
Saat Nanas akan masuk ke kamarnya setelah Paman Samu menunjukannya. Bertepatan dengan tangan Nanas yang akan membuka pintu Fei keluar dari kamar sebelah.
"Nas, bisa kita bicara?"
"Ada apa Kak?"
"Mas Ferry biasakan Nas"
'Kenapa Kak Fei cowo banget kalo dilingkungan keluarganya dan terlihat sedikitpun peminimnya' batin Nanas merasa heran
"Iya Mas maaf susah buat membiasakannya. Tapi kan gak ada salahnya kalau aku memanggil Kak Fei juga" Cerocos Nanas.
'Dih ni bocah dah kembali ke mode bawelnya gerutu Fei dalam hatinya tapi ada perasaan lega melihatnya karena beebberapa hari ini terlihat beda Nanas yang begitu diam dan seperti banyak pikiran'
"Apa sih kak?"
"Mas ampun Nas Mas"
"hehe iya iya lupa"
"Kamu ngobrol apa aja sama kakek dan Nenek?"
"Gak ngomong apa apa cuma nanya keluarga aja"
"Kamu gak disuruh macem-macem kan?"
__ADS_1
"Macem-macem gimana maksudnya?"
"Ya macem-macem lah"
"Apa sih gak jelas udah akh Nanas mau mandi lengket banget abis perjalanan trus mau iatirahan dulu sebentar aja" Nanas meninggalkan Fei sambil dadah dadah dan memperlihatkan cincin yang diberikan nenek dan Fei melihatnya.
"Eh tunggu Nas itu apa?"
"apa?"
"Itu cincin yang kamu pake?"
"Oh ini? iya nenek yang meemasangkan tadi katanya sebagai pengikat. akh iya apa gak apa-apa kak? ini warisan leluhur turun temurun di kasih ke Nanas pasti mahal" Nanas urung untuk pergi ke kamarnya.
"Ya tu memang diberikan dari mertua ke menantu perempuannya. tapi koq ada di nenek ya kenapa gak di ibu, Tapi ya sudahlah toh itu dah diberikan padamu jaga aja jangan sampai ilang, dah sana katanya mau istirahat" Nanas seperti ada yang mau diucapkan tapi seolah ragu ragu lalu diapun meninggalkan Fei untuk menngerjakan rencananya tadi.
Sore itu pun Fei dan Nanas pergi jalan jalan untuk sekedar membeli oleh-oleh untuk keluarganya.
Malam hari Nanas dan Fei ikut makan malam bersama, disana tidak hanya ada Kakek dan Nenek juga ada ayah ibu Kakak-kakaknya juga adek bungsunya.
"Kenalkan itu kedua orang tua Mas Dan kakak kakak dan juga adek"; Fei memperkenalkan keluarganya.
"Mirdan" Ayah mengulurkan tangannya tapi Nanas tersenyum manis sambil mencium tangannya.
"Nanas Yah"
__ADS_1
"Ibu Lia" sambut seorang paruh baya yang terlihat anggun itu sambil memeluk dan cipika cipiki. Nanas pun mendekati si kembar Desi dan Desti.
"Hay kak aku Nanas"
"Aku Desi dan Dia Desti kami sudah menikah tapi kebetulan suami kami tidak bisa ikut karna lagi ada pekerjaan" Desi memperkenalkan dirinya dan sodara kembarnya yang sedah repit mengurus anak pertamanya yang baru berumur 4bulan.
"Mba Desi lagi hamil ya? berapa bulan?" Iya baru 5 bulan.
"Boleh mengelus perutnya mba?" Desi hanya mengangguk
"Dedek yang sehat ya didalam sana moga mba Desi juga selalu sehat lancar sampai melahirkan bayinya" Doa Nanas sambil mengusap perut Desi.
"Aku Bila mba adek kesayangannya mas Ferry" Bila langsung bergelayut manja di tangannya Nanas merasa ada teman seumuran dan sepertinya akan cocok menurutnya. Nanas tersenyum merasakan penerimaan kelurga Fei yang baik terhadapnya membuat perasaannya lega. Merekanoun Makan malam bersama. setelaah selesai mereka berkumpul diruang keluarga karena Kakek akan menyampaikan sesuatu.
"Mirdan besok kamu bawa istrimu ke Jakarta dan lamarkan Naswa untuk putramu sekalian persiapkan pernikahannya dalam satu bulan ini" ucap kakek pada ayahnya Fei yang saat itu mereka sedang berkumpul diruang keluarga.
"Secepaat ini pak? Apa gak terlalu terburu-buru bukannya Nanas juga masih kuliah?"
"Niat baik itu harus disegerakan gak baik ditunda-tunda. Lagian kuliah Nanas juga semester depan sudah nyusun skripsi paling lama 8-10 bulan selesai selama itu biarkan Ferry mengurus proyek baru yang kita dapat dengan perusahaan di Jakarta sana"
"Baiklah pak...!"
Mereka pun berbicara segalahal dalam mempersiapkan pernikahan Fei dan Nanas. Nanas hanya menngangguk kalau ditanya dia masih bingung dengan semuanya yang dianggap terlalu cepat tapi dia pasrah. sampai celotehan khas bayi menarik perhatian Nanas. Dan nanas pun menghampiri bayi laki-laki yang gemoy dan berpipi cabi itu.
Nanas pun bermain dengan bayi gemoy tersebut karena memang Nanas sangat menyukai anak kecil.
__ADS_1
Makasih yang sudah membaca!!! jangan lupa jejaknya ya readers kesayangan ππππ
Salam dari Jinggaπ