JANGAN SENTUH WANITA KU

JANGAN SENTUH WANITA KU
seperti ratu


__ADS_3

"Maaf tuan Martin, kami sudah mencabut semua kerja sama kita, dan juga menarik seluruh aset bantuan, berupa tunai dan sebagainya dengan ini saya nyatakan tidak ada kerja sama di antara kita " ucap Kevin.


"Coba dengarkan dulu saya bahkan tidak tau kalau dia istri tuan Leon karna setahuku dia hanya gadis biasa" ucap Martin mengejar Leon.


"Apakah aku perduli " ucap Leon yang terus berjalan dan masuk ke dalam mobil.


Tidak ada kata maaf apa lagi kesempatan kedua untuk Martin dan keluarganya, pada saat ke jadian itu Marsel melihat dari lantai dua, sakit hati ia rasakan saat itu karna orang yang ia cintai nya sudah menikah.


####


Pada saat Leon masuk ke dalam mobil ia tertawa melihat Sofi yang terbujung tegang , wajahnya kaku hal itu terlihat sangat lucu.


"Kau ini kenapa? " tanya Leon.


"Menakutkan apa yang ku lakukan tadi " cetus nya.


"Kau melakukan apa yg seharusnya kau lakukan, lagi pula kau sangat cemburu kan " goda Leon.


"Siapa yang cemburu" elak Sofi seraya berbalik menatap ke luar jendela.


"Masih gak mau ngaku juga, em apa aku terima aja perjodohan itu " goda Leon.


"Yah terserah kamu lagian di luar sana banyak sugar dady aku bisa pilih" jawab Sofi.


Leon yang sebal mencubit telinga Sofi sambil memarahi istri nya itu.


"Jadi kau mau cari sugar dady, kau ini tidak menyadari kalau di hadapan mu ini sugar dady yang real " cetus Leon.

__ADS_1


"Tidak karna, sugar dady bisa memuaskan "


Kata -kata keluar dari mulut Sofi menyadari perkataannya agak sensitif dia spontan membekap Mulutnya.


"Oh cari yang puas " seru Leon.


Leon beranjak menutup kaca mobil dan kaca dalam, mobil ini di disain demikian oleh Leon tepat di bagian belakang sopir Leon memasang kaca besar menutup ke seluruhnya.


Leon melepas dasinya dan mengikatkan ke tangan Sofi, Sofi terus menghindar saat Leon hendak menciumnya.


"Bukan begitu maksud ku " ucap Sofi.


"Emangnya apa, coba jelaskan " cetus Leon.


"Ya intinya bukan itu lepasin talinya atau aku gak akan mau kamu sentuh" ucap Sofi.


"Tuan lepasin" ucap Sofi.


Leon tertawa melihat tikah kocak istrinya, sambil tertawa dia melepas dasi yang ia ikatkan di tangan Sofi itu.


Beberapa saat kemudian Kevin dan Sopir masuk ke dalam mobil dan melaju mobil ke rumah mereka, berhubung hari juga sudah mulai malam.


Setiba di rumah Sofi beranjak ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dengan cepat.


Sedangkan Leon saat itu sedang duduk beristirahat di depan TV, sambil menyeduh kopi di malam dingin itu.


Setelah selesai mandi Sofi mengeringkan rambutnya sambil beberapa kali melirik pintu kamar, sedikit merasa heran kenapa Leon tak kunjung masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


ketika rambut panjangnya sudah kering Sofi yang penasaran mengintip keluar nampak Leon sedang fokus menonton TV, walau tidak ada acara yang menarik di TV itu.


Ketika melihat Leon yang beranjak bangkit dari sofa dan mematikan TV, Sofi bergegas kembali masuk ke dalam kamar dan berpura -pura tidur.


Klik..!!!!(suara pintu di buka)


"Eh udah tidur" gumam Leon.


Leon meletakan jasnya di gantungan lalu beranjak mandi, walau malam dia tetap mandi apalagi sudah berkeringat.


Urusan mandi sudah selesai dia meraih laptopnya dan duduk di atas kasur, mengusap lembut rambut Sofi lalu mengecup kening istrinya.


"Good night sayang" bisiknya.


Pipi Sofi menyemai merah mendengar ucapan Leon, pria galak yang dulu ia kenal tidak ada lagi dalam diri nya.


Leon membuka leptop memeriksa beberapa tugas yang belum ia selesai kan siang tadi karna karna kejadian itu.


Karna fokus bekerja tidak terasa jam menunjukan pukul 3 pagi, mata Leon terasa perih berjam -jam di depan leptop, beberapa tugas sudah ia selesaikan dan dia beranjak tidur di samping Sofi.


pergerakan tubuhnya membangunkan Sofi yang tertidur karna pura-pura.


"Kebangun yah " ucap Leon.


Leon mendekap tubuh Sofi di pelukannya sambil mengusap lembut rambutnya hal itu membuat Sofi terlelap tidur lagi.


Yang Sofi rasakan saat ini adalah ia di perlakukan seperti seorang ratu di hati Leon.

__ADS_1


__ADS_2