
Sedang asyik mereka ngobrol dan tertawa tiba-tiba seorang meremas kerah baju Fei dan menariknya sehingga Fei yang saat itu duduk terbawa dan ikut berdiri.
Dengan wajah merah padam karena emosi pria itu melepaskan tinjunya ke muka Fei.
Fei teriak mengaduh sambil memegang rahang pipinya terasa asin dari mulutnya sepertinya berdarah.
"Siapa lo? kalian punya hubungan apa?"
Belum juga Fei menjawab Laki-laki itu kembali memukul perut Fei.
"Aaarrgggh uhuk uhuk apa-apaan sih lo maen pukul seenaknya"
"Jemi jangan kamu kenapa sih seenaknya pukul orang!" Diana membantu Fei yang sesang terkapar di lantai untuk duduk di kursi.
Ya laki-laki yang menyerang Fei itu Jerry yang merasa cemburu melihat keakraban Diana dan Fei. Apalagi Diana sampai begitu bebas tertawa dan begitu terlihat cantik dimata Jerry sehingga entah
"Bang lo gak apa-apa?"
"Gila laki lo Di"
"Di, kamu koq nolongin dia sih"
"Jem liat dia. Dia itu Fei temen aku!"
"Fei? Fei? Fei si kemayu itu?" ucap Jerry sambil. berpikir
__ADS_1
"Kamu jangan bohong dan menutupi kesalahan kamu Di. Kamu tau sendiri aku gak suka di khianati!"
"Aku gak bohong dia memang Bang Fei. Kamu koq main hajar tanpa bertanya dulu. Emosi kamu meledak ledak gitu sih. Aku kecewa sama kamu Jem!"
Diana membantu Fei berjalan. Jerry mulai menguasai emosinya mulai bisa berpikir tenang.
"Bang kita ke Rumah sakit ya!" Fei hanya mengagguk
Jerry mengikutinya dari belakang.
"Di naik mobilku aja, tunggu disini aku bawa dulu!" Diana gak banyak membantah terlalu kesal ata kelakuan si Jerry yang gak bisa mengendalikan emosinya.
Jerry berhenti di depan Diana yang sedang memapah Fei. Dan merekapun masuk ke mobil Jerry untuk ke dokter.
"Gak Bang lo mesti perksa dulu takutnya ada apa-apa!"
"Besok aja Di kalau keadaan gue masih gini bahka lebih parah gue baru ke rumah sakit."
"Ya sudah gue anterin lo ke apartemen lo aja!"
"Muka gue ancur ini padahal besok gue mau Pre-wedding sama Nanas akh bisa bisa di undur. kallo muka gue ancur gimana besok ya?"
"Sorry Fei gue terlallu cemburu lihat lo ma Didia. Lo tau gimana kisah gue dulu. Gue terlalu trauma dengan perselingkuhan dan di khianati"
"Sorry sih sorry tapi muka gie jadi bonyok gini Gue besok mau pemotretan tau!"
__ADS_1
"Emang lo artis pake pemotretan segala tampang gitu mau jadi model iklan apa lo" Sinis Jerry
"Gue mau pre-wed kurang dari sebulan gue mau nikah!"
"Gak percaya gue emang ada gitu cewe mau sama lo!"
"Wah lo ya gue ma lo gantengan gu"
"Tapi gue lebih laki!"
"Oh bener lo laki banget tanpa tau kebenaran main kekeasan ya!" Jerry mati kutu sedangkan Fei tersenyum penuh kemenangan.
"Udah akh kalian berdua ngapain sih malah bertengkar. Bang beneran ini gak usah ke Rumah Sakit?"
"Gak gue malah seneng Di jadi gini ya rasanya kena pukul koq gue merasa exaited banget"
"Lo mau lagi? sini gue masih belum puas nonjok lo"
"Ayo kali ini gue mau lawan lo!"
Selama perjalanan ke apartemen Fei diisi dengan perdebatan dua orang laki-laki dewasa tapi kayak anak kecil bikin Diana pusing untuk melerai nya.
sampe sini dululah ya! kita akan menuju persiapan lamaran Jerry ke Diana dan persiapan Fei dan Nanas menuju pelaminan.
oke salam sayang dari Jingga 😉
__ADS_1