofi duduk di kursinya dia melihat sekeliling dalam penglihatannya tidak ada tanda -tanda ke beradaan Desi.


Dia menanyakan hal itu pada Maya yang duduk sambil melamun karna memikirkan Roy.


"Sstt Maya ratu iblis mana? " tanya Sofi.


"Hah ratu iblis, siapa?, "


"Itu loh " Sofi menunjuk kursi Desi.


"Oh dia ,gak ada yang tau dia kemana sejak kejadian kemarin Desi menghilang gak ada kabar " jawab Maya.


"Aneh banget." cetus Sofi.


"Gak heran sih paling juga di hapus dari dunia sama suami mu" ucap Maya


"Dia gak ada." ucap Sofi wajahnya mendadak lesu.


"Siapa?." tanya Maya.


"Dia ke Singapura kantor cabang katanya ada masalah, tadinya mau ngajak aku tapi endingnya aku malah di tinggal gini, " ucap Sofi.


"Hah?, siapa sih?, " tanya Maya.


"Dia lah, " jawab Sofi.


Maya menaikan alisnya sembari meutar bola matanya ke atas memikirkan kata dia yang di ucap kan oleh Sofi.


"Oh maksud kamu tuan Leon, " ucap Maya.


"Hmmm." jawabnya.

__ADS_1


"Kangen yah, kenapa gak telfon aja terus bilang sayang aku kangen deh, " goda Maya.


"Aah gila aja aku kayak gitu ," ucap Sofi.


Keduanya tertawa sesaat lalu kembali bekerja mempersiapkan miting siang ini Sofi memikirkan miting kali ini akan berjalan lancar karna dia yakin projek yang di dusun oleh dia dan Maya tak pernah gagal.


Namun semua pecah saat miting di mulai seseorang melangkah masuk membuat Sofi terdiam, ya dia Marsel secara sengaja Marsel diam -diam merangkak masuk ke perusahaan Leon untuk menjalin kerja sama.


Terlihat seolah kerja sama biasa tapi pada dasarnya itu cuma siasat Marsel untuk mengambil Sofi dari tangan Leon.


"Kevin, " panggil Sofi.


"Ya nona, " jawab Kevin.


"Apa kita akan miting dengan orang itu, " tanya Sofi.


"Iya nona, tuan Marsel dari luar negri mengirim kerja sama dengan kita , " ucap Kevin.


"Kalau begitu kalian saja yang miting dengannya " jawab Sofi seraya beranjak pergi keluar dari kantor.


"Sofi tunggu. " ucap Marsel.


Sofi terus melangkah menjauh dari kantor namun langkah kecilnya masih terkejar oleh Marsel, Marsel kemudian menarik tangan Sofi.


"Hei tunggu. " ucap Marsel.


"Lepaskan aku. " seru Sofi.


"Gak akan sampai kamu mau ikut aku pergi dari sini, kita bisa memulai hidup berkeluarga di luar kota dan hidup bahagia. " ucap Marsel.


"Kak aku ini sudah menikah. " seru Sofi.

__ADS_1


"Kau pasti hanya terpaksa menikah dengan pria itu kan , faktanya kau tidak mencintainya dan aku sangat yakin kalian tidak melakukan apa -apa. " ucap Marsel.


"Tidak, semua yang kamu ucapkan itu tak betul, aku tidak terpaksa, aku juga bahagia dan aku tidak mau kehilangan dia. " cetus Sofi.


"Bahagia, bahkan aku tidak pernah melihatmu tertawa atau berjalan berdua dengannya, Leon itu orang terpandang bahkan pernikahan kalian tidak ada yang tau kan. "ucap Marsel.


" Kebahagiaan ku bukan untuk di pertonton kan "seru Sofi seraya beranjak pergi.


Sofi kembali masuk ke dalam kantor meraih lagi berkas dan memulai presentasi nya.


Dalam pikirannya dia tidak ingin lagi lari karna mau bagaimana pun mereka akan bertemu dan dia tidak bisa menghindari Marsel.


Hatinya kini tetap teguh pada kenyataan bahwa saat itu sepatutnya adLah seorang istri, apalagi Leon bukan pria sembarangan.


#####


Leon baru turun dari pesawat kakinya kini menginjak tanah singapura dia memerintahkan asisten -asisten ya untuk menyiapkan mobil menuju kantor.


Selama perjalanan Leon memikirkan Sofi, apa yang di lakukan Sofi, apa dia sudah makan, gimana kabarnya.


Hal itu terngiang -ngiang di telinga Leon, ingin sekali dia menelfon tapi rasa nya sedikit gengsi.


Leon "(Dimana Sofi). "


Leon mengirim pesan pada Kevin yang kebetulan saat itu berada di ruangan miting bersama dengan Sofi dan Marsel.


Kevin "(Nona sedang presentasi tuan). "


Leon"(Siapa kelien kita). "


Kevin "(Marsel). "

__ADS_1


Leon terdiam di saat Kevin menyebut nama Marsel, ingin marah tapi pada siapa ini juga salah dia meninggalkan Sofi sendiri.


thor\=Aciee kenapa tuhhh


__ADS_2