JANGAN SENTUH WANITA KU

JANGAN SENTUH WANITA KU
gk aman


__ADS_3

Selama perjalanan Sofi memikirkan perkataan Maya tentang perasaannya sesekali dia melirik ke arah Leon saat Leon membalas tatapannya itu membuatnya jadi merasa deg degan.


"Kamu kenapa,? " tanya Leon.


"E enggak papa, " jawab Sofi.


Sofi mengalihkan pandangannya keluar jendela menatap pemandangan di luar kaca mobil.


"Sebelum semua terlambat , ".


Kata-kata Maya terngiang membuatnya menjadi tidak fokus bahkan saat Leon memanggilnya dia tidak mendengar.


"Sayang, sayang"


"SOFI ANAVITA..!!! " pekik Leon.


"Eh iya, "


"Mikirin apa sih, dari tadi di panggil gak nyaut, " seru Leon.


"Gak papa kok emangnya kenapa,? " tanya Sofi.


"Kamu mikirin cowok lain yah, siapa "


"Enggak lah mana ada aku mikirin cowok lain ngaco, udah fokus aja nyetir jangan mikir yang aneh-aneh, " seru Sofi mengalihkan pandangannya lagi sebisa mungkin Sofi berusaha agar tidak bertatapan langsung dengan Leon.


Mobil melaju dengan cepat sehingga baru beberapa saat mereka sudah sampai di bandara, tanpa harus mengantri ribet mereka langsung menuju pesawat pribadi Leon dan meluncur ke Singapura.


Setiba di kota Singapura perjalanan masih berlanjut dengan mobil menuju apartemen Leon, jaraknya lumayan jauh sehingga sekitar jam 3 sore mereka baru sampai di rumah.


Karena kelelahan Sofi langsung merebahkan diri di sofa.

__ADS_1


"Mandi dulu, " pinta Leon.


"Cepek,pegel, " jawab Sofi.


"Ya tapi mandi dulu, " seru Leon lagi.


Sofi masih enggak mengiyakan permintaan Leon untuk mandi, Leon pun duduk di sofa tepat di samping Sofi berbaring.


Perlahan Leon memijit pundak dan punggung Sofi, mendapati tatapan Sofi membuat Leon jadi terangsang dan langsung menarik tubuh Sofi dan membopong ke kamar.


"Eh eh eh aku mau di bawa kemana, " seru Sofi.


Leon tak menggubris ucapan Sofi dia tetap menggendong Sofi masuk ke kamar dan membaringkan tubuh Sofi ke kasur.


"Tuan mau ngapain eh, " seru Sofi.


"Bisa gak kalau manggil tuh jangan tuan, tuan, tuan suami sendiri ini loh, kamu bukan budak jadi gak usah manggil gitu, " jelas Leon.


"Gak ada tapi -tapi kamu boleh manggil kayak gitu kalau di kantor kalau di rumah gak boleh " ucap Leon.


"Iya iya bawel " cetus Sofi seraya beranjak ingin bangun tapi di halangi oleh Leon yang menindihi tubuh nya.


"Mau apa , tadi katanya di suruh mandi " ucap Sofi.


"Nanti dulu, " jawab Leon seraya melepas dasinya dan kancing bajunya, dari sini Sofi sudah mengetahui kemana tujuan Leon.


"Kita baru sampai loh," ucap Sofi.


"Aku kepengen, " jawab Leon dengan pipi merah sayu nya.


"Tapi, "

__ADS_1


Leon memotong ucapan Sofi dengan ciuman sehingga Sofi tak bisa lagi menolak hal itu.


"Leon hari ini, bukan hari aman sebaiknya memakai pengaman, " seru Sofi.


"Jadi maksudnya aku harus pakai kon**m gitu, " ucap Leon.


"Hmm"


"Gak mau " jawab Leon yang terus melanjutkan aksinya.


Leon masih seperti biasanya lihay dalam melakukan hal seperti itu dan kali ini Leon benar -benar tembak dalam.


Keduanya terkulai lemas seperti biasa Leon beristirahat sejenak sembari mengelus lembut kepala Sofi yang kelelahan itu.


Leon menyelimuti tubuh Sofi dengan baik mengecup keningnya lalu beranjak masuk ke kamar mandi, nampak Sofi masih belum bertenaga untuk bangkit.


Saat Leon sedang mandi HP yang ia letakan di atas bantal terus berbunyi hal itu memancing rasa penasaran Sofi dan melirik HP itu, nampak sekali itu adalah telfon dari Sarah, Sofi yang kesal pun langsung mengangkat telfonnya.


"Ya ada apa " seru Sofi lantang percaya diri


"Eh kamu siapa lancang sekali mengangkat telfon Leon, " seru Sarah.


"Aku istrinya , kamu siapa, " seru Sofi dengan nada berani.


"Ouh jadi ini istrinya Leon, Leon nya ada gak aku mau bicara " jawab Sarah.


"Dia sedang mandi gak bisa di gangu " jawab Sofi seraya mematikan telfon tanpa ia sadari Leon mendengar dan memperhatikan kelakuan nya.


"Gatel banget jadi cewek, " gumamnya.


bersambung

__ADS_1


thor: jangan mau kalah Sofi


__ADS_2