
Persiapan penikahan sudah hampir selesai semua sudah di urus sama WO. Nanas dan keluarga sungguh hanya menerima beres dari segala hal sekecil apapun semua sudah ada yang mengatur.
Hari ini pengambilan foto pre-wedd setelah tertunda kurang lebih seminggu. Tampak Fei yang tak begitu semangat. Dia seperti menyimpan beban. Terlihat dari beberapa take Fei tak begitu menghiraukan ucapan fotografer.
"Sebentar boleh istirahat? " tanya Nanas
"Ya boleh mba kita istirahat dulu ya mungkin Mas Ferry grogi bentar lagi mau belah duren!" salah satu kru yang memang kenal dekat dengan Fei menggoda Fei. Tapi entah mengapa Kata-kata itu begitu menusuk untuk Fei sehingga menyulut kemarahannya.
"Maksud lo apa? lo mengolok-olok gue heh?" Fei merangsek laki-laki tadi yg berkelakar.
"Mas sabar dia hanya bercanda koq!"
"Gak bisa di biarkan Nas dia mengolok-olok gue menghina gue dia pikir gue gak mampu!"
"Mas berlebihan bukan gitu maksud nya. Lagian kan memang gak ada yang tau mah!" ucap Nanas sangat pelan sehingga hanya dirinya dan Fei yang mendengarnya.
"Apa lo juga mau mengolok-olok gue Nas?"
"Astaghfirullah gak gitu! Mas Ferry kenapa sih!" melihat Fei yang begitu marah dan emosi tapi Nanas begitu tenang menghadapi nya.
"Yuk sini duduk dulu dan ini minum!" Bagai kerbau di cocok hidung Fei begitu nurut.
"Ada masalah apa Mas? Cerita sama Nanas!"
"Gak ada!" Fei sudah sedikit tenang emosinya sudah menurun.
"Mas, Nanas maunya kita mulai sekarang segalanya terbuka. Apa yang mas pikirkan ada yang mas rasakan biar Nanas tau. Sebentar lagi kita akan berumah tangga meskipun belum ada cinta tapi Nanas gak mau gagal. Nanas mau nikah sekali seumur hidup dan menua bersama!"
__ADS_1
"Apa kamu yakin Nas? kamu gak akan mendapat kebahagiaan seutuhnya!"
"Kenapa Mas Ferry membahas ini lagi. berumah tangga memang salah satunya punya keturunan. tapi walaupun bukan anak kandung kita tapi kita bisa adopsi Mas dan kita akan menyayanginya seperti anak kita sendiri"
"Bukan hanya itu tapi nafkah batinmu Nas!" ucapan Fei begitu pelan tak mau ada yang mendengar.
"Yakin lo gak bakalan ninggalin gue Nas? yakin lo bakal nyari cowo lain dan berselingkuh? Jujur Nas gue juga takut gagal!"
"Menikah tidak melulu soal **** Mas tapi ketulusan kejujuran kepercayaan menjadi pondasi untuk membangun rumah tangga Nanas nerima Mas apa adanya!" Fei melihat tidak ada kebohongan dimata Nanas netranya memancarkan ketulusan begitu beruntungnya Fei mendapatkan Nanas.
"Bener ya Nas? Kamu janji kan Nas?"
"Iya janji. Koq aneh ya? Mas dah cinta ya sama Nanas koq dah bucin gitu. sampe takut diselingkuhin sama Nanas!" Nanas menggoda Fei
"Mana ada jangan ngarang kamu Nas!"
"Awas ya kamu.....peluk nih!!!"Fei berlari menghampiri Nanas
Semburat merah terlihat di wajah Nanas. Antara malu dan panik dia lari ke belakang sofa. Kini Fei dan Nanas hanya terhalang sofa.
"Makasih ya Nas, boleh gak ke penghulunya sekarang di sah kan nya sekarang Mas pengen peluk kamu!"
"Iisshh jangan ngadi-ngadi deh tinggal 11 hari lagi koq. Sabar ya heheeh! Yuk terusin biar cepet selesai Nanas capek tau!"
"Iya maaf yuk!"
"Gimana Mas kita lanjut atau mau di tunda?" tanya sang fotografer
__ADS_1
"Lanjut aja waktunya dah mepet sudah gak ada waktu lagi!" jawab Fei.
Mereka melakukan take beberapa kali dan haasilnya sesuai dengan ekspektasi dan semuanya lancar.
Bukan tanpa alasan Fei galau lagi. Fei galaunya dibikin sih.
Flashback on
Fei gabut di apartemen cuma scrolling sosmed. Iseng-iseng buka artikel yang ada depan mata dengan judul Istri yang tidak mendapat nafkah batin berselingkuh dibelakang suaminya ada juga artikel berjudul Seorang istri menggugat cerai suaminya karena tak terpuskan dan banyak lagi artikel-artikel serupa.
Fei takut hal itu terjadi padanya. karena kekurangan yang ada dalam diri Fei.
Flashback off
Tapi kini Fei kembali semangat Nanas sudah meyakinkannya dan terlihat ketulusan dalam diri Nanas. Nanas memaang berbeda dengan perempuan-perempuan yang ada diluar sana. Fei sungguh beruntung dipertemukan dengan Nanas.
Fei berjanji dalam hatinya akan memperjuangkan dan meempertahankan Nanas dalam hidupnya.
...****************...
Sementara Diana dan Keluarga kini sedang bersiap-siap menyambut kedatangan keluarga Jerry untuk acara lamaran sekaligus tunangan. Karena Diana dan Jerry memutuskan akan menikah tahun depan.
Tadinya mereka ingin segera menikah cuma karena banyak hal mereka menundanya hingga tahun depan sekitar 8-10 bulan yang akan datang.
hai hai hai para readers kesayangan yuk dukung terus dengan like dan komennya.
salam sayang buat readers semua dari Jingga 😉
__ADS_1