
Leon menyiapkan air hangat untuk Sofi dia memastikan airnya tidak terlalu panas setelah siap dia keluar nampak Sofi yang masih sesekali membuang muka dan enggak bicara padanya.
"Ayo mandi, " ajak Leon.
"Gak " jawab Sofi.
"Dih dih kenapa gitu, gak ada kata gak dalam kamus Leon cepet gak usah manja," seru Leon.
Dengan sebal Sofi beranjak turun dari kasur dan berjalan ke kamar mandi nampak saat itu Leon mengikutinya.
"Aku mandi sendiri, " peliknya seraya berlari ke kamar mandi dan mengunci pintu.
Leon dibuat plonga-plongo melihat sifat Sofi yang demikian, dia beranjak kembali duduk di atas kasur lalu membuka laptopnya untuk memeriksa masalah di kantor Singapura.
beberapa saat kemudian Sofi keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju mandi seperti biasanya nya.
Lalu beranjak ke lemari mengambil baju tidur polos bewarna biru malam setelah ia mengganti baju tiba-tiba tangannya di tarik oleh Leon untuk duduk di kasur.
Saat Sofi duduk di kasur Leon meraih pengering rambut dan mulai mengeringkan rambut Sofi sambil menyisir nya perlahan.
"Besok aku mau ke Singapura lagi kamu ikut ya, " pinta Leon.
"Ngapain ikut, kan di sana udah ada cewek " jawab Sofi yang terlihat jelas cemburunya.
"Udah dong gak usah bahas soal itu terus, kan udah di jelasin kalau itu cuma salah paham, walaupun aku pernah suka sama dia tapi itu kan masa lalu sekarang beda lagi, toh dia ninggalin aku dulu cuma demi uang. " jelas Leon.
"Tuan, aku boleh bertanya " ucap Sofi diiringi wajah yang mendadak serius.
"Apa,? "
__ADS_1
"Apa tuan masih mencintai gadis itu,? " tanya Sofi.
"Tidak " jawab Leon mantap.
"Kenapa,? "tanya Sofi lagi.
" Karna aku saat ini sudah mencintai wanita lain dan akan ku jaga dia dalam hidupku seumur hidup. "jawab Leon.
Sofi terdiam bibirnya gemetar saat hendak menanyakan siapa wanita yang Leon maksud.
" Jika kau bertanya dia siapa, dia adalah istri ku yang aku cintai, dan aku berjanji untuk melindunginya mulai saat ini dan untuk selamanya, "jawab Leon seraya memeluk tubuh Sofi dari belakang.
Sofi diam tak berkutik mendengar pengakuan dari Leon yang sama sekali tidak pernah terlintas di pikirannya selama ini.
Orang yang dulu menjadi bosnya lalu menjadi suaminya menyatakan bahwa ia mencintainya pengakuan itu terbesar jelas di hati Sofi.
" Besok ikut ya, "pinta Leon.
" Iya, iya "jawab Sofi seraya melepas pelukan dan beranjak tidur, beberapa kali Leon berusaha memeluknya saat di kasur dia pun terus menghindar dari pelukan itu.
" Gini amat ya, pengen peluk istri sendiri kayak mau peluk jin aja susah, "gumam Leon.
Mendengar mendengar celoteh Leon yang begitu Sofi terkekeh ,hal itu membuat Leon sebal dan seketika mendekap Sofi saat ia lengah.
" Nah dapet,"seru Leon.
"Lepasin gak, " pinta Sofi.
"Nggak habisnya aku kangen sama kamu udah 3 hari loh kita gak ketemu emang kamu gak kangen sama aku,? "ucap Leon.
__ADS_1
"Nggak "
Leon yang kesal menyelidiki tubuh Sofi hingga membuatnya tertawa terpingkal-pingkal, suara tawanya yang keras terdengar hingga luar di mana Maya, Roy ,dan Irma masih mengobrol di luar .
"Nah udah ketemu sama obatnya kan anteng " cetus Roy.
"Bungah bener tuh , " gumam Maya.
"Begitulah anak muda jaman sekarang, di mulut bilang enggak di hati bilang iya, dulu tante kita mereka gak bakalan langgeng kayak gini, karna pernikahan yang gak berlandaskan cinta tapi siapa sangka mereka malah jadi menyatu, " sahur Irma.
"Cinta bisa datang kapan aja ya tante, mau dengan orang yang di benci sekalipun kalau cinta yang bicara beda cerita sih, " jawab Maya.
#####
"Gimana kantor disin,? " tanya Leon pada Sofi sambil sesekali mengelus kepala Sofi.
"Kantor sih baik-baik aja kerja sama dengan Marsel pun berjalan normal gk ada masalah, " jawab Sofi.
"Baguslah kalau begitu cepat tidur Besok pagi kita akan berangkat ke Singapura. " ucap Leon.
"Tuan apakah jika aku ikut kesana tidak apa-apa"
"Memangnya kenapa ?" tanya leon.
"Disana banyak paparazi yang menyorot, jika aku kesana dengan mu maka bisa jadi kita ketahuan, " ucap Sofi.
"Tidak perlu memikirkan hal yang tidak penting karna bagi ku ketahuan atau tidak nya hubungan kita aku tetap mencintaimu, "Jelas leon
Karna hari mulai memasuki tengah malam keduanya terlelep tidur di pelukan mesra.
__ADS_1