
"Tuan ngapain " cetus Sofi.
"Ya mandi bareng lah ngapain lagi coba " ucap Leon.
"Tapi kita di kantor, sebaiknya gantian saja " ujar Sofi seraya melepas pegangan dan hendak beranjak keluar, tapi dengan sengaja Leon menyimburnya dengan air.
"Yah basah deh" cetus Leon.
"Tuan sengaja ".
" Cuma mandi bareng aja susahnya apa sih, itu loh aku gak bisa gosok punggung aku jadi ini tugas kamu sebagai istri loh"ucap Leon sok bijak
Leon berbalik dan melepas bajunya, roti sobek yang tersusun itu membuat Sofi tak berkutik.
"Roti sobek tuan bikin oleng "batin Sofi dengan pipi yang menyemai merah.
" Udah puas ngelihatin nya"goda Leon.
"Siapa juga yang ngeliatin" elak Sofi.
"Kamu udah ngiler tuh gak mau ngaku" goda Leon lagi.
"Apa sih "
Jawabnya seraya meraih busa dan memberi sabun dan menggosok punggung Leon.
"Sambil pijitin di situ " ucap Leon.
Sofi merasa sedikit kesal dengan Leon , sedangkan Leon puas bisa ngerjain istrinya itu.
Saat Sofi lagi fokus -fokusnya membasuh punggung , Leon seketika berbalik Sofi terdiam sesaat melihatnya susunan roti sobek itu membuatnya tertegun.
__ADS_1
Gadis mana yang tidak tertegun dengan susunan perut sispack itu.
"Ngapain cuma di lihatin " ucap Leon.
"Maksud tuan? " tanya Sofi.
"Hari ini aku males mandi jadi, gak mau tau kamu harus mandiin aku "ucapnya seraya membuang muka sedangkan ujung matanya melirik Sofi.
" Kok aku sih tuan, kan tuan gak lagi sakit ya kan, badan juga sehat, dan tuan ini kan bukan anak kecil lagi "ucap Sofi.
" Kamu mau turutin atau aku "
"Iya iya deh" potong Sofi.
Sofi gak mau cari gara-gara jadi dia mengiyakan permintaan Leon, dan memandikan nya seperti ia memandikan bayi.
Setelah selesai Leon meraih handuk dan memakainya, sembari melirik Sofi yang basah kuyup.
"Kayaknya kamu juga perlu mandi" cetus Leon berjalan mendekat.
"Lalala aku gak denger kamu ngomong apa " ucap Leon sengaja dan tetap berjalan mendekati Sofi melucuti bajunya satu persatu, lagi-lagi pipinya memnyemai karna badannya di lihat secara langsung oleh Leon.
Kini bergantian Leon yang memandikan Sofi, Sofi hanya diam pasrah di hadapan Leon.
"Gak usah ngerayu aku lagi gak kepengen " ucap Leon.
"Apaan sih tuan" seru Sofi.
Setelah selesai Leon melilitkan handuk ke tubuh Sofi dan menggendongnya keluar , nampak di luar sudah ada baju dan beberapa mek up yang biasa Sofi pakai.
Mereka pun memakai baju masing -masing saat Leon masih membetulkan kemejanya dengan sengaja Sofi beranjak keluar dengan rambut yang masih setengah basah.
__ADS_1
"Awas kau, habis nanti malam " cetus Leon .
Ketika Sofi berjalan keluar beberapa karyawan memperhatikannya, tentu ia menjadi pusat perhatian, berada di ruangan Leon selama hampir 1 jam di tambah lagi rambutnya yg basah dan baju yang ia kenakan.
Sofi kembali ke ruangan yang dan mengerjakan berkas untuk miting hingga Desi berjalan menghampirinya.
"Hei jelang, kerjakan dokumen ini" ucap Desi.
"Kenapa aku bukan nya itu tugas kamu" ucap Sofi.
"Kau ini masih di bawahmu, jadi aku berhak menyuruhmu" ucap Desi.
"Tapi kau bukan orang yang menggaji ku aku tidak mau melakukan itu" ucap Sofi.
"Kau ini sudah berani melawan ku " ucap Desi.
"Memangnya kau siapa sehingga aku harus takut dengan mu "cetus Sofi.
"Banyak bacot deh "cetus Maya yang baru tiba berdiri tepat di belakang Desi.
Desi yang merasa tersudut beranjak pergi kemabli ke mejannya , diam saja tentu enggak Desi justru merencanakan sesuatu itu pasti.
Diam-diam Desi mempotret Sofi saat sedang bekerja lalu foto itu dikirim ke seseorang lewat sebuah pesan.
Desi:(Kau ingin wanita)
xxx:(Tentu wanita muda aku sangat menyukainya)
Desi:(Temui aku di cafe jam makan siang ini)
xx:(Ok)
__ADS_1
Pesan singkat itu terlihat biasa saja tapi membahayakan Sofi , semakin kesini Desi bisa semakin nekat ditambah Leon sama sekali tidak melirik nya.
note:jangan jadikan iri sebagai alasan kamu membenci seseorang, jika iri dengannya maka yang harus di lakukan adalah berbuat sesuatu untuk lebih hebat darinya, bukan mencari hal untuk menjatuhkannya 😄