Jatuh Cinta Dengan Si Bawel

Jatuh Cinta Dengan Si Bawel
BAB 29


__ADS_3

kriiiiiing.... kriiiing...


Pagi itu Fei dibangunkan oleh bunyi ponselnya yang terus berdering. Sambil menggerutu Fei dengan mata tertutupnya mengambil ponsel di atas nakas dekat tempat tidurnya.


"Ya halo.... " Fei masih dengan setengah sadar mengangkat telpon. Bukan tanpa alasan hari ini Fei terlihat begitu mengantuk. Semalam memang dia terlambat tidur menyelesaikan dan mempelajari beberapa berkas yang harus kuasai. Akhirnya setelah shalat shubuh Fei merebahkan kembali badannya dan tertidur pulas.


"Bang ini gue?"


"Ya kenapa Nas?"


'Nas? kenapa nama tuh bocah yang keluar dari mulutku. Bahkan dari alam bawah sadarku akh sudahlah mungkin karena bebeerapa hari ini gue barengan tuh bocah terus' gerutu Fei dalam hati


"Bang... halo Bang? ini gue Diana"


"ya apan sih ganggu aja masih pagi juga..."


"Pagi dari mana? Orang mah dah mau makan siang ini hadeh. Makan siang bareng ya Bang?"


"Gak bisa gue mau ngelamar tar siang!"


"haaah yang bener bang? Gak bisa lo harus cerita ma gue Bang koq ujug ujug mau ngelamar emang ada cewe yang mau? Eh cewe apa cowo yang mau di lamar sama lo Bang?" kekeh Diana


"Ya kali gue ngelamar si Jery bisa langsung koit lo Di"

__ADS_1


"Mana mau si Jery sama lo Bang dia dah bucin ma gue, Lagian doi dah lamar gue. Gue mau ketemu mau cerita tapi ya lo nya gak bisa Bang!"


"Besok lah gue kosongin waktu pas makan siang buat lo"


"Diih sok orang sibuk lo. Tapi oke lah sekalian gue juga penasaran koq ada cewe yang mau sama elo Bang hahaha" Diana pun menutup sambungannya.


'Kurang asem si Diana dah nelpon ganggu gue di tutup seenak jidatnya' maki Fei sambil merebahkan badannya dan menata bantal juga memeluk guling berniat melanjutkan mimpinya. Tapi baru matanya akan Fei tutup.


"Bos... Bos... Ini ada berkas yang terlewat belum ditandatangani harus sekarang sebelum saya bawa ke pengacara" suara Tony menginterupsi mimpi yang akan Fei mulai.


'eeehh gak bisa tenang hidup gue ada aja yang ganggu'


"Iyaaaa.... kenapa ngak semalam sekalian sih" gerutu Fei sambil membuka pintu dengan kasar rambut yang seperti sarang burung menjadi pemandangan dibalik pintu kamar tersebut. Toni hanya menggeleng sambil menahan senyumnya.


Di meja makan terdapat beberapa masakan yang di masak Ibunya Fei dengan mata berbinar dan mulut ngeces Fei menarik kursi untuk siap siap menyantap rbhidangan depan matanya.


"Fery, Toni yuk sarapan bareng sekalian" tawar Ibunya Fei


"Fery kamu belum cuci muka belum gosok gigi dah mau makan aja? jorok kamu sana cuci muka dulu terus gosok gigi!"


"Tanggung Bu sela demo cacing yang ada di perutku minta diisi"


Males Berdebat ibu Fei berhenti mengomel cuma sedikit begidig sambil geleng kepala melihat kelakuan putranya. 'Kelakuan gitu masa berpikir dia itu cewe hadeh' batin Ibu Fei

__ADS_1


Tak lama ayahnya Fei ikut bergabung. Mereka makan dalam keheningan. hanya suara sendok dan garpu yang terdengar nyaring saat bertabrakan dengan piring.


...****************...


Sementara ditempat lain di rumahnya Nanas semua disibukan dengan membereskan rumah dan memasak ala kadarnya. Menyiapkan hidangan sederhana untuk. menyambut keluarga Fei.


Nanas ikut serta membantu walau terlihat tak bersemangat. Semuanya sudah siap menjelang dhuhur sekitar jam 11.


Bunda menghampiri Nanas yang sedang terduduk di karpet mereka tak mengundang tamu hanya beberapa orang yang sangat dekat dengan keluarga Nanas termasuk Pak RT.


"Nas Bunda lihat kamu seperti tidak bahagia? Apa kamu terpaksa?" Nanas tersenyum


"Nanas bahagia Bun, cuma perasaan Nanas masih ada ganjalan Nanas merasa gak pantas"


"Sayang, yang melihat pantas dan tidak itu orang yang picik sesungguhnya kalo sudah jodoh mau itu seorang pangeran kalo jodohnya seorang gelandangan tetap akan bersatu. Jadi hilangkan perasaan itu. Dimata Alloh kita semua sama yang membedakannya adalah ketakwaan kita. Lagian Nas, kalo memang Nanas dan Nak Ferry bukan jodoh pasti tidak akan bersatu begitupun sebaliknya cukup berpasrah saja toh apapun yang terjadi dalam hidup kita itulah yang terbaik bagi kita. Bahkan dalam kejadian burukpun akan ada hikmah dibaliknya! Jadi tak perlu ada lagi yang di khawatirkan?" Nanas mengangguk mengerti lalu tersenyum dan memeluk Bundanya.


"Alhamdulillah sebentar lagi tugas Bunda akan selesai sama kamu Nas. Semoga kamu selalu mendapatkan kebahagiaan ddan di cintai juga disayangi Nak Fery dan juga Keluarganya!" Bunda mengusap punggung Nanas ada air mata kebahagiaan yang menetes di pipi Bunda.


"Makasih Bunda"


Hmmm Ibu.. gak ada yang bisa menggantikan posissinya. Tempat kita berkeluh kesah walaupun sudah berumah tangga tetap ibu jadi teman kita saat kita dalam kesusahan. Yuk yang masih punya ibu kita mulyakan mereka dengan selalu menemuinya menyayanginya mendoakannya. semoga Ibu kita selalu sehat dan panjang umur.


Dan yang Ibunya sudah tiada kita harus selalu mendoakannya. Doa anak sholeh dan sholehah akan terus mengalir padanya. Aamiin

__ADS_1


Salam dari Jingga😉


__ADS_2