
"Ehh, " seru Sofi saat menyadari ada Leon yang berdiri di depan pintu sambil senderan dengan senyum khasnya.
"Dari siapa,? " tanya Leon.
"Gak tau telfon nyasar, gak jelas dan gak penting, " ucap Sofi seraya berbaring lagi.
"Gak mau mandi, mau langsung tidur mending mandi itu badan pasti lengket banget, " seru Leon.
"Ini jam berapa,? " tanya Sofi.
"Udah mau malam buruan mandi apa perlu aku yang seret, " cetus Leon.
"Gak usah, " jawab Sofi seraya merangkak menuju kamar mandi dengan membawa selimut untuk menutupi tubuhnya, sesekali dia melirik Leon memastikan Leon tidak mengikutinya ke kamar mandi.
Leon geleng -geleng kepala melihat Sofi yang kocak itu, lalu dia beranjak memakai baju setelan rapi dan tak lupa menyiapkan baju untuk Sofi.
Sembari menunggu ,Leon memeriksa hpnya, penasaran telfon dari siapa tadi, saat ia tau itu dari Sarah mendadak pipinya memerah dan dia tersenyum geli.
Bersamaan saat itu ada pesan masuk dan itu dari Sarah.
Sarah"( Leon apa kau sibuk)
Sarah"(Kalau tidak bisa temui aku di hotel xxx)
Sarah"(Hari ini aku merasa sedih)
Sarah"(Aku ingin bercerita pada mu)
Wajah Leon tidak menandakan bahwa ia simpati atau sedih justru Leon malah menjadi jijik dengan Sarah ditambah dulu mereka berpisah hanya gara-gara uang, rasa cintanya bisa di bayar hanya dengan uang membuat Leon muak.
Leon "(aku sibuk)
__ADS_1
Sarah" (ayolah Leon aku butuh teman)
Leon "(aku akan pergi dengan istri ku)
Itu yang Leon balas rasanya cukup puas lalu ia meletakan Hpnya dan bersamaan saat itu Sofi selesai mandi keluar dengan handuk yang melilit rambutnya dan setelan baju mandi favoritnya.
" Udah, sini "pinta Leon sembari menepuk kasur di sampingnya.
"Rapi banget mau kemana,? "tanya Sofi.
" Kenapa, apa aku enggak kelihatan ganteng, "seru Leon.
Leon lagi -lagi membantu Sofi mengeringkan rambut dan sesekali menggoda Sofi.
" Malam ini kan malam pertama kamu di sini aku sengaja ajak kamu berkeliling supaya kamu lebih rileks dan melupakan pekerjaan. "ucap Leon.
" Tumben baik "seru Sofi, leon geregetan dan menggigit telinga Sofi.
"Eh kok gitu sih gak adil, " seru Sofi.
Sofi pun mengatur dan meraih baju yang di siapkan oleh Leon lalu menggantinya.
Setelah selesai memakai baju Sofi meraih mekup dan mengolesi wajahnya dengan bedak tipis-tipis karna dia bukan tipe wanita yang hobi dandan.
Setelah selesai Sofi beranjak menghampiri Leon yang sudah menunggunya itu.
"Dadan ya tumben, " seru Leon.
"Emang kamu gak suka aku dadan, kan aku kayak gini supaya cantik, " seru Sofi.
"Suka sih suka tapi bakalan banyak cowok yang lihatin kan jadi risih gitu, " seru Leon.
__ADS_1
"Udah kan yok deh," ical Leon.
Sofi menggangu meraih tas dan hpnya lalu menghampiri Leon nampak Leon melingkarkan tangannya Sofi melihat hal itu menyadari apa yang di masud Leon dia. pun melingkarkan tangannya di tangan Leon.
Keduanya beranjak keluar dan masuk mobil tujuan utama Leon adalah cafe kue yang berada di dekat taman berlampu, Leon sangat tau Sofi suka kue coklat susu lumer, apa lagi di makan di dekat pemandangan lampu.
Saat tiba di sana Leon langsung memesan kue kesukaan istri tercintanya, Sofi tentu merasa senang melihat Leon yang begitu perhatian hingga tina -tina dari belakang terdengar suara.
"Leon Hai kamu disini "
"Sarah " seru Leon
Sofi pun langsung mendongak menatap sarah lalu berpaling Sofi akhirnya bisa melihat secara langsung wajah sarah.
"Kamu ngapain di sini,? " tanya Leon.
"Aku sedang bersedih jadi aku ingin memakan kue, dan disini kue favoritku gak nyangka bisa ketemu kamu di sini, " ucap Sarah.
Tatapan mata sarah tertuju pada Sofi yang sedang mengaduk secangkir susu coklat Sarah dengan lancang duduk di samping Leon.
"Aku boleh kan gabung duduk di sini, " ucap Sarah.
Mendapati hal itu Leon beranjak bangkit dan berpindah ke samping Sofi karna sebelum mereka duduk berhadapan.
"Jadi ini istrimu Leon, dari keluarga mana, lulusan perguruan mana,? "tanya Sarah, pertanyaan yang seharusnya tidak di pertanyakan malah di bahas oleh Sarah.
" Bukan urusan kamu, "seru Leon.
Bersamaan pada saat itu pesanan kue yang di pesan Leon sudah siap dan di antar pelayan, pada saat makanan tiba Sarah terlihat heboh.
" Wah Leon kamu masih ingat kue favorit aku," seru Sarah, seraya meraih kue itu Leon yang memang dari awal kue itu di pesan untuk Sofi merebut kembali kue itu dan memberikan pada Sofi yang hanya diam dari tadi karna geli melihat Sarah.
__ADS_1
bersambung
neks part