Jatuh Cinta Dengan Si Bawel

Jatuh Cinta Dengan Si Bawel
BAB 23


__ADS_3

Setelah mendapat kabar Nanas ada di Rumah Sakit Hati Fei merasa kekhawatiran yang gak biasa. Apalagi mendengar suara Nanas yang terdengar lemah. Gemuruh di dada nya pertanyaan dalam pikiran yang aneh aneh pun muncul dari mulai Nanas sakit parah. Nanas yang kecelakaan bahkan pemikiran Nanas yang dirampok atau yang terjebak anak anak tawuran. melintas begitu saja.


Fei memakai kemeja yang di gulung tangannya sampe ke siku celana slimpit rambut agak basah yang tak di sisir terkesan macho. Entah setan apa yang merasukinya tak ada kesan peminim yang biasa dia tonjolkan.


Tak begitu lama Fei sudah berada di depan kamar Bundanya Nanas.


"Assalamu'alaikum... "


tok tok tok.


Suara baritone yang begitu merdu tajam terdengar dari dalam kamar sehingga dengan kompak kedua perempuan yang ada di dalamnya menjawab


"Wa'alaikumsalam... silahkan masuk"


Seorang laki-laki tinggi sekitar 179cm berwajah tampan kulit putih hidung mancung bibir seksi itu tersenyum.


Nanas tak bisa melepaskan netranya terhadap laki-laki didepannya itu sampai suara sang Bunda menyadarkannya.


"Cari siapa nak?"


"Maaf Tante saya temannya Nanas, Tadi denger kalau Tante sedang di rawat sengaja menjenguk Tante" Ucap Fei sambil memberikan keranjang buah yang sudah di beli di depan rumah sakit tadi.


"Makasih nak maaf jadi repot repot"


"Enggak koq Tan, Maaf kalau saya lancang sebenrnya Tante sakit apa? Dan sepertinya sudah segar bugar"

__ADS_1


"Akh iya ini anak anak aja yang memaksa padahal Tante tidak kenapa kenapa tapi mereka memaksa agar Tante di rawat.


" Kak Fei ?" Nanas mendekati Laki-laki itu dan berbisik takut kalo Bundanya mendengar omongannya. Fei juga mengerti dia mengangguk smbil terus menimpali pertanyaan ibunya nanas.


"Bun ini Kak Fei temennya Nanas. Temen deket Nanas maaf kalo selama ini Nanas gak pernah cerita karena Nanas pikir Nanas mau lihat keseriusan dia. Tapi sekarang Nanas udah yakin sama dia Bun makanya nyuruh kak Fei datang menemui Bunda"


"Oh gitu ya?"


"Iya Tante maaf baru sekarang Ferry menemui Tante. Sakalian Ferry juga mau minta ijin untuk ikut menyayangi dan mencintai putri Tante yaitu Nanas"


Nanas melihat dan mendengar ucapan Fei yang terdengar sangat Tulus begitu pun dengan Bunda yang melihat Ketulusan daru Fei.


"Baiklah sepertinya Nak Ferry Tulus sayang sama Nanas Tante ijinkan tolong Nak Ferry sayangi Nanas dan cintai dia jangan pernah menyakitina jangan pernah membuatnya menangis"


"Alhamdulillah makasih Nak Ferry. Ya sudah kalian ngobrol saja dulu Tante akan beristirahat dulu setelah minum obat sepertinta mata Tante jadi ngantuk"


Nanas menghampiri Bundanya merapihkan bantal dan mengatur posisi ranjangnya agar lebih lurus biar Bundanya nyaman. sambil berbisik


"Nanas ngobrol dengan kak Ferry di taman aja ya Bun takut ganggu bunda" Bunda pun mengangguk dan tersenyum.


Sebelum meninggalkan kamar Bundanya Nanas menghampiri Suster jaga dan menitipkan Bundanya.


Fei dan Nanas pun memilih duduk di depan taman dekat rumah sakit.


"Kak Fei Nanas itu maunya menikah satu kali seumur hidup"

__ADS_1


"Gue gak bisa menjanjikan itu Nas? Tapi gue akan berusaha mempertahankannya"


"Tapi Nanas yakin Kak Fei itu Cowo. Apalagi liat penampilan kak Fei sekarang Kak Fei ganteng banget"


"Percuma ganteng tapi gak bisa ngasih anak buat pasangannya"


"Maksud kak Fei"


Fei pun menceritakan semua hal yang terjadi dalam hidupnya hingga kecelakaan yang menimpanya dan membuat dirinya disfungsi.


"Nanas Ikhlas menerima Kak Fei apa adanya dan akan bantu Kak Fei menemui Kakeknya selanjutnya apapun yang terjadi kita ikuti sesuai dengan takdir. Apa akan ada pernikahan atau tidak diantara kita"


"Makasih Nas tentang Bunda lo gak usah khawatir gua akan bantu lo biar asisten gue yang tanganin gue pamit dulu ya. gue hari ini pindah ke apartemen"


"Makasih Kak Fei, dah mau banntuin Nanas. Tapi Nanas janji suatu hari Naanas akan Bayar semuanya walau ddengan mencicil"


"Gue yang berterima kasih ma lo Nas. Gue yang hutang banyak ma lo, salamin ke Bunda ya"


"Ya kak... assalamu'alaikum!"


"Wa'alaikumsalam... "


sampe ssini dulu ya... othor cuma ngingetin aja jangan lupa jejaknya ya


salam dari Jingga😉

__ADS_1


__ADS_2