
Minggu pagi yang begitu cerah. Cahaya matahari memasuki sela sela gorden di satu kamar mewah. Diatas ranjang King size seorang laki laki bertelanjang dada dan hanya memakai boxer masih tengkurap menikmati mimpinya. Tak terganggu getar ponsel yang dari tadi terus menggetarkan nakas sampai ponsel itupun kebosanan dan berhenti bergetar didekat ranjang tidurnya.
Suara kini berasal dari pintu kamarnya yang di ketuk seseorang dari arh luar kamarnya.
Tok.... tok.... tok... tok
"Tuan Muda... Tuan Muda... Tuan muda.... "
Suara ketukan dipintu dan panggilan itu mulai menyadarkannya dari mimipi yang dia nikmati tadi.
"Tuan Muda...."
"Iya... iya... iya"
Akhirnya panggilan terakhir itu benar benar membangunkannya.
"Pagi-pagi sudah berisik ganggu orang tidur aja ini kan masih pagi lagian ini weekend" Laki-laki itu terus misuh misuh.
"Tuan muda...!"
__ADS_1
"Iyaaa gue udah bangun" dia akhirnya turun dan membuka pintu kamarnya yang terkunci.
"Selamat pagi tuan?"
"Udah tau masih pagi ngapain lo kesini!"
"Maaf tuan muda Nyonya besar tadi telpon dan meminta anda yang langsung menjemputnya Nyonya besar bilang pokoknya harus Jerry sendiri yang menjemputku dibandara atau akan tetap di bandara gak akan keluar sampai di jemput jerry gitu katanya tuan!" Ucap Bima sang asisten
"Ngapain sih Mama kayak anak kecil aja mau pulang yang pulang aja kenapa mesti kayak ana kecil gitu"
"Elo aja Bim yang jemput!" Jerry ya laki laki itu jerry dia kembali naik kasurnya dan akan melanjutkan tidurnya.
"Gak bisa tuan saya tadi juga sudah menawarkannya tapi nyonya besar tetap ingin tuan muda yang menjemputnya bahkan saya di suruh maksa tuan muda"
"Tidak tuan gak berani saya, Tapi Nyonya besar bilang kalau dia punya kejutan buat tuan muda"
"Kejutan apa gue dah bukan anak anak lagi kenapa mama selallu memperlakukan gue seolah gue ini anak kecil yang suka dikasih hadiah kejutan iishhh"
"Katanya kejutannya adalah yang selama ini tuan muda cari dan rindukan. Trus nyonya besar bilang kali tuan muda gak datang pasti akan menyesal seumur hidup"
__ADS_1
"Apa sih main teka teki lagi"
"Sebaiknya tuan muda ikutin aja permintaan Nyonya besar siapa tau beneran kejutan yang menyenangkan"
"Kenapa lo yang nyuruh nyuruh gue Bim bosan hidup lo?"
"Hehe tidak berani tuan maaf"
"Ya sudah gue mandi dulu sana keluar!" Jerry turun dari ranjangnya dengan enggan melangkah menuju kamar mandi.
Setelah melakukan ritual mandinya Jerry kali ini hanya memakai kaos oblong berwana hitam dipadukan dengan celana chinos pendek selutut berwana coklat susu terlihat santai tapi tidak mengurangi ketampanan seorang Jerry.
Jerry turun dari lantai dua menuju meja makan untuk sarapan Jerry selalu menyempatkan sarapan di rumah tidak pernah telat karena dia punya penyakit maag yang kadang kambuh. Ditemani Bima mereka sarapan dalam keheningan tanpa satupun berbicara.
Kini Jerry sesang dalam perjalanannya menuju Bandara. Bima yang menjadi sopir geri duduk di kurai penumpang di belakang dengan terus fokus melihat gawainya.
Tak berselang lama mereka pun sampe di Bandaran. Jerry turun dari Maserati hitamnya sambil mengenakan kaca mata hitamnya. orang orang yang berada di sana sempat menghentikan aktifitas mereka hanya untuk sekedar melirik pria tampan denga pesona yang begitu memukau.
Tapi Jerry yang menjadi pusat perhatianntak bergemin tetap memasang wajah datarnnya seolh hanya dia yang saat itu ada di sanah. Sedangkan Bima yang berada di belakangnya mengikuti tuan muda yang jadi pusat perhatian merasa kecipratan perhatian itu langsung memasang wajah so cool dan melarak lirik kanan kiri sambil tersenyum tebar pesona.
__ADS_1
Tebar pesona si Bima numpang memukau kali ya dia dari Boss nya wkwwkwk. Yuk siapa yang mau sama sang asisten dia juga gak kalah ganteng koq dari Jerry cuma kalah nasib aja hahahha. selamat membaca jangan lupa jejaknya ya!
Salam dari Jingga😉