
Fei saat ini ada di kosannya sambil rebahan di karpet bulu lembut yang ada di depan televisi. Dari pantulan kotak persegi panjang pipih itu menampilkan berita malam. Tatapan mata Fei tertuju pada tayangan tersebut tapi pikirannya melayang akan keadaan Kakek yang teramat disayanginya.
Fei begitu khawatir dengan keadaan Kakeknya tapi dia belum bisa menemuinya ataupun menghubunginya sekedar menanyakan keadaannya. Fei belum siap kalau harus segera pulang dan seolah menjadi orang asing bukan apa adanya dirinya. yang berpula pura macho dan bersikap dingin serta datar tanpa ekspresi. Karena bagi Fei itu seperti membohongi dirinya sendiri.
Selama dalam pelarian ini Fei merasa bebas menjadi dirinya sendiri tanpa kepura-puraan. Tanpa harus menyembunyikan sikaf pura-pura laki sejati. Sebenarnya apa yang salah dengan sikapnya yang kemayu toh dirinya masiih normal menyukai seorang gadis walaupun akh paling gak suka kalau membahas ini. Karena Fei merasa cacat dan tak berguna.
Dulu sebernanya dia normal dia pernah merasakan pegal pada sesuatu diantara kedua kakinya itu dan sampai begitu keras. Hingga suatu hari terjadi Hal yang sampai saat ini Fei gak bisa melupakannya
Flashback On
Fei masih bersekolah di SMA. Fei berangkat kesekolah selalu memakai sepeda. Seperti hari ini dia memakai sepeda tapi dia lupa mengecek kondisi sepeda. Merasa kemarin juga tidak ada hal aneh dengan sepedahnya Fei tanpa punya pirasat apapun melajukan Sepedanya sepeerti biasa.
Saat ada turunan kebiasaan Fei memang agak ekstrin selalu lepas tangan dan tak pernah di rem. Tapi naasnya saat itu dari arah lawan sebuah truk bermuatan penuh dengan kecepatan tinggi supaya sampai ke atas melaju kencang. Fei panik lalu untuk. menghidari Fei membelokan stang sepedahnya ke samping kirinya dan disana terdapat jurang yang yang tak terlalu dalam Fei berusaha mengerem saepeedahnya agar berhenti namun ternyata Rem nya itu los tak terelakan Fei pun jatuh dan dibawah sana terdapat batu batuan. Dan *********** Fei membentur batu sampai pingsan.
__ADS_1
Fei sadar sudah ada di rumah sakit. dan mendengar sebagian pembicaraan antara dokter dan orang tuanya.
"Kemungkinan dispungsi pada *********** Kita akan terus mengobservasi nya!"
Dari situ Fei begitu down dan gak mau mendengar penjelasan.
"Cukup gak usah ada yang membahasnya lagi ferry Iklas"
"Denger dulu nak!" ucap Ibu Fei.
Fery begitu hancur, Apakah seumur hidup dia akan sendiri. Apakah akan ada yang menerimaku. kalaupun ada yang menerimaku pasti dia tidak akan bahagia. Apa yang harus aku lakukan!
Ferry terus menangis, rasa percaya dirinya kini hilang. Ferry prustasi menghadapi kenyataan hidup bahwa dia tak sempurna. Dia seorang yang cacat!
__ADS_1
"Aaarrttggggghhhhh.... " Teriakannya menggema di seluruh ruangan dan sekitarnya
Flashback off
Fei menghela nafas panjang mengingat semua itu. Bahkan Fei masih mendengar jelas apa yang diucapan. Fei menyusut air yang menetes di pipinya. netapa berat beban yang diembannya.
Sementara darah keturunan ada padanya. Fei anak laki-laki Satu-satunya. Paman dan bibinya juga hanya memiliki anak perempuan. Jadi Kakek sangat mengharapkan Fei segera menikah dan memiliki keturunan.
Kakek sangan berharap pada Fei memberikan keturunan yang meneruskan garis keturunan Alansyam ini.
Selamat membaca ya! jangan lupa vote gift juga like komen dn rate nya teman readersku. Terima kasih yang sudah membaca dan memberi jejak-jejaknya ya
papayo selamat siang dan terima kasih.
__ADS_1
Salam dari Jingga 😉