
Saat ini Fei masih terbuai dengan ingatan ingatannya tentang masalalu.
kriiing... kriiiing...
"Hmmm apa lagi?"
"Bang pulang dan bawa calonnya kakek makin parah semakin hari semakin ngedrop. Jangan sampai Abang menyesal gak ketemu lagi sama Kakek" terdengar sura adeknya dari sebrang.
"Kalo makin oarah kenapa kalian gak bawa kerumah sakit kenapa terus memaksaku pulang!" jawab Fei singkat lalu menutup sambungannya dan menyimpan benda pipih itu di atas meja.
Gimana mau jenguk kalo syaratnya mesti bawa calon. siapa coba yang mesti aku bawa. Masa aku bawa cewe asal dijalan bisa bisa auto meninggoy si kakek kena serangan jantung. Fei bermonolog.
Kalo pusing gini suka keinget si bawel. Dia selalu dapat ngehibur gue. lagi ngapain ya dia? eh koq gue jadi mikirin si bawel sih. Tapi gak ada salahnya sih kalo hubungin dia. Fei masih bermonolog.
Fei mengambil benda pipih di atas meja dan mengutak atiknya lalu menempelkan di dekat telinganya. Di deringan ke tiga terdengar suara yang begitu halus dan lembut bikin hati Fei gelenjotan.
"Assalamu'alaikum kak Fei!"
"Wa'alaikumsalam eh bawel lagi ngapain?"
"Tumben kak Fei menghubungiku pasti lagi gabut ya?"
"Lo koq tau buah?"
"Taulah, Nanas kan bisa liat kak Fei di kuku jempol Nanas"
"Ih serem lo buah"
"Hahhahhahaha..... eh astagfirullah!"
"Napa kamu istigfar Buah?"
"Maaf ketawanya kelepasan hehe"
"Ketawa ya ketawa aja Buah masa kelepasan"
"Buat cewe muslim ketawa itu gak boleh berlebihan cukup dengan senyum aja"
"Lah kalo ceritanya lucu bangat kan ketawany pasti ngakak"
"Ya di tahan dan gak boleh bersuara tutup juga pake tangan kalo ketawa"
"Emang kenapa mesti ditutup pake tangan"
"Ya takutnya Lalat masuklah hehe"
__ADS_1
"Nanaaaas.... Nyebelin deh!"
"Kalo menyampaikan kebaikan itu gak boleh terlalu serius biar cepet dicerna otak. Kalo terlalu serius tar gak masuk masuk ke otak yang ada mental"
"Hmmm ya bu ustadzah"
"Eh iya kenapa kak Fei ngehubungi?"
"Lo ke kosan gue ajalah Buah! Gue lagi perlu kebawelan lo"
"Gak boleh kaak bukan muhrim lagian Nanas masih kerja part time Kak Fei satu jam lagi selesai?"
"Ya udah gue yang keluar ajalah. gue tunggu di Cafe Jingga ya,"
"Kan Nanas emang lagi part time di cafe Jingga jadi kak Fei yang kesini aja ngapai Nanas jauh-jauh ke Kostan kak Fei" karena Fei males denger kebawelan Nanas dia memotong pembicaraan dan sekaligus menutup sambungan ponselnya.
"Baweel.... " Kreek
Walaupun begitu Fei mengakat sudut bibirnya ke atas sambil geleng geleng mengingat kebawelannya Nanas. Ada perasaan seneng di dalam dadanya ternyata masih ada orang yang peduli padanya.
Satu setengah jam telah berlalu Kini Fei sudah ada di cafe jngga dan memilih tempat duduh ya! "
"Assalamu'alaikum..."
"Waalaikumsalam... pa kabar kak Fei?"
"Kak Fei pasti belum makan kan, Uang banyak tinggal pesen susah amat sih! Gak usah pergi sendiri tinggal pencet pencet tuh hp males banget. Coba kalo dah sakit gimana? Siapa yang urus? Bukannya kak Fei disini sendiri dah gak ada sodara yang bisa dimintai tolong?"
