Jatuh Cinta Dengan Si Bawel

Jatuh Cinta Dengan Si Bawel
BAB 27


__ADS_3

Nanas, Fei dan keluarga Fei sudah berada di Jakarta. Nanas sudah berada di rumah sederhana tidak kecil tidak besar tapi cukup nyaman. Dengan bangunan yang model minimalis yang dibangun setelah menjual rumah dan kebun yang ada di kampung.


"Assalamu'alaikum.... "


"Wa'alaikusalam... " terdengar jawaban dari dalam. Nanas terduduk di kursi yang terbuat dari kayu sambil membuka sepatu dan meletakan pada rak sepatu yang berada di dekat pintu.


kletrak...


Suara pintu di buka seorang gadis dengan kerudung brego hitam muncul dari balik pintu.


"Eteh udah pulang?capek teh? seru gak di jogja? bawa oleh-oleh gak?" gadis itu adiknya Nanas yang memburunya dengan sebuah kecupan dipunggung tangan Nanas dan serentetan pertanyaan.


"Suruh masuk dulu etehnya sel, kasian capek!" suara Bunda menginterupsi pertanyaan yang butuh jawaban itu.


"Eh iya yuk teh, itu bawannya biar Asel aja yang bawain!"


Nanas pun masuk Asel mengikuti dibelakangnya sambil menenteng beberapa tas dengan semyum penuh kegembiraan. Asel begitu senang dia yakin salah satu tas yang dibawanya adalah untuknya tak sabar untuk membukanya. Nanas dengan wajah yang dibuat ceria menghampiri Bundanya lalu mencium punggung tangan sang Bunda.


"Bunda apa kabar? gimana matanya ada keluhan tidak? Obatnya diminum kan?" Terlihat sorot kekhawatiran dimata Nanas yang tertuju pada Bundanya.


"Bunda sudah baik baik aja. gak usah khawatir. Gimana pertemuan dengan keluarga nya nak Fery? Nak Fery gak mampir dulu?"


Nanas menghela nafas seperti menghempaskan beban yang ada.

__ADS_1


"Mas Fery langsung pulang dia titip salam buat Bunda!" Nanas menempelkan pantatnya ke kursi depan Bundanya sambil menyenderkan punggungnya. Bunda masih menunggu jawaban anak gadisnya yang terlihat letih itu. Tak tega melihatnya Bunda pun kembali bersuara


"Nas, istirahat dulu sana pasti capek sekalian bersih bersih dulu."


"Iya Bun tapi ada yang mesti Nanas sampaikan Ke Bunda kalau Keluarga Mas Ferry besok akan berkunjung untuk melamar secara resmi dan sekalian membicarakan pernikahan kami!"


"Lo Nas koq buru-buru Bunda pikir kalian masih jalan aja koq dah mau nikah aja?" Tanya Bunda sedikit kaget dan gak percaya.


"Kakeknya Mas Ferry ingin mempercepat mengikat Nanas. Toh katanya niat baik itu harus disegerakan!" ucap Nanas sambil tersenyum Tapi Bunda melihat Nanas seperti memaksakan senyumannya.


"Lalu kenapa Nanas seperti tidak bahagia bukannya memang selama ini berdoa agak segera dipertemukan dengan jodohnya? Apa keluarga Nak Ferry ada yang tidak setuju?"


"Keluarga Mas Fery baik semua. Mereka menerima Nanas dengan baik. Tapi... " Nanas menunduk dia memang tak bisa menyembunyikan apapun pada Bundanya. Perlakuan baik dan penerimaan yang Nanas terima dari keluarga Fei tak serta merta membuatnya bangga apalagi permintaan Kakek dan Neneknya Fei. Nanas Takut tidak bisa melakukan permintaan mereka.


"Enggak apa apa Bun, Nanas bersih bersih dulu ya terus mau istirahat sebentar"


"Ya sudah kamu sudah makan? Nanti biar Bunda yang siapin" Bunda tidak memaksa Nanas untuk bercerita Bunda berpikir mungkin Nanas belum mau untuk bercerita sekarang. Bunda akan membiarkannya Nanas untuk beristirahat dulu.


"Nanti Nanas ceritain Nanas mau mandi dulu lengket banget ini badan" Nanas tersenyum walau begitu Bunda tahu kalo anaknya itu menyembunyikan sesuatu.


Nanas pun meninggalkan Bundanya saat melewati ruang tamu terlihat adeknya sedang mengintip barang barang yang ia bawa.


"Dek bawa semuanya kebelakang di buka aja sama Bunda itu ada makanann khas jogya juga ada beberapa daster!"

__ADS_1


"Yes... Ada daster juga buat Asel?" tanya adeknya penuh antusian


"Ada sana pilih aja ada juga kemeja batik buat Adit sama si kembar. Yang punya si kembar di bungkus yang rapi nanti pas jadwal kunjungan ke pondok biar dibawa sekalian sama Adit"


Ya Nanas memang punya 4 Adik. Aditya Mardika kelas 2 SMA, Sella Anindya Kelas 2 SMP dan si Kembar Farhan Fathurahman dan Fardan Fathurahim kelas 5 SD mereka tinggal di Pondok Pesantren. Si kembar memang sejak kelas 4 sudah mulai mondok, Di pondok pesantren itu tidak dipungut biaya apapun bahkan diberi makan sehari 2kali. Begitupun Biaya sekolah umumpun digratiskan khusus buat anak yatim. Bunda mendaftarkan si Kembar atas informasi dari Ibu RT di tempatnya tinggal itu. Setidaknya si kembar tidak putus sekolah.


Setelah ritual mandi dan bersih bersih Nanas mulai merebaahkan dirinya di atas kasur yang terbuat dari kapuk dan sudah sangat tipis tak terasa empuk. Tapi buat Nanas sudah seperti surganya dan sangat nyaman ddi banding Kamar mewah yang berada di Jogya dengan kasur empuk tapi Nanas tak begitu nyaman.


Nanas tertidur miring ke kanan dengan guling dipelukannya pikirannya melayang mengingat obrolannya bersama kakek saat akan pamit.


"Nanas kakek minta maaf karena memanfaatkan ketidak berdayaanmu untuk keegoisan kami. Kami memaksa Nanas untuk menerima Ferry apa adanya tapi kami sungguh yakin kemampuanmu bisa merubah Ferry. Kami bisa melihat kenyamanan yang dirasakan Ferry saat bersamamu"


"Kenapa Nanas kek? Nanas gak peercaya diri bisa melakukannya. Nanas takut kakek kecewa"


"Kakek takkan pernah menyalahkan Nanas apapun yang terjadi nanti. Kakek cuma berharap kamu berusaha aja dulu soal hasilnya kita serahkan semuanya pada-NYA."


"Baiklah kek Nanas akan berusaha dan mencobanya walaupun hati Nanas tidak yakin"


Nanas menghembuskan nafasnya begitu dalam. Berharap segala beban yang ada di pundaknya akan hilang bersama hembusan nafasnya!


Makasih sudah membaca! Aku mah gak bosen ngingetin ya jangan lupa jejaknya oke. Like komen rate vote dan gift nya.


Salam dari Jingga 😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2