
Orang itu mencekek leher Sofi,Maya semakin panik dia ingin melawan tapi apa daya dia tidak punya kekuatan.
Badan Sofi terkulai lemas sulit baginya bernafas karna cekekan itu perlahan kesadarannya mulai hilang .
"Kalian mau pergi atau aku panggil polisi" ucap Maya.
melihat Sofi yang terkulai bos itu panik dan beranjak pergi , dan tak lama kemudian Leon tiba dalam kondisi Maya yang menangis sesenggukan.
"Berengsek" cetus Leon seraya membopong Sofi ke dalam Mobil.
"Maya kau ikut " seru Leon mengisyaratkan maya naik mobil pengawalnya.
Leon terus mencoba membangunkan Sofi yang setengah sadar itu, memar di pipinya parah bahkan lehernya menghitam bekas cekikan itu.
"Kevin kuberi waktu kamu 2 jam untuk menemukan orang itu, jika tidak kau tau sendiri akibatnya " ucap Leon.
"Ba a iii.. k tuan " cetus kevin terbata -bataa.
Singkat cerita sampailah mereka di rumah sakit, Leon langsung meminta pelayanan VIP.
"Jika dia tidak selamat, akan ku pastikan rumah sakit ini akan menjadi tanah " ucap Leon pada Dokter , seketika dokter langsung masuk ke ruangan dan mengobati Sofi.
Saat sendang menunggu kevin datang menghampiri Leon memberikan informasi tentang Dam(bos preman).
"Jadi ".
__ADS_1
"Jadi almarhum ayahnya non Sofi mempunyai hutang pada Dam, sedangkan Dam sendiri tertarik pada non Sofi " ucap Kevin.
"Dimana alamatnya, atau tempat biasanya dia berkumpul ".
"Di sini, di sebuah gudang disitu ada sebuah tempat yang lumayan besar biasanya mereka berkumpul di situ " ucap Kevin.
"Oke " jawab Leon seraya beranjak pergi, Kevin sangat tau pasti, kemana Leon akan pergi karna ia sudah tahu sifat Leon jika sudah marah.
"Tuan apa, tuan akan pergi sendiri" tanya kevin.
"Memangnya kenapa ".
"Apa tuan yakin" seru Kevin.
"Mereka hanya debu di mataku untuk apa aku takut, lagian yang mereka sentuh itu wanitaku, mau ke lubang semut pun akan ku basmi mereka, karena tidak ada yang boleh menyentuh wanita ku paham" seru Leon seraya beranjak pergi.
"Siapa kau bajingan ".
Seseorang berusaha menyerang Leon dari belakang namun serangan itu bukan apa apa buat Leon.
"Sampah" Seru Leon mematahkan tangan orang itu.
"Katakan siapa diantara kalian yang menyentuh wanitaku "cetus Leon.
" Berengsek.. !!! "pekik Dam berusaha memukul Leon, seketika Leon melompat menjauh dan dia ingat suara itu.
__ADS_1
" Jadi kau "cetus nya yang tanpa di duga melancarkan tinjuan dan menghempas tubuh Dam ke tanah.
" Ku peringatkan jangan pernah kau ganggu wanitaku atau kau akan mati di tanganku "serunya seraya melirik anak buah Dam yang kesal.
" Apa kalian mau melawan ku, bos mu saja kalah dalam sekali pukul bagaimana kalian bisa melukaiku ".
"Dasar kau kira kau siapa "seru anak buah Dam yang tangannya terluka.
" Aku, kau tidak kenal aku ".
"Aku suami dari wanita yang dia cekek itu, lihat saja jika dia tidak selamat kalian semua mati di tanganku sendiri" ucap Leon
"Ouh jadi kau suami jelang itu, asal kau tau jelang itu punya hutang pada bos kita, jadi jelang itu".
Braakkk....!!! Leon mengehempas kursi tepat di kepala orang itu.
"Oyy siapa yang kau sebut jelang " cetus Leon matanya biru tajam melirik ke orang itu.
Brakk....!! (Leon menginjak kepala orang itu).
"Sii.. ii.. appa kau? " seru nya.
"Leon Khan".
Sontak Dam melotot, siapa yang tidak kenal Leon mendengar namanya saja Dam sudah ketakutan apalagi kini orangnya berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Mengotori tanganku saja " seru Leon seraya beranjak pergi meninggalkan gudang itu dan juga cek kosong.