
Nanas menunggu Fei kembali tapi yang ditunggu tak jua datang. 3jam sudah berlalu Mas Ferrynya belum juga keliatan batang hidungnya.
Apa aku cari aja ya? pikirku
Kuputuskan buat mencari Mas Ferry. Ku coba mengetuk ruang Kerjanya.
"Mas... Mas Ferry!" Namun tak ada jawaban dari dalam.
"Mas... Nanas masuk ya!"
Nanaspun membuka pintu ruang Kerja Ferry. Dengan perlahan ruangan itupun terbuka. Tampak Fei ssedang tertidur di atas sofa. Nanas pun mendekatinya.
"Mas... Bangun! Koq tidur disini sih?" ku goyangkan tubuhnya dan terbangun.
"Mas koq tidur disini?"
"Akh iya Nas mas ketiduran Maaf ya?"
"Ya udah yuk pindah!" dengan enggan Fei pun mengikuti Nanas. Hatinya begitu malu bertemu Nanas harga dirinya seperti dihempaskan ke jurang.
Banyak yang ada dipikirannya, Mungkin Nanas akan memandangnya sebelah mata dan tidak akan menghormatinya sampai Nanas pergi meninggalkannya. kalau sudah seperti itu dia harus apa?
"Mas koq dari tadi bengong sih? lagi mikirin apa?"
kini mereka udah ada di atas kasur. Fei melihat langit-langit kamarnya sambil terus berpikir dengan semua kutakutannya.
"Enggak Mas gak mikirin apa-apa!"
"Nas soal tadi... "
__ADS_1
"Sssttth sudah jangan dibahas! Boleh Nanas peluk mas Ferry?" terlihat anggukan ragu.
Tanpa malu atau canggung Nanas memberanikan diri merentangkan tangan Fei dan dijadikannya bantal lalu Nanas sendiri menelusup ke ketiak Fei lalu memeluk pinggangnya Fei.
"Mas jangan nyerah yah? Mas harus berusaha lagi kita hadapi semuanya bersama jangan mas pendam sendiri. Kita sudah suami istri kesusahan suami kesusahan istri begitupun sebaliknya. Ini baru percobaan pertama" Fei tak menanggapi tapi tangannya sudah mulai mengelus elus punggung Nanas.
"Kata orang kalau malam pertama itu memang susah. tidak semua pasangan langsung bisa membobolnya Mas tapi kadang ada yang sudah beberapa kali melakukannya tapi belum juga jadi itu hal yang wajar jangan menyalahkan diri sendiri dan terus meminta maaf ke Nanas!"
"Kamu tau dari Mana?"
"Dari sini!" Nanas mengacungkan ponselnya sambil tersenyum.
"Mas Ferry mau tahu apa yuk kita lihat sama-sama"
Merekapun asyik dengan Ponsel Nanas melihat dan membaca artikel-artikel yang memuat apa yang ingin mereka tahu.
"Nanas temenin ya!"
"Nas makasih ya kamu ternyata benar-benar tulus nerima Mas" Nanas tersenyum Fei mengecup kepala Nanas sambil memeluk erat.
"Mas eeungaap terlalu kenceng meluknya!"
"Abis mas gemes sama kamu sayang" Fei melinggarkan pekukannya dan melihat wajah Nanas yang memerah.
"Kenapa wajahnya merah? hmmm? Seneng ya dipanggil sayang?"
"Ee...enggak bi...biasa aa....aajaa koq!"
"Tuh gugup hayooo ngaku seneng kan kalo gak ngaku mas klikitikin kamu!"
__ADS_1
"Ngak mau"
"Beneran minta dikilikitik ini! nih kilikitik kilikitik"
"hahhaah iya ampun mas ampun" Nanas palling gak tahan kalau dikilikitik. sampe semua kasurnya acak-acaakan karena ulah mereka.
"Udah malam kita bobo yuk sayang!" ajak Fei Nanaas mengangguk lalu nanas akan beranjak pindah ke bantalnya tapi Fei menghalangi.
"Mau kemana?"
"Nanas kasian tangan Mas fei pasti lelah"
"Gak ada lelah-lelahan mas mau bobo sambil meluk kamu Nas"
"Iya baiklah Mas!"
Mereka pun tidur sambil berpelukan.
'Gue emang beruntung dapatin Nanas walaupun umurnya masih muda tapi tanggung jawab ssebagai istri dia jalankan. Aku gak akan pernah membiarkamu menitikan air mata Nas ini janji ku'. bathin Fei
Mereka terbangun saat suara adzan berkumandang tepatnya Nanas yang terbangun lalu membanngunkan Fei. Setelah melakukan ritual shalatnya Nanas turun ke dapur untuk membuat sarapan sedangkan Fei masuk ke ruang olah raga ternyata ssudah diaiapkan oleh asistennya!
Duh pengantin baru lagi manis manisnya nih. Berasa dunia milik berdua yang lain mah ngontrak.
Readers Do'ain mas Ferry cepat sehat dan sembuh ya!
Jangan lupa jejaknya like komen ratte gift juga votenya makasih!!!!
Salam sayang dari Jingga😉
__ADS_1