Jatuh Cinta Dengan Si Bawel

Jatuh Cinta Dengan Si Bawel
BAB 38


__ADS_3

Hari yang dinanti Fei dan Nanas telah tiba. Hari yang akan di ingat mereka berdua sepanjang perjalanan hidup mereka. Hari bersejarah hari bersatunya dua insan berbeda untuk mengarungi bahtera hidup.


Kediaman Nanas


Pagi buta Nanas sudah terbangun, jam menunjukan 03.00 Nanas ke kamar mandi bermaksud mengambil air wudhu.


'Dimana kusimpan sajadahku semalam' pikir Nanas


Kamar Nnanas memanng tidak seperti biasanya yang selalu rapi kali inj agak sedikit berantakan baanyak kado yang diberikan teman dan saudara jauh yang tidak bisa datang menghadiri.


Sudut matanya menagkap alat ibadanya terhuaata di atas tumpukan baju yang sudah disetrika tapi belum masuk lemari.


Nanas menggelar sajadah nya duduk bersimpuh berdoa meminta pada Yang maha Kuasa untuk kelancaran acara juga untuk keberkahan hidup rumah tangga.


Nanas mennghentikan doanya setalah subuh dan pihak MUA telah datang untuk mendandaninya.


"Yey sih dah cantik dari sono nya poles dikit aje dah cetar nek!" ucap sang MUA yang kemayu membuat Nanas kembali teringat calon suaminya yang dulu besifat kemayu gitu.


"Makasih kak, kakak juga cantik"


"Iih cucok meing emang iyey ya. Udah cantik pinter lagi. eike emang gak kalah cantik dari yey!"


Nanas tersenyum.


"Eh bestie tau gak yey itu calon suami lo kan mantan seperti eike?"


"Maksudnya?"


"Ihh masa sih gak ngerti. itu calon suami yey itu kah melambai temen eike juga tapi gara-gara iyey dianya insyaf jadi lekong asli nek!"


"akh salah orang kali " Nanas gak mau membuka aib calon suaminya.


"Ih gak percaya sama eike, tapi gila doi jadi ganteng gitu iih naksir deh eike!"


"Jangan donk itu punya Nanas dia jodohnya Nanas yang di kasih Alloh"

__ADS_1


"embaknya eh emasnya nyari lagi yah!"


"Segitu takut ya iihhhh gemes deh kalian emang pasangan yang cucok makhcok yeh, eike doain deh semoga kalian bahagia selamanya!"


"Aamiin makasih ya!"


...****************...


Di ruang tengah rumah Nanas ternyata sudah ada keluarga Fei. Fei kini duduk di depan Adit selaku Wali dari Nanas juga ada penghulu disamping adit. Nanas akan di suruh keluar setelah ijab kabul selesai.


"Tenang ya Mas sepertinya gugup"


"Gue emang gugup malah ddi omongin kan magin grogi takut salah" gerutu Fei


"Saya nikahkan dan kawinkan kaka kandung saya Naswa hamidah binti Hasan Hambali dengan maskawin satu set perhiasan sebesar 250gram dan uang tunai sebesar RP. 100juta rupiah dibayar tunai" Ucap adit


"Saya terima Nikah dan kawinnya Naswa hamidah binti Hasan Hambali dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" Fei mengucapkannya dalam satu tarikan nafas


Sah... sah... sah....


"Alhamdulillah semuanya lancar silahkan mempelai wanita di persilahkan untuk memasuki ruangan" Ucap pengatur acara


"Kamu cantik banget Nas" Fei berbisik ditelinga Nanas nafasnya terasa di telinga Nanas membuat Nanas merinding.


Prosesi acara pernikahan sudah selaasai beberapa tamu teman-temaan kerabat tenntunya Diana dan Jerry juga datang dan mengucapkan selamat.


Orang tua Fei termasuk kakek dan Nenek juga kerabat malam itu juga mereka langsung bertolak ke jogya karena banyak hal yang mesti mereka selesaikan.


Kini Nanas berada di kamarnya dan mulai membuka dan membersihkan riasannya.


Fei pun masuk dengan sebelumnya mengetuk dan menngucapkan salam dan setelah mendapatkan ijin baru Fei berani masuk.


"Nas... "


'napa gue jadi canggung gini ya' batin Fei

__ADS_1


"Mas Ferry butuh sesuatu?"


"Iya Nas pinjam handuknya Mas gak bawa apa-apa mas kira kita akan laangsung ke apartemen!"


"Oh iya ini Mas bisa mandi dulu itu kamar mandinya disana!" Fei mengangguk


selesai mandi mereka berkumpul di tengah rumah suasana begitu hangat terasa banget kekeluargaannya. membuat Fei meerasa nyaman. adik-adik nanaas juga begitu baik dan langsung akrab dengannya.


"Nak Ferry Bunda istirahat dulu ya!"


"Iya Bun"


Disusul asel dan si kembar yang masuk ke kamar adit.


'Gue tidur dimana' pikirnya


"mas kalo mau istirahat duluan aja adit mau liat bola dulu!"


"Akh iya Mas duluan ya dit"


Fei membuka pintu kamar Nanas dengan perlahan takut yang punya terganggu. Sinar lampu yang temaram membuat ruangan tak terlihat begitu jelas.


Terlihat punggung Nanas yang samar kelihatan sudah ternyenyak tidur. Fei pun merebahkan badannya di kasur samping Nanas. Fei ingat Nanas kini istrinya yang sah jadi dia berhak tidur di satu ranjang ddengan istrinya.


Entah karena cape atau emang dah waktunya tidur tak begitu lama Fei pun menyusul istrinya menyambut mimpi.


'koq perutku rasanya berat ya?' pikir Nanas sambil membuka matanya. Owh Asel ternyata memeluknya


'tapi tangan asel koq gede' Nanas membalikan badannya tepat depan Nanas terlihat wajah fei yang tertidur. Kaget dan merasa ada Laki-laki asing ddi ranjangnya Nanas teriak sambil mendorong tubuh Fei sampai terjatuh ke lantai.


"Aaarrrggghhhh"


Bguughhhh


"Aduh... "

__ADS_1


Ada apa sih di kamaar sebelah berisik banget ya heheheh!


salam sayang dari jingga 🤗🤗😉😉


__ADS_2