
Ferry Alansyam seorang pemuda berumur 24 tahun lebih dikenal dengan nama Fei atau Feing.
Dia seorang laki laki tapi tingkah lakunya seperti perempuan dia terlihat Feminim. Fei juga tidak berjakun dan tidak berotot.
Naswa Hamidah gadis manis nan ceria berumur 20 tahun berhijab syar'i. Pembawaannya yang sederhana juga apa adanya menjadikan sosok Nanas menjadi lebih dewasa dari umurnya. Bawaannya yang bawel menjadinya seorang yang sangat bisa menghibur orang. sehingga banyak orang yang pertama bertemu langsung menjadikannya teman.
Fei sedang makan di sebuah cafe dia duduk seorang diri di sebuah meja dekat kaca. Saat itu suasana Cafe sedang penuh tak ada satu mejapun yang kosong.
Seorang gadis cantik membawa nampan makanan menghampiri Fei saat itu.
"Maaf kakak, kakak sendirian duduknya? boleh aku gabung duduk disini? sudah tak ada tempat kosong disana." ucap Nanas malu malu
Fei pun memindai ruangan cafe dari depan kebelakang dan memang tak ada tempat kosong. Sebenarnya Fei paling tidak suka kalo ada orang lain saat dia makan. Dengan terpaksa Fei mengijinkannya.
"Boleh silahkan!" dengan wajah datar
"Makasih Kak makasih banyak"
Mereka makan dalam keheningan tak ada percakapan apapun.
"Nama aku Naswa kak" ucap gadis itu memecah keheningan
__ADS_1
"Perasaan gue gak nanya tuh" Fei memang gak suka bicara saat sedang makan.
Mendengar jawaban Fei yang cuma seperti itu Nanas merasa gak enak dan canggung
"Maaf ya kak kalo kehadiran Naswa bikin kakak gak nyaman"
Fei melihat gadis didepanny menunduk dia jadi gak enak.
"Fei, namaku Fei. Sorry kalo lo jadi canggung. Gue emang gak suka kalo lagi makan banyak ngomong" Jawab Fei dengan ketus.
Naswa tersenyum manis sekali dan mengangguk membuat Fei sesaat terpesona oleh senyuman manis gadis itu.
Akhirnya selesai juga mereka makan. Kini Fei sedang menikmati desertnya sedangkan Nanas sedang mengaduk ngaduk minumannya dengan sedotan.
"Siapa nama lo tadi?" Fei memulai percakapan
"Naswa Hamidah kak tapi panggil aja Nanas"
'Buah kali Nanas' Fei membatin
"Gak Nangka aja sekalian atau Apel Mangga Jeruk Melon bakhan salak gitu?" Sarkas Fei.
__ADS_1
Fei memang orangnya jutek sama orang yang baru kenal. kayak sengaja menutupi identitasnya.
"hihiihi lucu deh kak Fei" Nanas ketawa sambil menutup mulutnya pake punggung tangannya
'Dih malah ngetawain gue nih bocah' gerutu fei dalam hati. Mata Fei mendelik sambil melempar pandangannya ke luar. Melihat reaksi Fei seperti itu Nanas tau kalo Fei tersinggung.
"Maaf Kak Fei Nanas gak ngetawain Kakak justru Nanas ngetawain nama Nanas yang sama dengan buah buahan"
Fei diam tak menjawab tapi terlihat wajahnya sudah seperti biasa.
Nanas melihat jam yang ada di tangannya sudah menunjukan 13.15 WIB lalu segera menghabiskan minuman didepannya.
"Kak Fei makasih ya udah membolehkan Nanas duduk disini, sekarang Nanas duluan ya soalnya 15menit lagi Nanas harus masuk kelas" Pamit Nanas sambil membereskan barang barang nya dan memakai kembali ranselnya. Fei hanya melihat dan baru saja akan mengatakan sesuatu Nanas dah kembali bersuara.
"Assalamu'alaikum kak Fei semoga kita bertemu lagi nanti dan semoga aku bisa membalas kebaikkan kak Fei" Nanas pergi sambil melambaikan tangannya dengan terburu-buru.
Fei hanya bisa mengangkat tangannya dan melambaikannya. Entah Nanas melihatnya atau tidak.
Makasih sudah mau mampir di karyaku perdanaku. Semoga dapat menghibur para readers. Minta kritik dan sarannya ya juga koreksi typonya.
salam dari Jingga 😉
__ADS_1