Jatuh Cinta Dengan Si Bawel

Jatuh Cinta Dengan Si Bawel
BAB 24


__ADS_3

Fei menghubungi Asistennya saat bekerja di perusahaan Ayah nya. Karena sekarang Fei dah akan menemui kakeknya otomatis dengan sendirinya Fei akan kembali ke perusahaan ayahnya. Jadi dia bisa mengandalkan Toni lagi untuk mengurus kebutuhannya.


Saat sambungan telponnya sudah di angkat tanpa basa basi Fei langsung maen perintah aja.


"Ton, gue kirim data seorang gadis tolong urus semua keperluan dia yang menyangkut masalah kesehatan ibunya. apapun itu berapapun biayanya bereskan semuanya. dan lakukan secepatnya gue tunggu laporannya!" setelah selesai Fei langsung menutuo sambungannya.


'Hadeuh mulai deh kenyamananku terusik kalo dia sudah kembali' batin Toni. walaupun ngedumel Toni denngan sigap dan tanggung jawab segera melaksanakan perintah tuannya itu.


Toni mengurus semua semuanya bahkan Toni sudah mendapatkan jadwal oprasi Bundanya Nanas. Saat itu juga Toni melaporkan semuanya pada tuannya.


"Bagus, sekarang lo suruh orang buat beresin apartemen gue juga barang barang yng ada di kosan dan pindahkan semua ke apartemen"


"Baik tuan!" dengan lesu Toni memasukan gawainya. 'Sudah kuduga kenyamananku terampas karena kedatangannya'


Keesokan harinya Fei datang ke rumah sakit bermaksud untuk menemani Nanas dan menemui Bunda Nanas yang akan di operasi hari ini.


"Nak Ferry makasih ya atas bantuannya maaf juga sudah merepotkan"


"Bunda gak usah banyak pikiran yang tenang ya biar operasinya berjalan lancar jangan tegang semuanya akan baik-baik saja. Ferry juga tidak merasa direpotkan Bunda Nanas juga Bundanya Ferry. Ferry juga mau minta ijin lusa akan mengajak Nanas menemui Kakek Ferry di jogja apakah boleh?"


"Boleh Nak asal jangan sampai kekurangan sehelai rambutpun ya kamu harus menjaganya"


"Tentu saja Bun sepenuh jiwa akan menjaganya"


Melihat dan mendengar pembicaraan antara Bunda dan Kak Ferry, Nanas merasa heran dengan tingkah laku sikap gerak gerik Fei tak ada sedikitpun yang terlihat peminim seperti biasanya. Fei seperti layaknya seorang pria normal sangat berbeda jauh bahkan 360 derajat dengan Fei yang selama ini Nanas temui. 'Jika kak fei pemain film aku yakin puluhan penghargaan akan dia raih saking mulusnya sandiwaranya'


"Permisi, sudah waktunya Ibu akan kami antar ke ruang operasi" seorang suster masuk dan matanya terus mencuri-curi pandang pada Fei


"Baik sus bisa kami ikut?" Nanas menyaut sambil melirik Fei yang saat itu menunjukan wajah datar tak berekspresi walau sang suster terus mencari perhatiannya.


"Kenapa Nas?" tanya Fei yang berjalan disampingnya

__ADS_1


"Aku koq serem ya kak?"


"Serem kenapa?"


"Kak Fei punya kepribadian ganda ya?"


"Emang kenapa?"


"Iya Kak Fei selalu terlihat gemulai seperti Cewe. Tapi dua hari ini aku lihat Kak Fei cowo banget"


"Aku tuh gak pernah setengah setengah kalo lagi jadi cowonya cowo aja gitupun sebaliknya jadi cewe ya cewe totalita"


"Iiihhhh.... "


"Maksud reaksi kamu gitu apa?"


"Hehe... Abisnya aku gak ngerti sama kak Fei"


"Oh iya jangan lupa Lusa pagi jam 8 gue jemput lo disini, suruh adek adekmu untuk menemani Bunda mu sementara Lo ke jogja!"


"Iya.., "


"Hampir lupa mulai sekarang kalo aku berpenampilan seperti ini lo manggil gue Mas Ferry ya! awas sampe lupa"


"iya iya... sekarang koq jadi bawel!"


"Ketularan lo Nas!" Fei menyeringai jail.


Bunda sudah dalam ruangan operasi pun sedang berjalan dan sudah 2jam lebih tapi belum ada tanda tanda kalo operasi akan segera selesai. 1jam kemudian lampu tanda berlangsungnya operasi sudah dimatikan beberapa dokter keluar dan meenghampiri Nanas dan Fei.


"Alhamdulillah Operasinya berjalan lancar dan sukses kita tinggal nunggu bebberapa hari untuk membuka perban yang menutup mata pasien semoga hasilnya sesuai denngan harapan kita"

__ADS_1


"Alhamdulillah... aamiin makasih Dok!" Ucapan Nanas


"Kalo begitu saya mohon pamit. Pasien akan segera dipindahkan keruangannya tapi untuk sementara masih diobservasi pasca operas sampai pasieun sadar baru akan di pindahkan"


"Sekali lagi terima kasih dokter" Kali ini Fei yang mengatakannya.


"Kak Fei gak kerja?"


"Sepertinya gue bakal resign dari tempat kerja sekarang, soalnya pasti setelah ketemu kakek gue diasuruh ngurusin lagi perusahaan ayah!"


"Berarti nanti Kak Fei pindah lagi ke jogja?"


"Bukan aku aja tapi kita kalo jadi nikah kita akan berpindah kesana!"


"Lalu gimana kuliahku keluargaku?"


"Bukannya semester depan lo mulai nyusun skripsi?"


"Iya... "


"Ya sudah kita pindah setelah kamu selesai kuliah aja. Kalau Bunda dan adek adek mau ikut pindah ya ayo nanti gue siapkan tempat tinggal mereka juga"


"Tapi kak!"


"Sudah gak usah dibawa pusing kita temui dulu kakek dan kita lihat apa maunya!"


"Baiklah"


"Tumben nurut, Biasanya banyak tawar menawar, Tapi gue suka istri yang penurut gini" Fei tersenyum manis sekali sambil mengacak ngacak kerudung Nanas pelan ada gelenyar aneh dihati Fei yang sulit diartikannya sehingga dengan segera menarik tangannya yang berada di kepala Nanas. Tapi Fei mengakui kalau dirinya merasa nyaman bersama Nanas.


Kira kira apa itu ya??? hmmm sepertinya Fei... kita lanjut di Baab berikut ya readers ku. Makasih yang selalu mengikuti Fei sampai ke Bab ini. Tak lupa othor ingetkan jangan lupa jejaknya 😅

__ADS_1


Salam dari Jingga😉


__ADS_2