"Dah akh bawel banget kamu jadi cewe cepet bawain makanan yang bisa gue makan yang enak ya trus pengen nasi gue?"
"Di bilangin juga iisshh!" Nanas misuh misuh sambil pergi kebelakang dan meminta chef untuk. menyiapka makanan buat pelanggannya itu.
"Silahkan ini pesanannya"
"Temenin gue Nas"
"Iya aku juga dah selesai dan ini juga jatah makan siangku jadi aku bisa nemenin kak Fei"
"Enak banget Nas lo tau banget selera gue semuanya pas dilidah gue"
"Iya sama sama. Harusnya kak Fei itu dah punya istri biar ada yang melayani Kak Fei. Sarapan kalau sempat, makan siang telat"
"Iya tar gue cari lima sekalian"
"Jangan terlalu pemilih jadi lelaki kak yang oenting cari yang seiman, bisa kaka bimbing menjadi perempuan yang di ridhoi Alloh"
__ADS_1
"Masalahnya gak ada yang bisa gue pilih" apa gue harus milih dengan semua kekurangan ini?
"Carinya yang sholehah kayak Nanas gini panti baik gak banyak menuntut Kak"
"Emang elo mau nerima gue?"
"Ya kalo udah jodoh mah kak di syukurin aja!"
Selesai makan Fei membayar Bilnya, Nanas membereskan meja dan membawanya kebelakang saat Nanas kebelakang. Fei memasukan uang pecahan seratus ribuan beberapa lembar ke tas yang lupa nanas bawa.
Fei pulang begitupun Nanas karena Part timenya sudah selesai.
Rumah Nanas
"Assalamu'alaikum... "
"Wa'alaikumsalam, dah pulang kamu Nas?"
" Iya Bun, hari ini cuma ada satu kerjaan aja, Tapi alhamdulillah ada bonus karena hari ini pelanggannya banyak. ini!" Nanas menyerahkan amplop putih yang tidak terlalu tebal ke tangan ibunya.
"Alhamdulillah, kamu sudah nabung buat biaya kuliah kamu Nas?"
"Udah Bun, sampe akhir semester semua dah aman koq! Mana adek adek Bun? Nanas bawa Cheesecake sama Pizza kesukaan mereka!"
"Nas jangan terlalu dihambur hamburin uangnya mending di tabung, itu uang hasil keringet kamu Nas"
"Gak apa apa Bun, sekali kali nyenengin adek adek!"
"Eteh dah pulang ya? tumben"
"iya hari ini cuma ngambil satu kerjaan saja trus gak ada jadwal kuliah jadi free. Adit tuh ada Cheesecake sama Pizza ajak Asel sekalian kalian makan"
"Wow, asyiiik. Sel... Asel sini ada Cheesecake kesukaan kamu tuh" Mendengar makanan Favoritnya Asel langsung lari ke arah Kakany Adit.
Nanas masuk kamarnya berniat untuk membersihkan badannya dan melakukan kewajibannya. Ingat kalo Baterai ponselmya hampir habis Nanas mengambilnya dan bermaksud untuk mencharge nya saat ponselnya di tarik uang yang Fei selipkan berhamburan.
"Ini uang apa ya? pasti Kak Fei ini" gumam Nanas. Nanas pun menghubungi Nomor Fei tp sayang gak di angkat lalu mengirim pesan.
"Kak, kakak ya yang menyelipkan uang di tasnya Nanas?" centang dua tapi tidak ada balasan. Nanas memutuskan mandi dan mencharge hp nya.
"Iya gue ada rezeki gue pen berbagi sama adek lo"
"MaKasih Kak semoga rezekinya semakin berlimpah"
Dah dulu ya. maaf kalo masih banyak typo jangan lupa jejaknya
__ADS_1
Salam dari Jingga😉