Jatuh Cinta Dengan Si Bawel

Jatuh Cinta Dengan Si Bawel
BAB 19


__ADS_3

Fei tersadar dari pingsannya kepalanya sakit tapi tetap memaksa bangun karena mendengar teriakan di luar yang memanggil namanya.


Fei berusaha berdiri sambil memegang kepala ranjang tidurnya. Dengan perlahan mulai bangkit tanpa sadar dia hanya memakai kain sarung dan kaos singlet baju kokonya sudah di tanggalkan dan di gantung di capstok karena berniat akan tidur lagi takut kusut.


Saat sudah mulai berdiri tegak dan akan melangkah


Fei dikagetkan dengan kehadiran dua wanita didepannya salah satu dari mereka berteriak sambil lari keluar kamarnya.


"Aaaaarrrggggghhhhh.... "


"Nanas.... "


"Koq kak Fei telanjang sih mata Nanas dah gak suci lagi sekrang dah ternoda" gerutu Nanas


"Telanjang apaan Nas gue pake singlet"


"Ya tetap aja telanjang"


"Kayak yang gak pernah liat aja"


"Astaghfirullah ya gak pernah lah selain punya alm. Ayah dan adek adek!"


"Untung aja ada kakak ini coba gak ada tar jadi fitna gimana? Hadeh mata suci Nanas ternoda sekarang!"

__ADS_1


"Lebai bannget si Nas!


Sambil terus Memijiat keningnya Fei mulai bersuara.


"Nas lo diem dulu ya kepala gue sakit banget ini. gue juga lapar kalian kesini bawa makanan gak? Nanati gue jelasin deh!"


Nanas menganggukkan kepalanya sambil menyerahkan kresek yang berisi makanan dan buah buahan yang sempet Nanas beli di jalan.


"Bang lo kenapa sih sampe pucet gitu mukanya. Sini gue periksa tekanan darah lo" Diana memecah kesunyian yang terjadi saat Fei memakan makanan yang di bawa Nanas tadi.


"Tekanan darahnya agak lemah Bang, Lo sakit ya? dah minum obat? apa yang lo rasain bang?"


"Gue pusing Di, mual trus asam lambung naik, gue belum minum obat tadi shubuh baru kerasa sakitnya abis ini deh gue minum. Tolong ambilin obatnya di dalam kotak obat di atas meja nakas di kamar gue" Diana tanpa babibu langsung menuju kamar Fei dan mengambil kotak obatnya dan menyerahkannya pada Fei. Fei langsung memilih obat yang akan diminumnya dan segera meminumnya.


"Gak usah Di gue cuma butuh istirahat aja. kalo abis minum obat ini gak ada kemajuan tar deh gue ke dokter"


"Kalo lo butuh apa apa telpon aja Bang. Tadi gue mampir aja sekrang gue dah harus balik gak papa kan?" ada nada khawatir dari Diana


"Gue gak apa apa lagian gue juga mau ngomong sama Nanas, Ya dah sono lo pulang aja dulu!"


"Lo ngusir gue?"


"Lo yang bilang mau balik lagi dodol"

__ADS_1


"Kalo dah kayak gitu berati Abang dah sembuh percuma gue khawatirin elo Bang hahhaha" Diana pun segera pergi setelah pamit dengan Nanas.


Tapi Nanaas menahan tangan Diana.


"Kakak mau kemana temenin Nanas harus ada orang lain selain Nanas dan Kak Fei karena kita buka muhrim"


"Tenang aja kamu gak bakalan diapa apain koq Bang Fei dah jinak hahhaah!" Fei hanya mendelik mendengar omongan Diana.


"Tapi takut ada Fitnah Kak"


"Dibuka aja pintunya yang lebar atau kalian ngobrolnya diluar aja!"


"Udah gak apa apa Nas buka aja" Nanas hanya mengangguk dan segera duduk di karpet tebak yang berada di kosan Fei dekat pintu dengan jarak yang begitu jauh dari Fei.


"Nas sini donk deketan masa kita ngobrolnya teriak teriak lagian ada yang mesti aku omongin" Nanas tak bergeming. Nanas terlihat canggung dan salah tingkah di tatap Fei seperti itu.


Kira kira apa yang mau Fei sampein sama Nanas ya?


Makasih yang sudah baca. ajak juga temannya untuk ikutan baca ya 😁😁😁.


kritik dan saran nya ya reader kesayangan jangan lupa jejaknya... bye


Salam dari JinggaπŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2