
Sofi berlari keluar menghampiri Roy dan Maya dangan wajah sumringah pasti
"Kalian mau ikut enggak? " tanyanya
"Kalau aku sih ayok aja asal di ajak" ucap Roy
"Gila bungah banget kamu " sahut Maya
"Ya dong, kan mau jalan " serunya dengan semangat
"Gak jadi deh " goda Leon saat menuruni anak tangga, secepat kilat Sofi menoleh ke arah Leon
"Tuan kok gitu php banget" ucap Sofi kesal hingga pipinya mengempu caby
"Cuma bercanda " jawabnya sambil terkekeh, dan menarik tangan nya keluar rumah
"Kalian mau gabung" ucap Leon
"Gak deh aku sama Maya naik montor aja " ucap Roy
"Oh" jawab Leon
Mereka pun berangkat menuju pantai saat ini masih pukul 13.12 kemungkinan akan sampai jam 2 lebih, Leon berjalan duluan dengan mobil memimpin jalan sedangkan Roy dan Maya di belakang mereka dengan montor.
######
Setiba di pantai saat itu tidak terlalu banyak orang hanya ada beberapa saja nampak wajah berseri seri Sofi yang tak sabaran ingin turun, sebelum turun Leon meraih kepala Sofi hingga menempel di kepalanya dahi mereka saling menempel
"Ingat jangan jauh -jauh dariku " ucap Leon, Sofi pun menganguk, setelah di perbolehkan turun dia pun turun membawa tas berisi makanan dan 2 pasang tenda
Meraka berjalan beriringan mencari tempat yang pas untuk pasang tenda, namun saat berkeliling siapa sangka Maya melihat Pacarnya sedang berciuman dengan wanita lain, dan saat itu tidak hanya Maya yang melihat Sofi pun ikut melihat
__ADS_1
Karna Sofi orangnya gegabah dan emosian dia langsung menghampiri pacar Maya dan menampar nya.
"Dasar pria berengsek, sampah " pekik Sofi
"Bangs*t " pekik pacar Maya dan mendorong Sofi beruntung Leon tepat di belakangnya, orang itu menoleh ke arah Maya dan terbelalak melihat Maya
"Maya kenapa kau ada di sini" serunya
"Bukanya aku yang harusnya bertanya, siapa wanita yang barusan kau cium" ucap Maya
"Aku pacaranya" sahut wanita itu
"Oh, jika kamu pacarnya maka aku mantannya " jawab Maya
"Enak saja memangnya kapan kita putus"
"Sekarang kita putus " jawab Maya dan berjalan cepat mendahului yang lain, Roy mengejar Maya saat melewati cowok itu Roy melayangkan tinju mautnya dan menandai wajah cowok itu
Beberapa saat kemudian mereka menemukan tempat yang pas untuk memasang tenda, saat para cowok memasang tenda Sofi berusaha menghibur Maya.
"Maya, kamu oke kan" ucap Sofi
"Oke banget kok " jawab Maya
"Kamu boong deh "
"Entahlah Sofi aku kira dia yang terakhir untuk ku tapi siapa sangka dia berbuat begitu " ucap Maya
"Itu tandanya dia pria tidak betul masa dia buta cewek kayak kamu di sia- siain" ucap Sofi
" Alay ih "seru Maya berusaha tertawa
__ADS_1
" Gimana kalau sama Roy heheh dia kan ganteng tuh manis lagi "ucap Sofi hal itu di dengar oleh Leon
" kamu ngomong apa barusan "seru Leon, auranya berbeda jelas berbeda ibarat dalam filem sudah berada di dunia kegelapan kematian.
" Tapi masih ganteng tuan dong "sahut Sofi lantang menyelamatkan diri.
" Dasar uler "ucap Leon
" Sofi, Sofi ada ada aja kamu, kalian itu ribut terus tapi tetep romantis loh "ucap Maya
" Romantis apa nya dia itu monster yang kita kenal dulu"seru Sofi, Maya pun tertawa, tawa yang nyata bukan di buat buat
Setelah selesai memasang tenda Roy mencari kayu bakar sedangkan Sofi merapikan barang di dalam tenda sepeti selimut bantal dan lain -lain
semua persiapan untuk berkemah sudah siap tepat jam 3 api unggun sudah siap begitu juga dengan makanan, mereka menikmatinya bersama hingga malam
Roy meraih gitar yang ia bawa lalu memainkannya, sebuah lagu ia nyanyikan dan dimana lagu itu lagu kesukaan Maya , dan kebetulan lagu itu juga sering Roy nyanyikan karna dia juga menyukai lagu tersebut
"Kamu tau lagu itu juga " seru Maya
"Ya tau dong kan lagu kesukaanku " ucap Roy
"Sama , itu juga lagu kesukaan ku, bagus Roy " seru Maya, pipi Roy bersemi merah saat Maya berkata demikian
"Oy oy kenapa Roy " goda Leon
"Apa sih " seru Roy
"Gak cuma itu kok aneh gitu mendadak terpesona " ucap Leon
Sofi melirik ke arah Roy dengan geram karna gemas menapak punggung Roy sambil terkekeh
__ADS_1