Jatuh Cinta Dengan Si Bawel

Jatuh Cinta Dengan Si Bawel
BAB 42


__ADS_3

Beberapa minggu sudah berlalu dan selama itu pula Fei selalu berolah raga dengan rutin. Tak lupa makanan makanan yanng bergiji juga makan makannan yang "katanya" mengandung bahan yang bisa membuat Vitalitas pada pria jadi tinggi.


Begitu pun Nanas sejak menikah dengan Fei. Nanas mengambil kelas reguler bermaksud agar kuliahnya cepat beres. intensitas pertemuan mereka hanya malam pas tenaga habis dan juga pagi saat sarapan.


Fei baru selesai olahraga pagi dia berdiri di depan cermin mematut matutkan dirinya.


'Gila kemana aja gue selama ini, ternyata setelah rutin olah raga badan gue bisa sebagus ini. Perut gue juga bisa kotak kotak seperti ini'. Fei terus membolak balikkan tubuhnya depan cermin yang saat itu hanya menggunakan celana kolor saja.


Fei mengusap usap otot trisef dan bisefnya dengan bangga. bibirnya pun terus terangkat. muncul ide jailnya. Fei keluar ruangan olah raga menuju kamarnya berpikir Nanas ada di sana. Dan benar saja Nanas baru saja keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk mandi.


Fei melihat leher jenjang Nanas rambut yang di gulung dengan handuk dan di angkat ke atas sehingga terlihat jelas tulang selangka yang begitu menggoda sampai Fei pun menelan saliva sendiri.


Jangan lupakan yang mulai terasa pegal di antara dua kakinya. Fei melihat ke arah bawahnya.


'Demi apa cacing tanah gue bisa berevolusi segede anaconda' antara kaget senang dan bangga bercampur aduk. Kini perasaan percaya dirinya semakin tinggi.


Nanas yang melihat Fei tak memakai baju berteriak


"Mas Ferry kenapa gak memakai baju?" Nanas membalikkan badannya walau dalam hatinya dia melihat perubahan yang begitu besar pada mas Ferrynya.


'kenapa balik badan kan sah sah aja aku melihat badannya yang kini berotot' pikir nanas kotor tapi hatinya langsung beristighfar.


"Memang kalo gak pake baju kenapa?" tanpa Nanas sadari ternyata Fei sudah ada di belakangnya dan memeluknya.


Wangi tubuh Nanas membuat junior Fei semakin meronta. Fei pun mulai mencumbui leher Nanas


"Kamu wangi Nas, Mas menginginkannya"


Sesaat Nanas ikut terbuai dengan perlakuan Fei yang begitu lembut dan membuatnya mabuk. Nanas Membalikkan badannya kini mereka berhadapan tak menunggu lama Fei langsung menyatukan bibir mereka.


Fei mulai menuntut dan mulai mel**at bibir yang begitu lembut dan menjadi candunya itu. Nanas pun membuka mulutnya sehingga Fei dengan leluasa mengeksplor semuanya. Tangan Fei mulai bergerilnya dari mengusap punggung Nanas dan memegang tengkuknya. Kini tangannya akan membuka tali dari kimono yang dikenakan Nanas.


Tangan Nanas agak mendorongnya dan menghentikannya begitupun kegiatan Fei langsung berhenti saat itu.

__ADS_1


"Maaf Mas, Nanas harus kuliah ada kuis!" sebenarnya bukan itu alasannya cuma Nanas begitu malu untuk mengakuinya.


"Kenapa? Kamu gak percaya sama Mas? kamu bisa memegangnya!" Fei menarik tangan Nanas dan memegangkannya pada juniornya yang sudah berevolusi jadi anaconda.


Nanas Kaget dan langsung melepaskan tangannya.


"Maafkan Nanas kalo saat ini gak bisa ddan gak boleh"


Wajah Fei langsung memerah karena menahan amarah dan pergi meninggalkan Nanas. Fei langsung ke kamar mandi dan menuntaskan semuanya disana. Rasa sakit karena penolakan membuatnya begitu marah dan kecewa.


'Dia lebih mementingkan kuliahnya dibanding gue. kurang apa gue Nas. semua ini demi lo Nas Tapi lo seperti meremehkan gue. Gue dah mampu Nas gue bisa membuatmu puas'


"aaaaarrrgggghhhhh" Fei teriak melampiaskan kemarahannya.


'Maaf Mas Nanas bukannya menolak dan bukannya mau berbohong Nanas cuma malu mengatakan kebenarannya' bathin Nanas


Setelah mandi Fei memakai baju pilihannya sendiri padahal disana sudah Nanas pilihkan baju.


Saat sarapanpun Fei gak banyak ngomong bahkan melihat wajah Nanas pun enggan.


Bahkan saat sampai di kampus saat Nanas akan mencium tangannya Fei diam saja. Nanas turun terlihat air matanya menetes dipipinya.


Melihat itu Fei sebenarnya tidak tega tapi kemarahannya belum surut. Pikirnya ini bisa dijadikan pelajaran buat Nanas.


Sesampainya di kantor Fei disuguhkan dengan tumpukan berkas yang harus diselesaikan hari ini. melihat itu Fei makin kusut dan uring-uringan.


Toni sang asisten melihat bosnya kusut memberanikan diri.


"Bos kusut amat gak dapat jatah ya?"


Mendengar pertanyaan asistennya bikin Fei makin meradang.


"Ton lo dah bosan kerja disini?"

__ADS_1


"Sorry Bos abisnya tak biasanya Bos uring-uringan hanya karena kerjaan numpuk!"


"Ton emang boleh istri menolak suami?"


'benerkan dugaan gue!'


"Emang apa alasannya menolak Bos? kalo masuk akal sih gapapa maklumin aja!"


"Alasanya karena takut kuliahnya telat kan gak masuk akal"


'pengen ngakak gue dasar pengantin baru. tapi dipikir-pikir si Bos polos banget'


"Mungkin itu cuma alasan Bos. Biasanya seorang istri menolak karena lagi halangan kan gak mungkin melakukannya agama pun melarangnya!"


"Tapi kan bisa bilang sejujurnya kalau memang itu alasannya"


"Bos kalian berapa tahun berumaah tangga?"


"Apa baru juga beberapa bulan!"


"Nah itu masalahnya mungkin nyonya bos masih malu untuk mengatakan yang sebenarnya apalagi hal pribadi seperti itu!"


"Apa memang begitu ya?" Fei mengingat ngingat kejadian tadi pagi.


'masuk akal juga apa yang di bilaang si toni'


"Kalo halangan begitu biasanya berapa lama?"


"Tanya sendiri Bos. Atau mau aku tanyakan?"


"Kurang aja kau!"


"Hahahaahah" Toni pun meninggalkan Bos nya yang kebingungan.

__ADS_1


Fei... Fei kamu tuh ya suka negatif thinking! Kuy akh komen yang banyak readers.


salam sayang dari jingga🤗😉


__ADS_2