
Hari berganti hari semua persiapan menikah sudah 99% akhirnya Besok sudah waktunya.
pagi itu Nanas mengernyitkan wajahnya karena melihat sebuah mobil box terparkir di depannya.
Siapa mereka! pikirnya
Bebberapa orang pria turun dan menurunkan barang-barang yanga da di dalam mobil boxnya itu. dari berbagai macam hiasan bunga hidup, bunga plastik dekorasi tenda dan lain sebagainya.
"Assalamu'alaikum mba maaf pagi-pagi sudah datang. Kami kemari untuk menghias rumah mbanya dan memasang tenda untuk acara siraman nanti sore"
"Loh koq Mas Ferry gak ngasih tau ya!"
"Mungkin lupa mbanya!"
"Ya sudah silahkan mas"
Nanas masuk ke kamarnya dan mencari ponselnya.
Kusimpan dimana ya! pikirku
ah itu dia! saat ku temukan apa yang ku cari
"Assalamu'alaikum Mas Ferry"
"Wa'alaikumsalam, Kenapa Nas?"
"Mas ini ada tamu katanya mau menghias rumahku koq aku gak dikasih tau. Disini belum siap-siap kasihan mereka!"
"Akh maaf Mas lupa, Nanti biar mas yang urus masalh itu. kamu jangan kecapean istirahat aja soalnya dari nanti siang kamu akan sibuk dari siraman terus pengajian malamnya"
__ADS_1
"Oh iya baiklan, mas juga jangan lupa makan ya!"
"Iya sayang"
Deg Nanas begitu kaget saat Fei memanggilnya sayang detak jantungnya bekerja 3x lipat dari biasanya.
"Kenapa diam Nas? Seneng ya dipanggil sayang?"
"A apaan sih mas Ferry gak jelas!"
"Hehehe ya sudah aku tutup dulu ya assalamu'alaikum!"
"Wa'alaikumslam"
'Kenapa aku seneng ya padahal cuma di panggil sayang' gumam Nanas
Pihak Wo dan dari MUA juga sudah datang acara siraman akan dimulai. Nanas didandanin dengan sederhana tapi membuatnya begitu cantik.
Keluarga Nanas pun sudah memakai seragam yang sudah disiapkan bahkan si kembar Farhan dan Fardan hadir untuk menyaksikan pernikahan kakak perempuannya.
Acara siraman berjalan lancar semua ritualnya sudah selesai dilakukan. Tinggal pengajian yang akan diadakan setelah Isya malam ini.
Begitu pula di tempatnya Fei acara siraman juga sudah selesai. Keluarga besar Fei sudah hadir. Mereka tinggal di Rumah yang memanng sudah disiapka Kakek untuk ditinggali Fei dan Nanas.
Karena Fei memutuskan untuk menngembangkan perusahaan yang ada di Jakarta dan tidak akan pindah ke Jogya.
Saat pengajian malam ada saat dimana Nanas sungkem kepada orang tua berterima kasih juga minta maaf. Saat itu Nanas menangis tersedu ingat sama ayahnya. perjuangan ayahnya dulu. juga perjalanan hidupnya selama ini.
Bahkan setelah acara dan tamu tamu pengajian pulang nanas masih menangis dikamarnya. Sampai suara ponselnya yang terus berbunyi mencari perhatiannya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Mas... "
"Wa'alaikumsalam Nas koq kamu nangis. Asel bilanng dari tadi kamu gak berhenti nangis!"
"Gak apa-apa Mas, Nanas hanya teringat Ayah!"
"Ayah pasti senang sekarang Nas tahu kamu mau menikah kalau liat kamu terus menangisinya maka beliaupun akan sedih. Udah ya jangan nangis lagi kasihan ayahnya. apa kamu mau besok kammu nikah dengan mata yang bengkak?"
Entah kenapa Kehadiran Mas Ferry walau lewat telpon membuat Nanas tenang. Dan perubahan Mas Ferry juga sangat terlihat semakin hari semakin bijak dan dewasa dalam menghadapi sesuatu.
"Mas, makaasih ya udah hadir di hidup Nanas!"
"Mas yang beruntung Nas kamu hadir di hidup Mas. Mari kita hadapi semuanya bersama ya Nas Mas yakin kita bisa melalui apappun yang Alloh berikan pada kita!"
"Iya Mas Nanas akan selalu bersama Mas berjuang bersama" Nanas tersenyum
Fei pun tersenyum.
"Ya sudah sekarang istirahat dulu ya. Sampai ketemu besok setelah sah jadi suami istri"
"Insyaallih mas. assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam... "
Perasaan Nanas sudah tenang akhirnya dia tertidur dalam. hitungan menit setelah membaca beberapa surat-surat pendek dan berdoa miminta keberkahan.
Hai reader jangan lupa ya datang ke nikahan Nanas dan Fei esok hari.
salam sayang dari jingga😉
__ADS_1