
Sebelum ke cerita yuk kepoin karya karya madam angspore (Septira Wihartanti) dijamin gak akan nyesel gaya tulisan alur cerita sama kisahnya bagus banget.
Selain itu ada juga yang lainnya. pokoknya wajib dan harus banget baca semua karya-karya bagus banget bikin nagih. Jangan lupa pada mampir ya!!!
...****************...
Waktu pertemuanpun tiba Fei dengan pakai Jas berwarna Biru gelap dan celana senada dengan model slimpit dipadukan dengan sepatu kulit. Terlihat begitu tampan dan memukau. Di temani Ayah dan Ibunya juga Asisten setianya Fei kini sudah berada di depan rumah Nanas.
Disambut beberapa warga yang memang sudah di undang tak aada hiasan atau tenda yang menghiasi rumahnya. Fei dan keluarga dipersilahkan masuk. Ibu ibu termasuk Bu RT yang melihat Fei yang beggitu tampan semua memuji akan ketampanan dan mensyukuri atas keberuntungan Nanas yang di persunting seseorang yang bukan dari kalangan mereka.
Jelas terlihat dari mobil dan pakaian mereka yanjuga Barang barang bawaan yang mereka bawa jelas semuanya mahal dan tentunya kalau Fei bukan orang sembarangan. Beberapa warga ada yang ikut senang atas semua ini ada juga yang terlihat nyinyir tapi tak berdampak apapun.
Semua sudah berkumpul di ruanng keluarga beralaskan karpet yang cukup nyaman. Terlihat Nanas baru keluar dari kamarnya Dengan Gamis berwarna biru gelap senada dengan Jas yang ddi pakai Fei juga kerudung yang berwarna lebih muda cukup membuat Nanas pangling dengan riasan yang tidak terlalu tebal tapi cukup membuat semua mata memandang dengan penuh kekaguman. Sementarayang di tatap tampak tunduk seolah tak mampu mengangkat kepalanya.
Fei yang melihatpun begitu terpesona dengan kesederhanaan Nanas tapi mampu membuat aemua orang kagum akan keanggunannya termasuk dirinya.
"Cantik" Sangat Lilir Fei mengucapkannya hanya mampu ditangkap oleh telinganya sendiri.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum maaf saya selaku orang tua dari Ferry meminta maaf atas kedatangan kami yang cukup mendadak. Petama perkenalkan nama saya Mirdan dan Istri saya Lia dan anak saya tentunya Ferry dan itu asistennya Toni" suara ayahnya fei membuyarkan lamunan Fei yang sedanng melihat Nanas bahkan sampai tak berkedip.
"Wa'alaikumsalam maaf saya selaku ketua RT disini juga wakil dari keluarga Naswa pertama tama mengucapkan terima kasih atas kedatangan Bapak serta Ibu juga semuanya. Dan mohon maaf kalau penyambutannya begitu sederhana. Mungkin ada pertanyaan mengapa sampai Ketua RT yang menyambutnya saya jelaskan Kami sudah seperti keluarga sedangkan Nanas sendiri sudah tak punya Ayah dan memang tak punya keluarga yang lain. Kami selaku orang terdekatnya merasa ikut Senang dan bahagia menyambut kedatangan kekuarga sekalian Dan sselanjutnya pun saya yang akan mewakili untuk menyampaikan pikiran dan pendapat di keluarganya Naswa"
Pak RT menanggapi obrolan ayah Fei.
" Akh iya kami mengerti pak, sebelum saya mengutarakan maksud dan tujuan saya datang kemari saya mau tanya dulu sama Nak Naswa apakah atau saat ini Nak Naswa tidak sedang menjalin hubungan dengan yang lain atau takutnya sudah ada yang melamar sebelumnya?"
"Baik itu mungkin sebaiknya Naswa sendiri yang menjawabnya. silahkan Nas?"
"Tidak... " jawab Nanas malu malu
Nanas mengangkat kepalanya netranya langsung bertemu dengan tatapan sendu yang diberikan Fei yang memang mereka duduk berhadapan. Terjadi saling tatap beberapa detik yang membuat perasaan kedua insan itu bergejolak dan membuat ritme detakan jantung mereka meningkat.
"Benar" Jawab Nanas sambil menundukan kepalanya kembali karena Nanas merasa wajahnya terasa panas.
"Nah kalo seperti itu maukan Nak Naswa menerima Pinangan dari Ferry?" tanya Ayah Fei kemudian.
blush pipi Nanas seperti tambah panas dan terasa terbakar. Nanas tak menjawab terdiam dengan muka merah seperti tomat.
__ADS_1
"Bagaimana Nak Naswa apakah diterima?" Ulang ayah Fei
"Gimana Nas apa diterima atau mau memikirkannya lagi?" Pa RT ikut bertanya seakan sudah gak saabar mendengar jawaban Nanas.
Nanas mengakat kepalanya melihat ke Bundanya yangbaedang tersenyum dan mengangguk akhirnya menguatkan diri dan menjawab.
"Iya saya menerima"
"Alhamdulilah" semua orang mengucapkannya serempak.
Acara pun dilanjutkan dengan diskusi tentang pernikahan kali ini Ibu nya Fei yang mendominasi pembicaraan. Ibunya Fei berjanji akan mengurus semuanya dan akan melibatkan WO jadi Bundanya Nanas tidak perlu telalu memikirkannya semua sudah di handel.
Setelah mufakat semuanya menikmati hidangan yang sudah disiapkan keluarga Nanas.
Terlihat Nanas menghembuskan nafsanya begitu panjang mungkin lega dengan lancarnya acara lamaran ini. Berharap semuanya juga lancar sampai acara pernikahannya. Nanas sudah bertekad akan mencoba untuk merubah Ferry seperti permintaan Kakek dan keluarganya Fei.
Alhamdulillah ya lamarannya sudah selesai dengan lancar. Besok kaayaknya ada yang terbongkar apa ya kira-kira? Kuy yang penasaran di. like dan di komet juga ya. jangan lupa vote rate sama gift nya.
Salam dari Jingga😉
__ADS_1