
(Singkat cerita di pagi hari)
karna terlalu lama berendam tadi malam hal itu membuat Sofi menjadi demam dan terpaksa harus menunda kepergiannya ke Singapura.
Saat ia demam tidak ada satupun orang yang bisa membujuknya agar makan dan minum obat supaya demamnya turun.
Entah itu Maya, Roy, atau pun Irma tidak ada yang berhasil membujuknya untuk makan.
Roy berusaha sekali lagi membujuk Sofi namun hasilnya masih sama ia masih tidak mau makan dan tidak mau keluar kamar.
Hal tersebut berlangsung hingga 2 hari di mana Sofi tidak mau makan dan enggan keluar kamar.
Irma yang panik dengan ke adaan menantunya itu menelfon Leon yang dari awal sudah panik.
Leon "Iya kenapa ma "
Irma "kamu pulang aja sekarang "
Leon "Tapi masalah kantor belum selesai sepenuhnya "
Irma "kau pilih kantormu atau istri mu "
Leon "Aku pulang sekarang "
Telfon pun Mati, Irma beranjak menghampiri Roy dan Maya memberitahu kalau Leon akan kembali secepatnya.
Singkat cerita hari sudah sore dari luar terdengar derup mobil berdatangan dan mereka meyakini bahwa itu adalah Leon.
Leon beranjak masuk dan mendapati, Roy, Maya, dan Irma sedang duduk menunggu di ruang tamu.
"Dimana dia,?" tanya Leon.
Roy menunjuk dengan ujung matanya ke arah kamar, dengan langkah panik Leon berjalan masuk ke dalam kamar.
Karna itu kamarnya dia tak perlu susah -susah mengetuk karna dia punya kuncinya.
Saat pi tu berhasil di buka nampak tubuh Sofi yang terbungkus selimut dan badannya menggigil, dia juga melihat di meja hanya ada air putih dan roti ke sukaannya .
__ADS_1
Leon berjalan mendekat mengelus rambut Sofi terasa jelas badannya yang panas di telapak tangan Leon.
Elusan lembut itu membangunkan Sofi dari tidur nya, saat melihat Leon yang mengelus rambutnya dia bergegas menepis tangan Leon.
Leon yang menyadari kesalahannya beranjak keluar mengambil bubur yang di siapkan Irma lalu masuk lagi menghampiri Sofi.
"Hei, makanlah dulu dan minum obat supaya cepat sembuh," pinta Leon.
ucapan Leon tidak berefek pada Sofi, Sofi Sa sekali tidak berkutik dan masih diam pada posisi yang sama.
Leon meletakkan bubur di atas meja lalu beranjak naik ke atas kasur dan mengelus lagi kepala Sofi.
"Kamu jangan salah paham dulu, aku kesana memang ada urusan bukannya aku sengaja ketemu dengan wanita itu, " jelas Leon.
"Dan pelukan itu apaan dia yang meluk aku bukan aku, kau juga lihat aku tidak ada membalas pelukan itu, " jelas Leon.
Leon berusaha menjelaskan kejadian itu tapi penjelasannya tidak di gubris oleh Sofi.
"Kamu tuh egois banget sih, " ucap Leon dengan nada sedikit naik karna melihat Sofi yang tidak menganggapnya.
Sofi mendongak menatap Leon yang bicara dengan nada seperti itu.
"Aku tidak menyuruh mu kesini, jika mau kembali, ya silahkan kembali, " jawab Sofi.
"Kamu memangnya tidak tau cara menghargai perjuangan seseorang, " ucap Leon.
"Aku ingin istirahat, kalau mau kembali kembali aja, " seru Sofi.
"Egois, " jawab Leon.
"Tuan bilang aku egois, egois dari mana aku hanya ingin istirahat aku juga tidak menyuruh mu menemuiku karna dari awal emang gak harus ketemu, " jawab Sofi.
"Maksud kamu apa bicara begitu, jadi kamu nyesal ketemu aku, "
"Percuma nyesal gak berguna juga kan dari awal perjanjiannya hanya pernikahan palsu aku tidak ada hak melarang atau mengatur hidup mu." seru Sofi.
"Kenapa kau bicara begitu, atau jangan -jangan selama aku pergi kau sudah punya pria lain, siapa Marsel kau sudah menjalin hubungan sama dia sehingga kau bisa bicara begitu, " ucap Leon.
__ADS_1
"Ini tidak ada hubungan apa -apa dengan dia tidak usah balik menuduh, " jawab Sofi.
"Oleh karna itu kau juga jangan asal tuduh itu hanya foto dan tidak ada unsur apa -apa "ucap Leon.
" Meskipun itu wanita dari masalalu tuan, "cetus Sofi hal itu membuat Leon kaget dia kaget ketika Sofi mengetahui siapa sarah.
" Maksudmu "
"Tuan pernah mencintainya kan jadi tuan pasti suka dan berharap lagi bisa bersama nya kan, " seru Sofi.
"Bohong, aku tidak seperti itu " jelas Leon
"Apa kau cemburu " ledek Leon.
"Tidak, aku tidak akan cemburu dengan wanita seperti itu, dia tidak ada apa -apanya dibandingkan aku " jawab Sofi.
Wajah Leon yang tadi marah mendadak menjadi terkekeh karna Sofi memperlihatkan sisi cemburunya.
"Hentikan cemburu mu cepat makan dan minum obat, " ucap Leon.
"Tidak mau, " jawab Sofi.
"Makan" desak Leon.
"Enggak mau " jawab Sofi.
Leon berjalan mendekati Sofi dan menyudutkan sendok berisikan bubur yang sudah mulai dingin.
"Buka mulutmu " pinta Leon.
Awalnya Sofi masih menolak dan terus menghindar tapi pada akhirnya dia mau juga makan.
setelah selesai makan Sofi bersender di kasur menatap Leon yang berjalan masuk ke kamar mandi itu.
"Soal, sial, sial , harusnya aku itu marah padanya kenapa aku jadi lemah begini sih, " gumam Sofi.
bersambung
__ADS_1
Neks part